Marc Marquez Akui Rivalnya Beri Hadiah Manis dalam Perburuan Gelar MotoGP 2026

Marc Marquez ungkap hadiah manis dari para rival dalam perburuan gelar MotoGP 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 14 September 2026, 13:15 WIB
Pembalap asal Spanyol, Marc Marquez dari tim Ducati Lenovo, merayakan kemenangannya setelah memenangi balapan MotoGP Grand Prix San Marino dan Rimini Riviera di Misano Adriatico, Italia, Minggu, 13 September 2026. (Foto AP/Antonio Calanni)

Bola.com, Jakarta - Marc Marquez kini berada di puncak klasemen MotoGP setelah memenangi Grand Prix San Marino di Misano, Minggu (13-8-2026

Pembalap Ducati itu mengakui persaingan perebutan gelar menjadi lebih menguntungkan baginya karena sejumlah rival melakukan kesalahan dalam beberapa balapan terakhir.

Advertisement

Kemenangan di Misano menjadi yang kelima bagi Marquez dalam tujuh seri terakhir.

Hasil tersebut membuat koleksi poinnya menyamai Jorge Martin, tetapi Marquez berhak berada di posisi teratas karena unggul jumlah kemenangan.

Marquez meraih hasil impresif sejak kembali dari cedera pada seri di Mugello, delapan balapan lalu.

Kecepatan, pengalaman, dan pemahamannya terhadap aspek teknis membuat pembalap Spanyol tersebut mampu menunjukkan performa kuat dalam persaingan gelar.


Faktor Keberuntungan

Pembalap Tim Lenovo Ducati, Marc Marquez, merayakan kemenangannya di penghujung Grand Prix MotoGP San Marino di Sirkuit Dunia Misano Marco Simoncelli, di Misano Adriatico, Italia utara pada 13 September 2026. (Andreas SOLARO/AFP)

Meski begitu, Marquez tidak menampik adanya faktor keberuntungan. Ia menilai para rivalnya, terutama duo Aprilia, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin, terlalu sering melakukan kesalahan setelah ia tertinggal 102 poin.

"Saya siap membalap di Mugello. Memang belum 100 persen, tetapi saya juga ingin mempersiapkan diri agar punya peluang memenangi balapan. Saya tidak memikirkan kejuaraan karena saat itu semuanya belum berada di tangan saya," ujar Marquez, dikutip dari Motorsport.

"Memang benar para lawan memberi saya hadiah. Ketika saya mencicipi hadiah itu, rasanya manis. Jadi, saya berusaha mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin dari gaya balap saya, motor saya, dan tim saya," lanjutnya.


Perubahan Besar

Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, berhasil meraih podium juara pada sprint race MotoGP Hungaria di Sirkuit Balaton Park, Balatonfokajar, Sabtu (06/06/2026) malam WIB. (AFP/FERENC ISZA)

Situasi Marquez sebelumnya jauh berbeda. Menjelang MotoGP Hungaria pada Juni yang menjadi seri kedelapan musim ini, ia masih berada di posisi kedelapan klasemen.

Saat itu, perolehan poin Marquez bahkan belum mencapai setengah dari milik Bezzecchi.

Pembalap Aprilia tersebut tampil dominan pada tujuh seri pertama dengan meraih empat kemenangan dan memimpin klasemen dengan keunggulan atas Martin.

Namun, persaingan berubah setelah MotoGP Hungaria di Balaton Park. Performa Aprilia dan Ducati kemudian bergerak ke arah yang berbeda pada fase berikutnya.

Ketika Marquez mulai kembali meraih kemenangan, para pembalap Aprilia justru mengalami sejumlah masalah.

Martin terlibat dalam kecelakaan yang melibatkan beberapa pembalap di Balaton Park. Sementara itu, Bezzecchi mendapat larangan tampil pada MotoGP Republik Ceska setelah menabrak seorang marshal dalam balapan sprint.

Masalah cedera yang kembali dialami Bezzecchi serta cedera Trackhouse, Ai Ogura, turut memengaruhi persaingan. Fabio Di Giannantonio dari VR46 juga mengalami penurunan performa.

Rangkaian situasi tersebut membuat Marquez mendapatkan keuntungan besar di pertengahan musim.


Bezzecchi Gagal Melanjutkan Duel

Pembalap Aprilia Racing asal Italia, Marco Bezzecchi, berkompetisi pada Grand Prix MotoGP San Marino di Sirkuit Dunia Misano Marco Simoncelli, di Misano Adriatico, Italia utara pada 13 September 2026. (Andreas SOLARO/AFP)

Marquez dan Bezzecchi sebelumnya diperkirakan bakal terlibat duel ketat di Misano. Namun, harapan tersebut berakhir pada lap pertama setelah Bezzecchi terjatuh di Tikungan 13.

Marquez mengakui jalannya balapan akan berbeda jika Bezzecchi mampu bertahan dan terus memberikan tekanan hingga garis finis.

"Pada lap pertama, sulit untuk mengatakan apa yang terjadi. Kami membalap hingga batas maksimal. Di sektor tiga, Marco mampu mencatat keunggulan tiga persepuluh detik sepanjang akhir pekan dan pada lap pertama dia sudah melaju sangat cepat," kata Marquez.

"Memang benar kesalahan Marco sangat membantu. Balapannya menjadi berbeda karena saya yakin dia membalap dengan sangat baik hari ini. Pada lap pertama, dia sudah melaju luar biasa. Namun, kami hanya melakukan yang terbaik," imbuhnya.

 

Sumber: Motorsport

Berita Terkait