Marco Bezzecchi Jatuh saat Memimpin MotoGP San Marino, Bukan karena Tekanan!

Marco Bezzecchi buka suara seputar kecelakaan yang menimpanya di MotoGP San Marino, Italia, Minggu (13-9-2026).

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 13 September 2026, 22:30 WIB
Pembalap Aprilia Racing asal Italia, Marco Bezzecchi, berkompetisi pada Grand Prix MotoGP San Marino di Sirkuit Dunia Misano Marco Simoncelli, di Misano Adriatico, Italia utara pada 13 September 2026. (Andreas SOLARO/AFP)

Bola.com, Jakarta - Marco Bezzecchi mengakui kecelakaan yang membuatnya gagal finis saat memimpin Grand Prix San Marino, Minggu (13-9-2026) terasa sangat menyakitkan.

Namun, pembalap Aprilia itu menegaskan insiden tersebut bukan akibat tekanan yang ia rasakan saat tampil di hadapan pendukung sendiri.

Advertisement

Bezzecchi mengawali balapan dari pole position setelah mencatat lap tercepat sekaligus memecahkan rekor dalam kualifikasi.

Ia kemudian mampu mempertahankan posisi pertama pada awal lomba dengan menutup jalur bagian dalam dan menahan Marc Marquez menuju Tikungan 1.

Keunggulan itu tidak bertahan lama. Bahkan sebelum menyelesaikan satu putaran penuh di Sirkuit Misano, Bezzecchi kehilangan bagian depan motor RS-GP miliknya di Tikungan 13.

Ia kemudian tergelincir dengan kecepatan tinggi hingga masuk ke area gravel.


Tertinggal 33 Poin

Pembalap Aprilia Racing asal Italia, Marco Bezzecchi (kanan) memimpin balapan pada Grand Prix MotoGP San Marino di Sirkuit Dunia Misano Marco Simoncelli, di Misano Adriatico, Italia utara pada 13 September 2026. (Andreas SOLARO/AFP)

Kesalahan itu membuat posisi di klasemen kejuaraan dunia pun ikut terpengaruh. Kini, ia tertinggal 33 poin dari Marquez dan Jorge Martin yang sama-sama berada di puncak, dengan delapan seri masih tersisa.

Bezzecchi mengakui hasil tersebut sulit diterima. Meski demikian, ia memilih melihat sisi positif dari penampilannya sepanjang akhir pekan.

"Jelas, kecepatan saya adalah hal yang bagus. Kualifikasi sangat bagus, sprint juga sangat bagus, dan start saya lebih baik dibandingkan kemarin," ujar Bezzecchi, dikutip dari Motorsport.

"Sekarang, ini sangat menyakitkan, tidak bisa disangkal. Namun, beginilah keadaannya dan kami seharusnya tidak terlalu fokus pada hal-hal negatif, melainkan pada hal-hal positif," imbuhnya.


Bantahan Bezzecchi

Bezzecchi juga tidak ingin terlalu lama larut dalam kegagalan di Misano. Seri berikutnya akan berlangsung di Austria sehingga ia memiliki waktu beberapa hari di rumah sebelum kembali menjalani persiapan.

"Kami beruntung segera menuju Austria, jadi kami akan mencoba bekerja selama beberapa hari di rumah," katanya.

Sebelum tampil di Misano, Bezzecchi datang dengan modal kemenangan di Grand Prix Italia pada Mei. Hasil di Mugello itu menjadi satu di antara pencapaian terbesar dalam kariernya.

Lantaran kembali tampil di balapan kandang, Bezzecchi juga mendapat ekspektasi untuk mengulangi hasil di Mugello sekaligus memperkuat persaingannya dengan Ducati dalam perebutan gelar.

Namun, ketika ditanya apakah tekanan untuk tampil di Misano membuatnya melakukan kesalahan, Bezzecchi menjawab tegas, Tidak."

Ia kemudian menjelaskan kesalahan seperti itu bisa saja terjadi di sirkuit mana pun.

"Ketika Anda start dari posisi pertama, Anda ingin menang. Jadi, tidak masalah apakah itu Misano atau di tempat lain," ujarnya.


Penyebab Kecelakaan

Bezzecchi tampil cepat sepanjang akhir pekan, terutama di sektor ketiga Misano. Di bagian itu, ia mampu mendapatkan sebagian besar keunggulannya atas para rival.

Ironisnya, sektor tersebut pula yang menjadi lokasi kecelakaannya. Kesalahan Bezzecchi membuat Marquez mengambil alih pimpinan lomba dan akhirnya meraih kemenangan kelimanya dalam tujuh balapan.

Bezzecchi menjelaskan masalah terjadi ketika ia memasuki Tikungan 13.

"Semua berjalan dengan baik, tetapi saya melakukan kesalahan di Tikungan 13 dan kehilangan bagian depan," katanya.

Menurut Bezzecchi, kondisi bahan bakar juga membuatnya harus lebih cermat ketika melakukan pengereman.

"Ketika tangki bahan bakar penuh, Anda harus mengatur titik pengereman sedikit lebih baik. Saya sempat mengalami sedikit guncangan di bagian cepat sehingga ketika mengerem saya tidak menutup jalur dengan sempurna, dan akhirnya kehilangan bagian depan," jelas rider berusia 27 tahun itu.

Bezzecchi juga memberikan kabar awal mengenai kondisi cedera pada tulang selangka dan lututnya setelah kecelakaan tersebut. Ia mengatakan belum melihat tanda-tanda bahwa insiden itu memperparah kedua cedera tersebut.

"Sepertinya baik-baik saja. Sekarang adrenalin masih terasa, jadi malam ini saya akan bisa memahaminya dengan lebih baik. Mungkin besok pagi. Namun, itu bukan kecelakaan besar," ujarnya.

 

Sumber: Motorsport

Berita Terkait