Pemain Termahal di Real Madrid Jarang Dimainkan, Jose Mourinho Tak Merasa Tertekan

Pemain berusia 19 tahun itu datang ke Santiago Bernabeu sebagai pemain termahal sepanjang sejarah Real Madrid dengan nilai 125 juta euro.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 14 September 2026, 08:15 WIB
Bek asal Turki milik Schalke bernomor punggung 43, Mertcan Ayhan (kiri), dan penyerang asal Pantai Gading milik Real Madrid bernomor punggung 25, Yan Diomande, berebut bola dalam pertandingan persahabatan pramusim antara FC Schalke 04 dan Real Madrid di Gelsenkirchen, Jerman bagian barat, pada 16 Agustus 2026. (INA FASSBENDER/AFP)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, kembali memberi jawaban khasnya ketika ditanya mengenai tekanan untuk memainkan Yan Diomande. Pelatih Real Madrid asal Portugal itu mengaku terlalu berpengalaman untuk merasa tertekan.

Namun, situasi Diomande memang mulai menarik perhatian. Pemain berusia 19 tahun itu datang ke Santiago Bernabeu sebagai pemain termahal sepanjang sejarah Real Madrid dengan nilai 125 juta euro.

Advertisement

Ironisnya, Diomande justru lebih sering menjadi pemain cadangan pada awal kariernya bersama Los Blancos. Dari lima pertandingan pertama musim 2025/2026, ia baru satu kali dipercaya tampil sebagai starter.

Kondisi tersebut semakin menarik setelah Arda Guler tampil gemilang dari bangku cadangan ketika Real Madrid mengalahkan Rayo Vallecano 4-1.


Mourinho: Saya Terlalu Tua untuk Merasa Tertekan

Pelatih Real Madrid asal Portugal Jose Mourinho memberi isyarat saat memimpin sesi latihan di Stadion Alfredo di Stefano di Valdebebas, di pinggiran Madrid, pada 24 Juli 2026. (Javier SORIANO/AFP)

Ketika ditanya apakah dirinya mendapat tekanan untuk memainkan Diomande, Jose Mourinho memberikan jawaban yang sangat khas.

"Saya terlalu tua untuk merasa tertekan."

Pernyataan itu menunjukkan Mourinho tidak ingin keputusan terkait Diomande ditentukan harga transfer sang pemain.

Diomande memang datang dengan ekspektasi sangat besar. Florentino Perez menjadikannya sebagai bagian penting dari proyek era baru Real Madrid setelah kembali terpilih sebagai presiden klub.

Perez sebelumnya berjanji akan terus mendatangkan pemain-pemain bintang. Diomande bahkan diproyeksikan sebagai Galactico baru setelah Real Madrid menjalani dua musim tanpa trofi.

Namun, harga fantastis yang melekat pada pemain asal Pantai Gading itu justru membuat situasinya makin rumit.

Dengan nilai transfer 125 juta euro, Diomande lebih mahal daripada Jude Bellingham, Gareth Bale maupun Cristiano Ronaldo ketika mereka bergabung dengan Real Madrid.


Diomande Melempem, Guler Justru Bersinar

Selebrasi gol Arda Guler pada laga Real Madrid vs Pachuca di Piala Dunia Antarklub 2025 (AP Photo/Nell Redmond)

Diomande mendapat kesempatan menjadi starter saat Real Madrid menghadapi Rayo Vallecano. Namun, penampilannya selama 72 menit belum mampu memenuhi ekspektasi.

Ia hanya dua kali menyentuh bola di kotak penalti lawan dan mengakhiri pertandingan dengan catatan 0,04 expected goals (xG).

Sebaliknya, pemain yang menggantikannya, Arda Guler, justru memberikan dampak besar.

Guler hanya membutuhkan kurang dari 20 menit di lapangan untuk menciptakan lima peluang, sekaligus memberikan assist kepada Kylian Mbappe untuk gol keempat Real Madrid.

Penampilan itu membuat sejumlah media dan pengamat Real Madrid kembali memberikan sorotan kepada Guler.

Jurnalis sekaligus penggemar Real Madrid, Tomas Roncero, bahkan menyebut Guler sebagai "cahaya penuntun tim".

Sementara itu, MARCA mulai mendorong agar pemain asal Turki itu menjadi sosok yang tidak tergantikan di skuad Los Blancos.

Situasi tersebut tentu tidak ideal bagi Diomande. Pemain yang datang dengan status rekrutan termahal klub justru harus bersaing dengan Guler untuk mendapatkan tempat di sisi kanan.


Mourinho Akui Diomande Masih Harus Banyak Belajar

Mourinho tidak menutup mata terhadap kekurangan Diomande. Sang pelatih menilai pemain muda tersebut masih membutuhkan banyak waktu untuk berkembang.

"Dia belum bermain di level tinggi dalam waktu yang lama dan masih harus banyak belajar secara taktik."

Meski demikian, Mourinho tetap melihat potensi luar biasa dalam diri Diomande.

"Namun, dia memiliki potensi yang luar biasa. Dalam situasi satu lawan satu, umpan, dan tembakan."

Menurut Mourinho, Diomande memberikan banyak opsi bagi Real Madrid karena dapat bermain di beberapa posisi.

"Dia memberi kami banyak pilihan. Dia bisa bermain di posisi Vini, di kanan, Arda bisa bermain di sana, atau di posisi Bellingham. Saat ini, saya ingin membantu dia berkembang."

Diomande bahkan tidak dimainkan sama sekali ketika Real Madrid menghadapi Inter Milan pada pertandingan tengah pekan.

Mourinho kemudian mengisyaratkan keputusan tersebut berkaitan dengan upayanya mengontrol jalannya pertandingan.

Artinya, Mourinho tampaknya belum melihat Diomande sebagai pemain yang wajib selalu masuk starting XI.


Harga 125 Juta Euro Membuat Diomande Tak Bisa Lama di Bangku Cadangan

Harga 125 Juta Euro Membuat Diomande Tak Bisa Lama di Bangku Cadangan

Keputusan Real Madrid mendatangkan Diomande sebenarnya cukup mudah dipahami. Perez membutuhkan Galactico baru setelah dua musim tanpa trofi.

Posisi sayap kanan menjadi area yang paling memungkinkan untuk diperkuat tanpa mengganggu sejumlah pemain bintang yang sudah menjadi bagian penting tim.

Michael Olise kabarnya menjadi pilihan utama Perez. Namun, karena Bayern Munchen tidak ingin melepas pemain tersebut, Diomande akhirnya muncul sebagai alternatif.

Kemampuan Diomande bermain di sisi kanan maupun kiri juga menjadi nilai tambah, terutama di tengah ketidakpastian masa depan Vinicius Junior.

Diomande memang belum bisa disebut superstar. Ia baru menjalani musim terobosan di Bundesliga dan baru memiliki kurang dari 55 pertandingan di level senior.

Bahkan, debut profesionalnya bersama Leganes baru terjadi pada Maret 2025.

Meski demikian, catatan 12 gol di Bundesliga 2025/2026 serta ketertarikan Paris Saint-Germain (PSG) dan Liverpool menunjukkan bakat besar memang ada dalam dirinya.

Masalahnya, berkembang sebagai pemain muda di Real Madrid bukan perkara mudah. Apalagi Diomande datang dengan label pemain termahal sepanjang sejarah klub.

Untuk saat ini, Guler terlihat sebagai pilihan terbaik Mourinho di sisi kanan.

Perkembangan pemain Turki itu menjadi salah satu hal positif dari musim sebelumnya dan kini ia kembali menunjukkan kualitasnya.

Namun, situasi ini kemungkinan tidak akan berlangsung selamanya. Dengan investasi sebesar 125 juta euro, Perez tentu tidak ingin "Galactico" barunya hanya menjadi penghuni bangku cadangan dalam jangka panjang.

Di sini Mourinho menghadapi tantangan besar: mengembangkan Diomande tanpa mengorbankan performa Real Madrid yang sedang mengejar trofi.

Sumber: Sports Illustrated


Persaingan di La Liga Spanyol

Berita Terkait