NBA Menjatuhkan Denda Rp 490 Miliar kepada Los Angeles Clippers dan Skorsing Pemilik Steve Ballmer

Los Angeles Clippers dihukum denda Rp 490 miliar dan kehilangan hak draft akibat kasus Kawhi Leonard

BolaCom | ThomasDiterbitkan 03 September 2026, 14:47 WIB
Guard Los Angeles Clippers John Wall (11) guard Paul George (13) forward Kawhi Leonard (2) dan forward Norman Powell (24) menyaksikan aksi pertandingan melawan Minnesota Timberwolves selama babak kedua di Crypto.com Arena. (Dok. Today Sports)

Bola.com, Jakarta - Los Angeles Clippers kini menghadapi konsekuensi serius dari National Basketball Association (NBA) setelah hasil investigasi terkait kasus Kawhi Leonard diumumkan. Klub ini dijatuhi denda sebesar 30 juta dolar Amerika Serikat, yang setara dengan sekitar Rp 490 Miliar, dan kehilangan lima pilihan putaran pertama dalam draf pemain.

Sanksi tersebut diberikan setelah ditemukan bahwa Clippers dan Kawhi Leonard telah melanggar aturan penghindaran batas gaji (salary cap circumvention rules) yang diatur dalam Perjanjian Perundingan Bersama (CBA) liga dengan Asosiasi Pemain Bola Basket Nasional (NBPA).

Advertisement

"NBA mengumumkan hari ini bahwa LA Clippers dan Kawhi Leonard telah dihukum karena melanggar aturan penghindaran batas gaji yang tercantum dalam Perjanjian Perundingan Bersama (CBA) liga dengan Asosiasi Pemain Bola Basket Nasional (NBPA)," demikian pernyataan resmi dari NBA pada Rabu (2/9/2026).


Denda Fantastis dan Pencabutan Hak Draft

Kawhi Leonard (kanan) merupakan salah satu pemain terbaik tim Los Angeles Clippers saat ini dengan rataan 24 poin per game. Ia terkenal membawa keberuntungan bagi tim yang dibelanya dengan langsung membawa timnya menjadi kandidat juara. (Foto: Getty Images via AFP/Douglas P. Defelice)

Denda sebesar 30 juta dolar Amerika Serikat yang dikenakan kepada Los Angeles Clippers menandai salah satu sanksi finansial terbesar dalam sejarah NBA. Hukuman ini secara langsung berkaitan dengan skandal batas gaji yang melibatkan perekrutan bintang mereka, Kawhi Leonard.

Selain denda yang signifikan, Clippers juga harus merelakan lima pilihan putaran pertama mereka dalam draf pemain. Hak draft yang dicabut meliputi satu pilihan di setiap draf NBA dari tahun 2029 hingga 2033.

Pencabutan hak draft ini merupakan pukulan telak bagi strategi pembangunan tim jangka panjang, membatasi kemampuan klub untuk merekrut talenta muda di masa mendatang.


Skorsing Pemilik dan Bantahan Awal Klub

Tidak hanya klub, pemilik Los Angeles Clippers, Steve Ballmer, turut menerima sanksi pribadi berupa skorsing selama satu tahun dari semua aktivitas liga dan tim. Skorsing ini dijatuhkan karena Ballmer "secara sadar" berupaya membantu Leonard mendapatkan peluang pendapatan di luar lapangan dan menyetujui kesepakatan bisnis yang ia ketahui sebagai prasyarat bagi perusahaan Aspiration untuk membuat perjanjian dukungan dengan Leonard.

Selain itu, Presiden Operasional Bisnis Gillian Zucker juga diskors tanpa bayaran selama satu tahun, sementara Presiden Operasional Bola Basket Lawrence Frank diskors selama enam bulan karena keterlibatan mereka dalam skema tersebut. Kawhi Leonard sendiri diwajibkan membayar denda sebesar 700.000 dolar Amerika Serikat atas pelanggaran yang dilakukannya.

Sebelum pengumuman sanksi ini, pihak Clippers telah berulang kali menyatakan bahwa mereka tidak melakukan kesalahan apa pun dan berharap akan dibebaskan dari segala tuduhan. Namun, hasil investigasi NBA membuktikan sebaliknya, menguatkan komitmen liga untuk menindak tegas setiap pelanggaran, terlepas dari status atau ukuran tim yang terlibat.

Berita Terkait