Di Tengah Keluhan Akomodasi, Kapal Pesiar untuk 4.000 Atlet Asian Games Tiba di Nagoya

4.000 atlet Asian Games 2026 bakal tinggal di kapal pesiar, keluhan akomodasi terus bermunculan.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 16 September 2026, 15:40 WIB
Kapal pesiar Costa Serena yang memiliki panjang sekitar 290 meter bersandar di Pelabuhan Nagoya, Prefektur Aichi, Jepang, Selasa (15/9/2026). Kapal tersebut digunakan sebagai akomodasi atlet dan ofisial selama Asian Games 2026 Aichi-Nagoya karena panitia tidak membangun perkampungan atlet. Costa Serena berkapasitas sekitar 4.000 orang dan menjadi tempat tinggal atlet dari sejumlah cabang olahraga selama penyelenggaraan Asian Games 2026. (AFP/Fred Mery)

Bola.com, Jakarta - Kapal pesiar yang akan menjadi tempat tinggal ribuan atlet dan ofisial Asian Games 2026 telah tiba di Nagoya, Jepang, Selasa (15-9-2026).

Kedatangan kapal tersebut berlangsung ketika keluhan mengenai fasilitas akomodasi peserta Asian Games 2026 makin ramai disampaikan.

Advertisement

Kapal asal Italia, Costa Serena, bersandar di Nagoya, kota yang menjadi lokasi utama penyelenggaraan Asian Games hingga 4 Oktober 2026.

Kapal sepanjang hampir 300 meter tersebut memiliki 1.500 kabin dan akan menampung sekitar 4.000 atlet serta ofisial.

Presiden panitia lokal Asian Games 2026, Hideaki Omura, mengatakan penggunaan kapal pesiar sebagai tempat tinggal atlet merupakan hal baru di Jepang untuk sebuah ajang olahraga internasional berskala besar.

Ia juga menyebut konsep tersebut berpotensi menjadi model penyelenggaraan event olahraga yang lebih berkelanjutan secara finansial.

"Ini adalah pertama kalinya di Jepang kapal pesiar digunakan sebagai akomodasi untuk sebuah ajang olahraga internasional besar. Kami senang dapat menyediakan bentuk akomodasi baru untuk event berskala besar seperti ini," ujar Omura dalam seremoni penyambutan Costa Serena di Nagoya, dikutip Japan Today dari AFP.


Akomodasi Asian Games 2026

Petugas keamanan mengatur aktivitas di sekitar kapal pesiar Costa Serena yang bersandar di Pelabuhan Nagoya, Prefektur Aichi, Jepang, Selasa (15/9/2026), menjelang Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Kapal pesiar tersebut didatangkan sebagai salah satu akomodasi atlet dan ofisial karena panitia tidak membangun perkampungan atlet, dengan kapasitas sekitar 4.000 orang. (AFP/Fred Mery)

Lebih dari 17.000 atlet dan ofisial diperkirakan ambil bagian dalam Asian Games 2026 yang akan dibuka secara resmi pada Sabtu (19-9-2026). Jumlah tersebut bahkan lebih besar daripada peserta Olimpiade.

Selain kapal pesiar, peserta Asian Games 2026 akan menempati kamar hotel standar dan bangunan sementara berbentuk seperti kontainer kayu. Penggunaan sejumlah pilihan akomodasi tersebut dilakukan sebagai upaya menekan biaya.

AFP melaporkan, persoalan akomodasi sebelumnya disoroti ofisial Korea Selatan. Mereka menyebut kamar di bangunan kontainer sebagai "yang terburuk sepanjang sejarah".

Pada Selasa, satu di antara pejabat Korea Selatan mengatakan keluhan mengenai tempat tinggal peserta juga dirasakan oleh seluruh kontingen yang berpartisipasi.

"Perhatian mengenai akomodasi telah disampaikan oleh seluruh perwakilan dari 45 negara yang mengikuti Asian Games. Setiap negara yang terlibat kini bekerja sama untuk menyelesaikan masalah tersebut," ujar seorang pejabat Komite Olahraga dan Olimpiade Korea Selatan kepada AFP.


Keluhan Peserta

Gambar yang diambil pada 26 Agustus 2026 ini menunjukkan fasilitas akomodasi berbentuk kontainer bagi para atlet Asian Games 2026 di Nagoya, prefektur Aichi. (STR/JIJI PERS/AFP)

Wakil Presiden Asosiasi Bola Basket Korea Selatan, Jung Jae-yong, mengaku sangat tidak puas dengan kondisi kabin yang ditempati tim bola basket putra. Menurutnya, tempat tidur yang tersedia terlalu kecil bagi para atlet.

Keluhan serupa juga muncul melalui media sosial. Salah seorang pemain tim tersebut mengunggah video yang memperlihatkan wastafel bocor hingga membuat lantai bangunan tempat tinggalnya basah.

Ia menyertakan tulisan, "Tolong bantu kami."

Pejabat olahraga Taiwan turut menyampaikan persoalan serupa. Ia mengatakan terdapat "kekurangan tempat tidur secara umum".

Sementara itu, Presiden Komite Olimpiade Filipina, Abraham Tolentino, mengatakan seluruh atlet negaranya telah mendapatkan kamar. Namun, beberapa ofisial, termasuk pelatih, dipindahkan ke hotel lain dan Airbnb.

Masalah akomodasi juga sempat terjadi ketika hujan dengan curah yang memecahkan rekor mengguyur Nagoya dan menyebabkan banjir. Ratusan atlet bahkan harus dievakuasi sementara dari tempat tinggal mereka, pekan lalu.


Costa Serena, Akomodasi Berskala Besar

Kapal pesiar Costa Serena bersandar di Pelabuhan Nagoya, Prefektur Aichi, Jepang, Selasa (15/9/2026), menjelang penyelenggaraan Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Kapal sepanjang sekitar 300 meter dengan bobot lebih dari 100.000 ton dan memiliki 1.500 kamar tersebut disewa dengan biaya sekitar 4,5 miliar yen (Rp 514 miliar) sebagai salah satu akomodasi atlet dan ofisial karena panitia tidak membangun perkampungan atlet.

Panitia berharap kehadiran Costa Serena dapat mengurangi keluhan mengenai tempat tinggal peserta. Kapal tersebut digunakan sebagai akomodasi dalam penyelenggaraan Asian Games 2026 yang berlangsung pada musim topan di Jepang.

Panitia sebelumnya mengungkapkan, kapal tersebut disewa dengan biaya sekitar 4,5 miliar yen atau sekitar 28 juta dolar AS.

Penggunaan kapal pesiar sebagai tempat tinggal atlet sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru dalam ajang olahraga internasional. Namun, skala pemanfaatannya untuk Asian Games kali ini disebut belum pernah terjadi sebelumnya.

Costa Serena merupakan kapal saudara dari Costa Concordia, yang tenggelam di lepas pantai Tuscany pada 2012. Tragedi tersebut menewaskan 32 orang.

Kapten Costa Serena, Federico Sias, berharap para atlet dapat menjalani masa tinggal yang nyaman, aman, dan berkesan selama berada di kapal.

"Hari ini, kapal kami menjadi lebih dari sekadar destinasi. Kapal ini menjadi rumah tempat para atlet dan tamu dari seluruh Asia dapat berkumpul dalam semangat persahabatan, saling menghormati, dan persatuan," ujar Sias.

 

Sumber: AFP via Japan Today

Berita Terkait