Jose Mourinho Punya Satu Posisi Ideal untuk Federico Valverde di Real Madrid

Jika selama beberapa musim terakhir Valverde dikenal sebagai pemain serbabisa yang dapat ditempatkan di berbagai posisi, Mourinho justru ingin sang kapten fokus bermain di lini tengah.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 29 Agustus 2026, 21:00 WIB
Selebrasi Federico Valverde dalam laga Real Madrid vs Elche di Liga Spanyol, Minggu (15/3/2026). (AP Photo/Manu Fernandez)

Bola.com, Jakarta - Jose Mourinho tampaknya memiliki pandangan berbeda mengenai posisi Federico Valverde di Real Madrid.

Jika selama beberapa musim terakhir Valverde dikenal sebagai pemain serbabisa yang dapat ditempatkan di berbagai posisi, Mourinho justru ingin sang kapten fokus bermain di lini tengah.

Advertisement

Valverde telah menjadi salah satu pemain terpenting Real Madrid dalam beberapa tahun terakhir. Namun, pemain asal Uruguay tersebut nyaris tidak pernah terpaku pada satu posisi.

Sejumlah pelatih sebelumnya memanfaatkan fleksibilitas Valverde untuk memenuhi kebutuhan tim.

Valverde pernah dimainkan sebagai bek sayap, gelandang bertahan, gelandang serang, hingga winger.

Kemampuan tersebut membuat Valverde kerap menjadi semacam "Swiss Army knife" bagi Real Madrid.

Namun, menurut laporan MARCA, Mourinho tidak terlalu menyukai penggunaan Valverde di berbagai posisi.

Pelatih asal Portugal tersebut melihat sang pemain sebagai seorang gelandang dan ingin memaksimalkan potensinya dari area tengah lapangan.

Secara lebih spesifik, Mourinho tampaknya melihat Valverde sebagai gelandang tengah yang bermain lebih dalam.

 
 

Valverde Jadi Andalan di Double Pivot

Pemain Real Madrid, Federico Valverde, merayakan gol yang dicetak ke gawang Manchester City pada laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu (12/3/2026). (AP Photo/Jose Breton)

Pandangan Mourinho itu terlihat dari komposisi Real Madrid pada awal musim. Valverde selalu menjadi starter dan ditempatkan sebagai bagian dari double pivot bersama Bernardo Silva.

Keputusan tersebut memberikan Valverde peran yang lebih jelas di lini tengah. Ia bertugas membantu membangun serangan sekaligus memberikan perlindungan kepada lini belakang.

Hasilnya pun cukup positif. Valverde menunjukkan performa impresif sejak awal musim dan mampu memberikan kontribusi dalam berbagai aspek permainan.

Ketika menghadapi Real Sociedad, misalnya, Valverde mencatatkan tiga aksi defensif, dua recovery, dan satu intersepsi.

Ia juga tidak pernah berhasil dilewati lawan melalui dribel sepanjang pertandingan. Selain itu, Valverde memenangkan dua duel dan menyelesaikan 93 persen operannya.

Kontribusinya tidak berhenti pada pekerjaan defensif. Sang kapten juga memberikan assist untuk Kylian Mbappe serta melepaskan dua tembakan ke arah gawang.

Statistik tersebut memperlihatkan bahwa Valverde mampu memberikan keseimbangan ketika dimainkan lebih dalam di lini tengah.


Kembalinya Tchouameni Bisa Mengubah Situasi

Aurelien Tchouameni. Thomas COEX / AFP

Keputusan Mourinho memainkan Valverde sebagai gelandang bertahan juga tidak terlepas dari situasi skuad Real Madrid saat ini.

Aurelien Tchouameni sedang mengalami cedera sehingga belum dapat menjadi pilihan utama.

Padahal, gelandang asal Prancis tersebut selama ini merupakan pilihan utama Real Madrid untuk posisi pivot.

Tchouameni bahkan diperkirakan menjadi pemain yang dipilih Mourinho untuk menemani Bernardo Silva dalam skema double pivot.

Absennya Tchouameni secara tidak langsung memberikan kesempatan kepada Valverde untuk mendapatkan kepercayaan lebih besar dari Mourinho.

Pemain Uruguay itu kemudian berhasil memanfaatkannya dengan tampil konsisten. Namun, situasi tersebut berpotensi berubah ketika Tchouameni kembali.


Persaingan Lini Tengah Semakin Ketat

Kembalinya Tchouameni akan menjadi ujian menarik bagi Mourinho dalam menentukan komposisi lini tengah Real Madrid.

Sementara di satu sisi, Tchouameni memiliki pengalaman sebagai gelandang pivot dan telah lama menjalankan peran tersebut di Madrid.

Di sisi lain, Valverde sudah menunjukkan dirinya mampu menjalankan tugas serupa dengan baik.

Mourinho sendiri tampaknya sudah memiliki pandangan yang jelas mengenai posisi terbaik Valverde.

Dengan opsi yang kini lebih meyakinkan di posisi bek kanan maupun winger kanan, kebutuhan untuk menggunakan Valverde di area tersebut semakin berkurang.

Pelatih asal Portugal itu ingin mendapatkan kontribusi maksimal Valverde di lini tengah, tempat yang dianggap paling cocok dengan karakter dan kemampuannya.

Menarik untuk melihat bagaimana Mourinho menyusun lini tengah ketika Tchouameni sudah sepenuhnya pulih.

Apakah Valverde tetap menjadi partner Bernardo Silva, atau justru harus kembali berbagi menit bermain dengan Tchouameni?

Yang jelas, awal musim ini telah menunjukkan bahwa Valverde mampu menjalankan peran sebagai gelandang tengah secara efektif.

Jika Mourinho konsisten dengan visinya, era Valverde sebagai pemain serbabisa di Real Madrid mungkin perlahan akan berakhir.

Sumber: Madrid Universal

Berita Terkait