Real Madrid Era Mourinho Dikritik Pelatih Spanyol, Tak Mampu Mengontrol Pertandingan

Pelatih Spanyol kritik Real Madrid era Mourinho, dianggap tak bisa mengontrol pertandingan.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 14 September 2026, 11:45 WIB
Para pemain Real Madrid merayakan gol ketiga yang dicetak oleh gelandang asal Inggris, Jude Bellingham (nomor punggung 5), dalam pertandingan Liga Spanyol antara Real Madrid CF dan Rayo Vallecano de Madrid di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, pada 13 September 2026. (Oscar DEL POZO/AFP)

Bola.com, Jakarta - Real Madrid memang kembali meraih kemenangan di La Liga setelah mengalahkan Rayo Vallecano dengan skor 4-1, Minggu (13-9-2026). Namun, penampilan tim asuhan Jose Mourinho itu belum sepenuhnya meyakinkan.

Sorotan terutama muncul setelah Real Madrid kehilangan kendali permainan pada babak kedua.

Advertisement

Situasi itu membuat performa mereka pada awal periode kedua Mourinho di Santiago Bernabeu kembali menjadi perhatian.

Satu di antara yang menyampaikan kritik adalah Abelardo. Mantan pelatih Sporting Gijon, Alaves, dan Espanyol tersebut menilai Real Madrid masih kesulitan mengontrol pertandingan ketika menghadapi lawan yang berani memainkan bola.

"Kadang-kadang mereka kehilangan kendali atas pertandingan. Hal itu juga terjadi saat melawan Inter. Memang benar mereka beberapa kali gagal memanfaatkan peluang, tetapi mereka tidak mampu mengendalikan pertandingan," ujar Abelardo kepada Movistar, seperti dilansir Defensa Central.


Tuntutan terhadap Pemain Ofensif

Kiper Rayo Vallecano, Emil Audero, menggagalkan peluang gol yang didapatkan penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, dalam lanjutan La Liga Spanyol di Santiago Bernabeu, Minggu (13/9/2026) dini hari WIB. (Oscar DEL POZO / AFP)

Abelardo juga menyoroti tuntutan terhadap para pemain ofensif Real Madrid. Menurutnya, pemain seperti Diomande, Vinicius Junior, Kylian Mbappe, dan Jude Bellingham tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan menyerang.

"Dengan semua pemain ofensif yang mereka miliki, mereka juga harus bekerja sebagai sebuah tim," lanjutnya.

Menurut Abelardo, persoalan itu makin berisiko ketika Real Madrid menghadapi tim yang berani menguasai bola.

Rayo Vallecano, yang tampil terbuka dan tidak memilih bertahan total, dinilai mampu memanfaatkan celah ketika permainan Real Madrid terpecah.

"Ketika tim terpecah dan menghadapi tim seperti Rayo, yang juga berani, ingin menguasai bola, dan tidak bersembunyi, situasinya bisa menjadi berbahaya," kata Abelardo.


Ketajaman Lini Depan Menutupi Masalah?

Pemain Real Madrid, Kylian Mbappe dan Alvaro Carreras, merayakan gol ke gawang Rayo Vallecano dalam lanjutan La Liga Spanyol di Santiago Bernabeu, Minggu (13/9/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Manu Fernandez)

Abelardo kemudian menyinggung peluang Rayo untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3.

Menurutnya, situasi seperti itu menunjukkan adanya persoalan yang bisa tertutupi ketika pemain depan Real Madrid mampu menyelesaikan peluang.

"Rayo memiliki beberapa peluang untuk membuat skor menjadi 3-2. Hati-hati, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Namun. pada akhirnya, seperti biasa, Mbappe muncul atau pemain yang saya sebutkan tadi menyelesaikan pertandingan dan menutupi masalah itu," ujar Abelardo.

Kekhawatiran mengenai kerja sama seluruh pemain dalam bertahan sebenarnya juga menjadi perhatian Mourinho. Pelatih asal Portugal itu berulang kali menekankan pentingnya tim bertahan sebagai satu kesatuan.

Mourinho pernah menjelaskan pandangannya mengenai hal tersebut setelah kemenangan atas Real Sociedad.


Pandangan Mourinho

Aksi Jose Mourinho pada laga Real Madrid lawan Espanyol pada pekan ke-2 La Liga 2026/2027 di RCDE Stadium - AP Photo/Joan Monfort

Pelatih asal Portugal mengatakan, pemain-pemain dengan kemampuan individu luar biasa tetap perlu diarahkan agar mampu bermain sebagai sebuah tim.

"Dalam karier saya, saya berkesempatan melatih tim dengan pemain-pemain luar biasa. Saya juga pernah melatih pemain bagus, tetapi bukan yang terbaik dari yang terbaik," tutur Mourinho.

"Saya selalu mengatakan bahwa para pemain seperti ini harus diajari bermain sebagai sebuah tim dan hanya perlu sedikit diajari dari sisi individual," imbuh mantan pelatih Inter, Manchester United, dan Chelsea itu.

Real Madrid selanjutnya menghadapi dua pertandingan sebelum jeda internasional pertama musim ini.

Mereka akan bertandang menghadapi Elche pada tengah pekan sebelum menjalani derbi melawan Atletico Madrid pada akhir pekan berikutnya.

 

Sumber: Madrid Universal

Berita Terkait