Eks Arsenal Blak-blakan soal Bukayo Saka: Dia Pemain Hebat, tetapi Belum Kelas Dunia

Mantan pemain sayap Arsenal, Jermaine Pennant, jelaskan alasan Bukayo Saka belum berstatus 'pemain kelas dunia'.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 13 September 2026, 18:45 WIB
Gelandang Arsenal asal Inggris #07, Bukayo Saka, merayakan gol kedua tim dari titik penalti dalam pertandingan Premier League antara Arsenal dan West Ham United di Stadion Emirates, London, pada 4 Oktober 2025. (HENRY NICHOLLS/AFP)

Bola.com, Jakarta - Bukayo Saka belum layak disebut sebagai pemain kelas dunia. Penilaian tersebut disampaikan mantan winger Arsenal, Jermaine Pennant.

Pennant menilai bintang Timnas Inggris itu masih perlu meningkatkan catatannya agar bisa sejajar pemain-pemain terbaik di posisinya.

Advertisement

Saka memang mengawali musim 2026/2027 dengan produktif. Pemain berusia 25 tahun itu mencetak gol untuk kali ketiga dalam empat pertandingan Premier League ketika Arsenal menang 2-0 atas Sunderland, Sabtu.

Sebelumnya, Saka juga mencatatkan namanya di papan skor saat menghadapi Coventry City dan Aston Villa.

Secara keseluruhan, ia telah membukukan 165 kontribusi gol dalam 318 pertandingan bersama Arsenal, dengan perincian 84 gol dan 81 assist.

Namun, perdebatan mengenai status Saka sebagai pemain kelas dunia belum berakhir.

Satu di antara alasannya adalah catatan gol sang winger yang tidak pernah menembus 12 gol dalam satu musim di semua kompetisi dalam dua musim penuh terakhir.


Pemain Kelas Dunia

Dalam laga PSG vs Liverpool, Kvaratskhelia kembali menjadi elemen penting di lini serang. Ia tampil lebih dominan pada babak kedua dengan sejumlah peluang berbahaya. (AFP/Anne-Christine)

Pennant menilai Saka masih berada satu tingkat di bawah dua winger Paris Saint Germain, Ousmane Dembele dan Khvicha Kvaratskhelia.

Menurutnya, keduanya telah menunjukkan standar yang layak menjadi acuan untuk kategori pemain kelas dunia.

"Saya pikir ada potensi untuk menjadi pemain kelas dunia, tetapi Anda harus melihat angkanya. Jika melihat pemain yang kita bicarakan di posisi yang sama, Ousmane Dembele yang akan memenangkan Ballon d'Or dan Khvicha Kvaratskhelia, itulah kelas dunia," ujar Pennant kepada Sports Mole.

Pennant kemudian mempertanyakan apakah Saka sudah pantas disandingkan dengan kedua pemain tersebut. Ia menilai performa dan statistik Saka masih perlu meningkat secara konsisten.

"Apakah Bukayo Saka berada dalam percakapan yang sama dengan kedua pemain itu? Saya rasa tidak. Sampai dia mencapai angka-angka tersebut, sampai dia melakukan apa yang mereka lakukan setiap pekan," lanjutnya.


Ukuran Penting

Bukayo Saka mengeksekusi penalti dan membawa Arsenal unggul 2-0 atas West Ham United dalam lanjutan Premier League 2025/2026 di Emirates Stadium, Sabtu (4/10/2025). (HENRY NICHOLLS / AFP)

Menurut Pennant, standar tersebut tidak hanya dapat dinilai dari kompetisi domestik. Performa di Liga Champions dan timnas juga menjadi ukuran penting untuk menentukan apakah seorang pemain sudah mencapai level kelas dunia.

"Meski berada di liga yang berbeda, Anda tetap bisa melihatnya di pertandingan Liga Champions, Anda juga melihatnya bersama tim nasional. Sampai kita melihat itu, saya rasa Anda belum bisa mengatakan dia pemain kelas dunia," tutur Pennant.

Meski begitu, Pennant tidak meragukan kualitas Saka. Ia menyebut pemain berusia 25 tahun tersebut sebagai pemain hebat dan masih memiliki peluang untuk mencapai level tertinggi.

"Apakah Anda bisa mengatakan dia pemain hebat? Tentu saja. Yang terbaik di dunia? Belum. Apakah dia bisa sampai ke sana? Ya, tentu saja. Tetapi, apakah dia sudah sampai di sana? Belum," tegasnya.


Masih di Bawah Dua Bintang PSG

Selebrasi Ousmane Dembele usai menjebol gawang Bayern Munchen, Kamis (7/5/2026) (AP Photo/Matthias Schrader)

Data dari kompetisi liga musim 2025/2026 juga memperlihatkan perbedaan catatan Saka dengan Dembele dan Kvaratskhelia dalam aspek menyerang.

Saka hanya unggul dalam satu kategori, yakni duel udara yang dimenangi per 90 menit. Sementara itu, Dembele mencatat angka terbaik dalam kategori gol dan assist per 90 menit.

Kvaratskhelia unggul dalam percobaan dribel dan dribel sukses per 90 menit. Pemain asal Georgia itu juga berada di posisi teratas dalam jumlah tembakan, tembakan tepat sasaran, serta persentase tembakan tepat sasaran.

Dalam tiga kategori terakhir tersebut, Saka berada di posisi ketiga dibandingkan ketiganya.

Dembele dan Kvaratskhelia juga mencatat statistik yang lebih baik daripada Saka, meski keduanya bermain dengan jumlah menit yang lebih sedikit dibandingkan pemain jebolan akademi Hale End tersebut.

Pada akhirnya, label pemain kelas dunia mungkin bukan menjadi perhatian utama Saka selama Arsenal mampu meraih lebih banyak gelar bergengsi.

 

Sumber: Sports Mole

Berita Terkait