Jadwal Persib Super Padat, Umuh Muchtar Khawatir Pemain Cedera

Persib menjalani empat laga dalam 15 hari, Umuh Muchtar menyoroti risiko cedera.

BolaCom | Erwin SnazDiterbitkan 03 September 2026, 21:45 WIB
Umuh Muchtar, Komisaris dan Manajer Persib Bandung. (Bola.com/Erwin Snaz)

Bola.com, Bandung - Persib Bandung bersiap menghadapi laga perdana BRI Super League 2026/2027 kontra PSM Makassar di Stadion GBLA, Kota Bandung, Minggu (6-9-2027).

Jelang pertandingan tersebut, Komisaris sekaligus manajer Persib, Umuh Muchtar, menyoroti padatnya jadwal yang harus dijalani Maung Bandung.

Advertisement

Seperti diketahui, usai melawan PSM, Marc Klok dkk. akan tandang ke markas Persija Jakarta pada 12 September, setelah itu ke Korea Selatan untuk melawan Seoul FC pada 16 September, kemudian langsung ke Jepara untuk menghadapi tuan rumah Persijap, pada 20 September.

Umuh Muchtar merasa khawatir terhadap kondisi fisik pemain lantaran harus menjalani rangkaian pertandingan dan perjalanan dalam waktu yang sangat berdekatan.


Risiko Cedera

Mariano Peralta bersama Persib Bandung saat menghadapi Manilla Digger di play-off ACL 2 2026/2027 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Senin (31-8-2026). (Dok. ileague.id)

Yang makin mengkhawatirkan Umuh, setelah pulang dari Korea Selatan, Persib disebut tidak akan langsung kembali ke Bandung. Tim akan langsung menuju Jepara untuk menjalani agenda berikutnya.

"Ini memang sangat padat. Yang saya khawatirkan ada pemain yang cedera. Tapi, mudah-mudahan tidak ada," kata Umuh Muchtar di lapangan pendamping Stadion GBLA, Kota Bandung, Kamis (3-9-2026).

Menurutnya, perjalanan panjang dan minimnya waktu pemulihan dapat membuat pemain mengalami kelelahan. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi performa sekaligus meningkatkan risiko cedera.

"Ini juga sangat capek, sangat lelah. Harusnya ada jeda, minimal satu hari lagi, dua hari lagi. PSSI harusnya bisa mengatur seperti itu," ujar Umuh Muchtar.


Harus Ada Jeda

Persib Bandung dalam sesi latihan. (Dok. ileague.id)

Umuh berharap jadwal pertandingan dapat disusun dengan mempertimbangkan waktu pemulihan pemain.

Apalagi, Persib tidak hanya menjalani pertandingan domestik, tetapi juga membawa nama Indonesia ketika tampil di luar negeri.

"Tidak bagus kalau ada pertandingan-pertandingan cuma jeda dua hari. Apalagi ini kami membawa nama Indonesia dan pergi ke luar negeri, ke Korea. Bukan dekat," ucapnya.

"Perjalanan lelah, harusnya ada spare waktu. Dikasihlah dua hari minimal mereka istirahat supaya normal. Sebetulnya dua hari juga belum tentu cukup karena keluar dari Korea itu pasti sangat lelah," imbuh Umuh.

Berita Terkait