McLaren Ragu dengan Klaim Anggaran Mercedes di Formula 1

Andrea Stella melayangkan keraguan terbuka terhadap klaim finansial yang disampaikan kubu Mercedes.

BolaCom | Farrel Mido DestianoDiterbitkan 27 Agustus 2026, 21:15 WIB
Pembalap Mercedes asal Inggris, George Russell (kiri), berbincang dengan pembalap McLaren asal Inggris, Lando Norris, setelah sesi kualifikasi F1 Grand Prix Belanda di Zandvoort, Belanda, Sabtu, 22 Agustus 2026. (Foto AP/Darko Bandic)

Bola.com, Jakarta - Suasana panas menyelimuti persaingan Formula 1 musim ini setelah bos tim McLaren, Andrea Stella, melayangkan keraguan terbuka terhadap klaim finansial yang disampaikan kubu Mercedes.

Ketegangan antar-tim papan atas ini mencuat seusai gelaran Grand Prix Belanda yang berhasil dimenangi oleh pembalap McLaren, Lando Norris.

Advertisement

Bos Mercedes, Toto Wolff, secara mengejutkan membuat pengakuan bahwa timnya tidak memiliki anggaran yang cukup untuk membawa peningkatan performa mobil secepat rival-rivalnya.

Klaim tersebut dinilai berbanding terbalik dengan agresivitas perkembangan tim pesaing. Ferrari dan McLaren terus menghadirkan paket pembaruan teknis pada beberapa balapan terakhir, sementara Red Bull juga tercatat aktif mengembangkan Jet Darat mereka sepanjang musim ini.


Dampak Keterlambatan Inovasi

Toto Wolff, Direktur Eksekutif Tim Mercedes AMG Petronas F1, tiba di Paddock sebelum sesi latihan menjelang Grand Prix F1 Kanada di Sirkuit Gilles-Villeneuve pada 22 Mei 2026 di Montreal, Quebec. (Minas Panagiotakis/Getty Images via AFP)

Sebaliknya, Mercedes tercatat terakhir kali membawa paket upgrade besar pada Grand Prix Kanada pada bulan Mei lalu.

Pengembangan besar berikutnya untuk mobil mereka dijadwalkan baru akan meluncur pada Grand Prix Bahrain di Malaysia pada awal Oktober.

Dampak keterlambatan inovasi tersebut mulai terlihat pada catatan statistik di lintasan.

Setelah berhasil menyapu bersih kemenangan di enam balapan pertama musim ini, performa Mercedes justru mengendur dengan hanya meraih dua kemenangan dari enam balapan terakhir.

"Kami tidak memiliki uang untuk terus menaruh pengembangan baru pada mobil," kata Wolff mengenai situasi anggaran timnya.

"Kami mencoba membaginya secara merata sepanjang musim berdasarkan perhitungan kapan kami bisa membawa pembaruan terbesar dan mengoptimalkan poin kejuaraan."


Tidak Percaya

McLaren mengonfirmasi pengunduran diri dari balapan F1 seri pembuka di GP Australia karena adanya anggota tim yang positif terjangkit virus corona. (AFP/Willian West)

Wolff menambahkan bahwa ketertinggalan dalam membawa pembaruan akan langsung berdampak pada catatan waktu di lintasan.

Menurut perhitungan tim, setiap paket upgrade dari tim papan atas mampu memberikan keuntungan beberapa sepersepuluh detik per putaran.

"Tapi kami hanya bisa melakukan apa yang bisa kami lakukan, itulah mengapa ini disebut perlombaan pengembangan," lanjut Wolff. "Jadi, ya, perjalanan kami saat ini terasa jauh lebih berat dibandingkan pada awal tahun."

Namun, klaim keterbatasan dana dari pihak Silver Arrows tersebut ditanggapi dengan nada skeptis oleh Kepala Tim McLaren, Andrea Stella. Stella meyakini bahwa Mercedes sebenarnya memiliki ruang anggaran dan kapabilitas teknis yang cukup untuk terus membawa pembaruan.

“Aku ingin mempercayaimu, tapi sebenarnya aku tidak mempercayaimu. Aku tidak percaya, karena berkat regulasi unit tenaga tahun 2027, semua tim akan mendapat kelonggaran dalam pelaporan mereka terkait batas biaya,” ujar Stella.

Berita Terkait