Setelah Membuka Pegadaian Championship, Ferry Paulus Jelaskan Alasan 10 Klub Disanksi Minus Poin, Persiba dan PSBS -4

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menjelaskan mengapa sepuluh klub Pegadaian Championship 2026/2027 memulai musim dengan poin minus.

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 12 September 2026, 09:15 WIB
Pembukaan Pegadaian Championship 2026/2027. (Bola.com/PSSI Pers).

Bola.com, Semarang - Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menjelaskan mengapa sepuluh klub yang berkiprah di Pegadaian Championship 2026/2027 memulai musim dengan minus poin.

Dari Grup A, PSIS Semarang minus satu, Persiraja Banda Aceh minus satu, Semen Padang minus satu, Sumsel United minus satu, dan Persiku Kudus minus dua.

Advertisement

Dari Grup B, Kendal Tornado FC minus satu, Persela Lamongan minus satu, Persipura Jayapura minus satu, Persiba Balikpapan minus empat, dan PSBS Biak minus empat.

Ferry baru saja menghadiri pembukaan Pegadaian Championship di Stadion Jatidiri, Semarang, pada Jumat (11/9/2026) yang mempertemukan PSIS kontra PSPS Pekanbaru.


Penjelasan Ferry Paulus

Direktur Utama I.League Ferry Paulus saat menghadiri seremoni BRI x I.League di SCTV Tower, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026). Emtek Group kembali ditetapkan sebagai official broadcaster BRI Super League 2026/2027, sementara BRI melanjutkan perannya sebagai sponsor utama kompetisi. (KLY/Budy Santoso)

Ferry mengungkapkan bahwa kesepuluh kesebelasan itu mendapatkan minus poin diakibatkan gagal memenuhi satu di antara syarat lisensi klub hingga perpindahan homebase.

"Ya, kan memang macam-macam. Selain yang lebih banyak itu sebenarnya di finansial, ya. Kemudian ada beberapa perpindahan homebase," ujar Ferry.

"Homebase itu sebenarnya yang paling fundamental adalah homebase yang didaftarkan dan areanya, area mana yang katakan kalau Jabodetabek ya seputar itu."

"Terus kemudian ada beberapa daerah misalnya di Kalimantan Timur ada Balikpapan, ada Samarinda, itu masih dalam area provinsi. Nah yang agak susah itu adalah di Jawa Tengah."

"Tapi sebagian besar di Jawa Tengah justru hampir tidak ada yang masalah. Yang masalah justru yang jauh-jauh, dari mungkin Jawa Tengah ke Jawa Timur, seperti itu," jelas Ferry.

 
 

PSBS Ditolak Berkompetisi

Selain itu, Ferry juga merespons sikap Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia atau APPI yang menolak keikutsertaan PSBS di Pegadaian Championship.

PSBS disebut APPI masih menunggak gaju beberapa personelnya sejak dua musim terakhir sesuai putusan NDRC Indonesia yang totalnya mencapai Rp2,2 miliar.

"Sebenarnya banned FIFA itu lebih kepada yang bermasalah di dalam pemain asing. Kemudian di dalam directive-nya FIFA itu klub tersebut tidak boleh mendaftarkan pemain kecuali pemain-pemainnya yang masih terdaftar di kompetisi sebelumnya," ungkap Ferry.

"Ada memang beberapa hukuman dari NDRC. Namun, NDRC ini kan ada banding, kemudian masih dalam proses negosiasi. Dan ada sebagian besar juga yang sudah dibayar. Jadi artinya buat I.League, semasa itu masih eh dalam koridor hukuman yang tidak melanggar, pasti kita izinkan," terangnya.

Berita Terkait