Pelatih Tunggal Putri Indonesia Berharap Ada Kejutan di Asian Games 2026

Fokus utama program latihan Timnas tunggal putri Indonesia adalah mempertajam aspek teknik permainan.

BolaCom | Farrel Mido DestianoDiterbitkan 10 September 2026, 17:50 WIB
Pelatih kepala tunggal putri PP PBSI Imam Tohari mendampingi Putri Kusuma Wardani atau Putri KW di Malaysia Open 2025 yang berlangsung di Axiata Arena, Kamis (9/1/2025). (foto: PP PBSI)

Bola.com, Jakarta - Tim tunggal putri bulutangkis Indonesia terus mematangkan persiapan menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang akan digelar di Jepang pada 19 September hingga 4 Oktober.

Pelatih tunggal putri Indonesia, Imam Tohari, menegaskan fokus utama program latihan saat ini adalah mempertajam aspek teknik permainan anak-anak asuhannya. Dia juga berharap ada kejutan di Asian Games 2026 nanti. 

Advertisement

Langkah memperkuat stamina dan teknik ini dinilai amat krusial agar para pebulutangkis Indonesia mampu tampil dominan serta mengunci kemenangan saat bersaing di lapangan.

Imam menjelaskan evaluasi menyeluruh dari kejuaraan terdahulu menjadi rujukan utama dalam menyusun strategi pemenangan tersebut.

"Persiapan khusus pasti ada. Jadi, untuk segi tekniknya itu, setelah dari Kejuaraan Dunia, saya fokuskan ke teknik gimana caranya menang," ujar Imam Tohari saat menghadiri acara Media Day Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta, Kamis (10/9/2026), seperti dikutip dari Antara


Kondisi Fisik Para Atlet di Level Prima

Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani berpose setelah mengalahkan wakil Kanda, Michelle Li dalam laga 16 besar Indonesia Open 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (04/06/2026). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Pada Asian Games 2026, tim Merah Putih mengandalkan dua pilar utama tunggal putri, yakni Putri Kusuma Wardani dan Thalita Ramadhani Wiryawan, di nomor perseorangan.

Sementara itu, dua pemain muda Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi dan Mutiara Ayu Puspitasari diproyeksikan memperkuat kedalaman skuad beregu putri.

Imam menyampaikan bahwa kondisi fisik para atlet berada dalam level yang prima.

Namun, kematangan eksekusi taktik tetap menjadi porsi latihan terbesar demi memastikan seluruh skenario permainan dapat diterapkan secara efektif saat menghadapi lawan.

Instruksi khusus juga diberikan kepada para pemain untuk mengasah ketenangan dan ketepatan pengambilan keputusan pada momen-momen kritis.

"Saya selalu tekankan itu teknik untuk menang, terutama saat kondisi poin-poin yang krusial," tegas Imam.


Persiapan Jelang Asian Games

Tunggal putri Indonesia Thalita Ramadhani Wiryawan menumbangkan Emili Parsim 21-5 dan 21-5 dalam laga terakhir Grup E Kejuaraan Dunia Beregu Junior 2023 di The Podium Arena, Spokane, Washington, Amerika Serikat, Rabu (27/9) siang waktu setempat. (foto: PBSI)

Rangkaian pemusatan latihan singkat tersebut difokuskan untuk mematangkan penyesuaian terhadap cuaca, suhu, serta arah angin di dalam lapangan.

Sesuai jadwal resmi pertandingan, nomor beregu putri akan bergulir terlebih dahulu pada 20–24 September, disusul oleh nomor perseorangan tunggal putri pada 25–29 September.

Performa awal di nomor beregu dianggap sangat krusial karena hasil yang diraih dinilai mampu membentuk dinamika mental dan kepercayaan diri para pemain.

Modal berharga telah digenggam oleh tim beregu putri Indonesia setelah sukses menyabet medali perunggu pada ajang Uber Cup 2026.

Pencapaian manis tersebut memberikan motivasi bertanding skuad Merah Putih dalam menatap persaingan ketat di Asia.

Imam optimistis kejutan serupa dapat kembali diukir pada ajang Asian Games mendatang. "Hasil di Uber Cup menjadi modal dan motivasi bagi para pemain. Saya berharap kejutan prestasi seperti itu dapat ditorehkan lagi di Asian Games," tambahnya.

Sumber: Antara

 

Berita Terkait