Jorge Martin Tak Gentar meski Marc Marquez Terus Mengejar di MotoGP 2026

Jorge Martin tegaskan tak gentar dikejar Marc Marquez dalam perebutan gelar MotoGP 2026.

BolaCom | Arif Anggara MulyaDiterbitkan 03 September 2026, 18:45 WIB
Pembalap Aprilia Racing asal Spanyol, Jorge Martin, merayakan kemenangannya di podium setelah memenangkan balapan Sprint Grand Prix MotoGP Prancis di Le Mans, Prancis barat laut, pada 9 Mei 2026. (Loic VENANCE/AFP)

Bola.com, Jakarta - Jorge Martin masih memimpin klasemen MotoGP 2026, meski mengakui dirinya masih berada dalam proses belajar bersama Aprilia. Ia bahkan menyebut situasi tersebut sebagai sesuatu yang "gila".

Martin sebelumnya meraih kemenangan ganda di Le Mans. Setelah itu, pembalap Spanyol itu hanya meraih satu kemenangan Sprint dalam 16 balapan dan gagal naik podium di Aragon.

Advertisement

Meski begitu, Martin tetap optimistis performa Aprilia dan dirinya akan kembali menemukan bentuk terbaik. Ia juga tetap optimistis bisa mempertahankan keunggulan atas Marquez dalam perebutan gelar MotoGP.

Martin absen pada MotoGP Aragon musim lalu karena cedera. Namun, ia tidak menganggap hal itu sebagai alasan atas kesulitannya di Aragon tahun ini, ketika finis kelima pada Sprint dan balapan utama.

"Itu bukan alasan karena ada beberapa balapan yang tidak saya ikuti tahun lalu, tetapi saya tetap bisa tampil cepat," ujar Jorge Martin kepada MotoGP.com dan dilansir Crash.


Tetap Butuh Bantuan

Jorge Martin dari Tim Aprilia Racing memeriksa rem motornya saat meninggalkan pit selama sesi latihan bebas kedua di Grand Prix MotoGP Catalunya di sirkuit Catalunya di Montmelo, dekat Barcelona, ​​pada 16 Mei 2026. (Lluis GENE/AFP)

Martin mengakui dirinya mengalami kesulitan di Aragon. Timnya juga berusaha menjaga semuanya tetap sederhana dengan tidak terlalu banyak mengubah motor.

Namun, ia merasa masih membutuhkan bantuan untuk mendapatkan hasil lebih baik.

"Bahkan Marco (Bezzecchi), yang menurut saya hampir menjadi favorit, juga mengalami kesulitan selama balapan," lanjut Martin.

Menurut rider berusia 28 tahun itu, situasi seperti itu merupakan bagian dari persaingan dalam satu musim. Aprilia tidak selalu berada dalam kondisi yang sama pada setiap seri.

"Beberapa balapan, kami (Aprilia) lebih baik. Pada beberapa balapan lainnya, kami lebih buruk," katanya.


Sambut Misano dengan Optimistime

Jorge Martin beraksi di MotoGP Prancis 2026 (AFP)

Martin memilih mengambil pelajaran dari hasil tersebut dan membangun kembali kecepatan serta kepercayaan dirinya. Ia kemudian menatap seri berikutnya di Misano dengan optimisme.

"Yang terpenting adalah belajar, terus membangun kecepatan dan kepercayaan diri, lalu menuju seri berikutnya dengan optimisme," ujar Martin.

Juara dunia 2024 itu juga memiliki keyakinan terhadap peluangnya di Misano. Martin menyukai karakter sirkuit tersebut dan menilai tingkat grip yang tinggi bisa sesuai Aprilia serta gaya balapnya.

"Misano adalah trek yang sangat saya sukai, tempat kami memiliki banyak grip. Saya pikir dengan Aprilia dan gaya saya, kami bisa bangkit dan kembali cepat," tuturnya.


Martin Tak Gentar jika Marquez Mendekat

Pembalap asal Spanyol dari tim Aprilia Racing, Jorge Martin (depan kiri), dan pembalap asal Spanyol dari tim Ducati Lenovo, Marc Marquez (depan kanan), berpartisipasi dalam balapan MotoGP Grand Prix Inggris di Sirkuit Silverstone, Inggris bagian tengah, pada 9 Agustus 2026. (Glyn KIRK/AFP)

Martin telah memimpin klasemen MotoGP sejak seri Assen. Menjelang MotoGP Misano, ia unggul 19 poin atas Marc Marquez dan 24 poin atas Marco Bezzecchi.

Secara matematis, ketiga pembalap tersebut masih memiliki peluang untuk menjadi pemuncak klasemen setelah seri di Misano berakhir.

"Saya pikir Marco dan Marc sama-sama merupakan pesaing gelar bersama saya," kata Martin.

Martin mengaku heran masih mampu memimpin klasemen meski dirinya masih dalam proses belajar bersama Aprilia.

"Saya merasa, meski masih dalam proses belajar, saya memimpin. Jadi, ini gila. Saya sangat senang. Saya pikir mulai sekarang saya bisa mempertahankan kepemimpinan itu, bahkan jika Marc mengejar," ujar mantan pembalap Pramac Racing tersebut.

Martin percaya masih ada sejumlah balapan yang cocok untuknya. Pengalaman dan pelajaran yang didapat selama 14 balapan sebelumnya diharapkan dapat membantunya menghadapi persaingan perebutan gelar.

 

Sumber: Crash

Berita Terkait