Juventus Kalah Dramatis dari Sassuolo, Guglielmo Vicario Murka: Jangan Cari Alasan!

Vicario terlihat sangat frustrasi dengan buruknya koordinasi pertahanan Juventus dalam situasi satu lawan satu tersebut.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 14 September 2026, 10:15 WIB
Kiper Juventus, Guglielmo Vicario. (Marco Bertorello / AFP)

Bola.com, Jakarta - Kiper Juventus, Guglielmo Vicario, tak bisa menyembunyikan kemarahannya setelah Bianconeri kalah dramatis 2-3 dari Sassuolo pada lanjutan Serie A di Mapei Stadium.

Juventus sebenarnya dua kali mampu bangkit setelah tertinggal lewat gol Sebastiano Esposito dan Kieron Bowie.

Advertisement

Edon Zhegrova menjadi penyelamat Bianconeri dengan mencetak dua gol solo yang membuat kedudukan kembali imbang.

Namun, Juventus justru kehilangan keseimbangan pada menit-menit akhir. Ketika seluruh pemain maju untuk memburu gol kemenangan, mereka malah dikejutkan serangan balik Sassuolo.

Vasilije Adzic memanfaatkan situasi tersebut dan mencetak gol kemenangan dengan sentuhan terakhir pertandingan.

Pemain yang merupakan milik Juventus tersebut sukses melepaskan tembakan melengkung melewati Douglas Luiz yang gagal menghentikannya.

Vicario terlihat sangat frustrasi dengan buruknya koordinasi pertahanan Juventus dalam situasi satu lawan satu tersebut.

 
 

Vicario Murka Juventus Kebobolan Gol Konyol

Duel Sassuolo kontra Juventus dalam laga giornata keempat Serie A Liga Italia di Mapei Stadium, Senin (14/9/2026) dini hari WIB. Sassuolo menang 3-2 dalam pertandingan tersebut. (Massimo Paolone/LaPresse via AP)

Vicario menilai Juventus seharusnya tidak kehilangan keseimbangan hanya karena ingin mengejar kemenangan.

"Ada rasa pahit yang luar biasa, karena saya memahami keinginan untuk memenangkan pertandingan. Kami adalah Juventus dan menjadi kewajiban kami untuk memburu kemenangan di setiap pertandingan," ujar Vicario kepada DAZN Italia.

"Namun, kami kehilangan keseimbangan dan kami sudah membicarakan hal ini sepanjang pekan."

Menurut Vicario, Juventus tidak seharusnya kebobolan dengan cara seperti itu, terutama karena mereka memiliki kualitas untuk mengontrol pertandingan.

"Juventus tidak boleh kebobolan dua gol seperti itu. Ini adalah klub dengan sejarah yang sangat gemilang dan kami tidak bisa membiarkan gol-gol seperti itu terjadi," tegasnya.

"Kami harus lebih tenang dan seimbang karena kami memiliki tim yang penuh kualitas dan kami akan mampu menciptakan peluang."


Dua Kali Bangkit, Juventus Malah Kehilangan Kontrol

Duel Sassuolo vs Juventus di Serie A Liga Italia, Senin (14/9/2026) dini hari WIB. (Massimo Paolone/LaPresse via AP)

Kekalahan tersebut terasa semakin menyakitkan karena Juventus sebenarnya mampu mengubah jalannya pertandingan.

Dua kali tertinggal, dua kali pula Bianconeri berhasil menyamakan kedudukan. Zhegrova menjadi pemain yang memberikan harapan melalui dua aksi individunya.

Namun, Juventus kembali kehilangan kontrol ketika pertandingan memasuki detik-detik terakhir. Vicario menilai hasil itu menghadirkan campuran antara kemarahan dan penyesalan.

"Menurut saya, keduanya. Kami sudah berhasil membalikkan keadaan untuk menguntungkan kami. Kami harus mampu mengontrol momen-momen seperti ini dengan lebih baik karena kami memiliki kualitas," jelasnya.

Kiper yang dipinjam dari Tottenham Hotspur tersebut mengingatkan bahwa Juventus harus memahami risiko ketika pertandingan memasuki fase akhir.

"Kami harus menyadari bahwa kami bisa mencetak gol pada detik terakhir, tetapi kami juga bisa kebobolan. Jadi, kami harus sedikit lebih berhati-hati," ujar Vicario.


Terulang Setelah Drama Lawan AC Milan

Kekalahan dari Sassuolo menjadi semakin mengecewakan karena Juventus sebenarnya baru saja mengalami situasi dramatis yang berbeda pada pekan sebelumnya.

Ketika menghadapi AC Milan, Bianconeri berhasil menyelamatkan satu poin berkat gol Federico Gatti yang masuk sebagai pemain pengganti dan mencetak gol penyeimbang pada menit-menit akhir. Namun, kali ini situasi berbalik 180 derajat.

Juventus yang berusaha mencari gol kemenangan justru kehilangan struktur pertahanan dan harus menerima hukuman lewat gol Adzic pada sentuhan terakhir pertandingan.

Vicario berharap pengalaman tersebut menjadi pelajaran bagi Juventus agar tidak kembali kehilangan keseimbangan ketika pertandingan memasuki momen krusial.


Kehilangan Locatelli Bukan Alasan

Juventus juga tengah menghadapi krisis cedera. Salah satu kehilangan terbesar adalah kapten Manuel Locatelli yang harus menepi selama empat hingga enam bulan setelah menjalani operasi meniskus.

Namun, Vicario menolak menjadikan absennya Locatelli sebagai alasan atas hasil buruk Juventus.

"Tentu saja, dia adalah pemain yang sangat fundamental bagi kami, tetapi kami tidak bisa bersembunyi di balik alasan-alasan tersebut," kata Vicario.

"Kami sedih kehilangan Manuel, tetapi ini adalah cedera jangka panjang dan kami juga memiliki pemain-pemain berkualitas di dalam skuad. Kami tidak bisa terus-menerus mencari alasan."

Bagi Vicario, Juventus harus segera melakukan evaluasi. Kualitas skuad bukan persoalan, tetapi bagaimana para pemain mampu menjaga ketenangan dan keseimbangan ketika pertandingan berada dalam situasi genting.

Kekalahan 2-3 dari Sassuolo menjadi peringatan keras bagi Bianconeri. Keinginan untuk menang memang wajib dimiliki, tetapi menurut Vicario, Juventus juga harus tahu kapan harus menyerang dan kapan harus menjaga keseimbangan.

Sumber: Football Italia


Persaingan di Serie A

Berita Terkait