Bedah Kekuatan Klub Jawa Timur di BRI Super League 2026/2027: Persebaya Menatap Gelar, Madura United Siaga Satu!

Sebagai barometer sepak bola nasional, provinsi paling timur di Pulau Jawa ini memiliki kekuatan yang tak boleh dianggap remeh.

BolaCom | Wahyu PratamaDiterbitkan 26 Agustus 2026, 11:30 WIB
Ilustrasi - Klub Jawa Timur: Madura United, Persebaya, Persik, Arema FC (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Surabaya - BRI Super League 2026/2027 akan segera bergulir pada 4 September 2026. Persiapan matang terus dilakukan setiap kontestan, termasuk empat tim Jawa Timur, yakni Persebaya Surabaya, Arema FC, Persik Kediri, dan Madura United.

Sebagai barometer sepak bola nasional, provinsi paling timur di Pulau Jawa ini memiliki kekuatan yang tak boleh dianggap remeh.

Advertisement

Tiga dari empat klub yang bersaing di kasta tertinggi setidaknya pernah mengecap gelar juara liga.

Meskipun Persib Bandung menguasai kompetisi tiga musim terakhir, tanda-tanda kebangkitan klub Jawa Timur terlihat di Piala Presiden lalu.

Arema FC dan Persebaya berhasil lolos ke semifinal menghadapi lawan-lawan dari ASEAN. Tak sampai di situ saja, Persebaya bahkan merusak hegemoni Persib di laga puncak.

Klub berjulukan Green Force tersebut berhasil membawa pulang gelar juara usai menumbangkan sang jawara liga dalam drama adu penalti.

Lantas, seberapa besar kekuatan representasi Jawa Timur ini menjelang kompetisi baru? Menilik dari laga uji coba hingga rekrutan baru di awal musim, berikut ulasan khas Bola.com.

 
 

Persebaya Surabaya Menuju Satu Dekade

Para pemain, pelatih, dan ofisial Persebaya Surabaya berpose bersama trofi usai memastikan diri menjadi juara Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026). Bajul Ijo mengunci gelar perdana setelah mengalahkan Persib Bandung 6-5 lewat adu penalti usai bermain imbang 1-1 hingga babak tambahan waktu. (KapanLagi.com/Budy Santoso)

Perayaan 100 tahun berdirinya Persebaya Surabaya akan terjadi pada tahun depan. Gelar juara BRI Super League 2026/2027 menjadi target realistis yang digaungkan manajemen klub kebanggaan arek-arek Suroboyo itu.

Selama laga uji coba, Persebaya tak terkalahkan dalam lima laga. Mereka berhasil menyikat wakil Thailand, Port FC, dan mengalahkan klub Malaysia, Penang FC, untuk menunjukkan kekuatan baru mereka.

Pelatih Bernardo Tavares memang diberikan kesempatan untuk membangun ulang skuad Persebaya.

Keberadaan Reza Arya, Yuran Fernandes, Diogo Ramalho, hingga Ramadhan Sananta semakin menguatkan fondasi yang sudah dibangun.

Prediksi peringkat: 3 Besar


Arema FC Mengejar Ketertinggalan

Arema FC. (Dok Arema FC)

Di penjuru Jawa Timur lainnya, Arema FC diam-diam membangun kekuatan yang menjanjikan. Marcos Santos tetap dipercaya sebagai pelatih utama sekaligus mendapatkan mandat untuk membangkitkan Singo Edan.

Pemenuhan kedalaman skuad menjadi salah satu fokus utama saat menghadirkan rekrutan lokal macam Alfeandra Dewangga, Robi Darwis, hingga Mauro Zijlstra.

Walau begitu, masih terselip kekhawatiran akan kepergian Dalberto Belo dan Joel Vinicius sebagai penggedor utama musim lalu.

Namun, komposisi skuad yang sudah jauh lebih matang memungkinkan fleksibilitas taktik yang diperlukan pelatih asal Brasil tersebut.

Hal ini tampak saat Arema FC berlaga di Piala Presiden saat harus menghadapi perwakilan negara tetangga, yakni DPMM FC (Brunei Darussalam) dan Tampines Rovers (Singapura).

Prediksi peringkat: 8 Besar


Revolusi Persik Kediri

Ilustrasi Persik Kediri. (Bola.com/AI)

Bergeser ke kota tetangga, Persik Kediri melakukan persiapan dalam 'senyap'. Macan Putih memilih melawat ke Malaysia untuk melakukan persiapan akhir jelang kompetisi.

Rekrutmen Macan Putih juga terhitung menjanjikan. Zanadin Fariz dan Althaf Indie diboyong dari Persis Solo, Fransiskus Alessandro dari Madura United dan Eduardo Barbosa dari PSBS Biak.

Pelatih Marcos Reina tampak mendapatkan pemain yang sesuai karakter permainannya yang mengedepankan ball-possession.

Hanya saja, sedikit sekali tim yang mampu menggebrak papan atas dengan game model seperti ini.

Prediksi peringkat: 12 Besar


Madura United Siaga Satu

Ilustrasi Madura United. (Bola.com/AI)

Berbeda dengan tiga klub lain, Madura United tak banyak melakukan perombakan. Namun, itu juga yang jadi permasalahan mengingat buruknya performa musim lalu.

Kepergian Junior Brandao dan Fransiskus Alessandro menjadi handicap terbesar. Keduanya merupakan sosok dibalik moncernya lini depan Laskar Sape Kerrap di putaran kedua musim lalu.

Walau begitu, kepulangan Jaja untuk menggantikan Kerim Palic bisa berdampak positif.

Mantan penggawa Timnas Brasil U-20 dikenal jadi sosok sentral dalam permainan Madura United beberapa tahun silam.

Prediksi peringkat: 16 Besar

Berita Terkait