Biarkan Wasit Memimpin Pertandingan dan Menjadi Manusia Biasa

Pelatih Brentford, Keith Andrews, menyoroti dampak VAR. Menurutnya, wasit harus dibiarkan memimpin dan membuat kesalahan.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 16 September 2026, 21:20 WIB
Pelatih kepala Brentford asal Irlandia, Keith Andrews, memberi tepuk tangan kepada para penggemar setelah pertandingan Liga Inggris antara Brentford dan Tottenham Hotspur di Stadion Komunitas Gtech di London pada 22 Agustus 2026. (Adrian Dennis/AFP)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Brentford, Keith Andrews, menilai penggunaan teknologi video assistant referee (VAR) membuat wasit tidak lagi leluasa mengambil keputusan dalam pertandingan.

Pernyataan tersebut disampaikan Andrews setelah Brentford melaju ke putaran keempat Carabao Cup berkat kemenangan 2-1 atas Reading yang bermain di League One, Rabu (16-9-2026) dini hari WIB.

Advertisement

Ia mengaku tidak puas dengan kinerja perangkat pertandingan dalam laga tersebut.

Satu di antara keputusan yang menjadi sorotan terjadi pada babak pertama. Gol spektakuler Paudie O'Connor melalui tendangan salto dianulir wasit Tom Nield karena dinilai melakukan pelanggaran berupa kaki terlalu tinggi.

Pelatih Reading, Leam Richardson, bahkan menyebut keputusan tersebut sebagai salah satu dari tiga keputusan terburuk yang pernah dilihatnya sepanjang karier.

Ia mengatakan sudah menyaksikan ribuan pertandingan dan bermain dalam ratusan laga.

Berbeda dengan pertandingan di level yang lebih tinggi, laga tersebut tidak menggunakan VAR karena teknologi tersebut belum diterapkan pada tahap ini di Carabao Cup.


Wasit Harus Jadi Manusia

Gelandang asal Inggris milik Manchester City, Phil Foden (tengah, bernomor punggung 47), bereaksi terhadap wasit Michael Oliver setelah menerima kartu merah dalam pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Manchester City di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 13 September 2026. (Paul ELLIS/AFP)

Andrews kemudian menyuarakan pandangannya mengenai kondisi perwasitan saat ini.

Menurutnya, wasit perlu diberi ruang untuk memimpin pertandingan dengan pertimbangan mereka sendiri dan tetap diperlakukan sebagai manusia yang bisa melakukan kesalahan.

"Kita harus membiarkan mereka memimpin pertandingan, menjadi manusia, dan mengambil keputusan," ujar Andrews, dikutip dari BBC.

Ia menilai sepak bola sempat berada dalam periode ketika wasit tidak benar-benar mengambil keputusan di area penalti karena keberadaan teknologi. Andrews menyayangkan kondisi tersebut.

Menurutnya, wasit juga perlu diberi kesempatan untuk melakukan kesalahan. Ia merasa hubungan antara pemain dan wasit pada masa lalu dibangun melalui rasa saling menghormati serta komunikasi langsung di lapangan.

"Saya selalu merasa ketika masih menjadi pemain, ada hubungan dengan wasit yang dibangun atas dasar rasa hormat dan kemampuan untuk saling berbicara dengan cara tertentu," kata Andrews.


Munculkan Kekhawatiran

Gelandang Manchester City Phil Foden diganjar kartu merah pada laga melawan Manchester United di Old Trafford, Minggu (13/9/2026). (AP Photo/Ian Hodgson)

Brentford kini berada di posisi ketujuh klasemen Premier League.

Komentar Andrews mengenai VAR tersebut muncul setelah Pro Ref mengakui adanya "kesalahan dalam penilaian" terkait gol kemenangan Erling Haaland untuk Manchester City saat menghadapi Manchester United, hari Minggu kemarin.

Gol tersebut menjadi perdebatan karena Enzo Fernandez berada dalam posisi offside dan dinilai berpotensi mengganggu jalannya permainan ketika mencoba menyundul bola di area tengah sebelum Haaland mencetak gol.

Andrews menilai situasi tersebut menunjukkan wasit saat ini seolah tidak lagi diberi ruang untuk melakukan kesalahan.

"Ini cukup mengkhawatirkan," ujar Andrews ketika membahas keputusan yang membuat gol Haaland tetap disahkan.

Ia menambahkan, perhatian awal tertuju pada posisi Haaland, sebelum kemudian posisi Fernandez juga menjadi persoalan.

"Pertama adalah, apakah Haaland offside, lalu tentu saja Fernandez juga. Ini sangat disayangkan," tuturnya.

 

Sumber: BBC

Berita Terkait