Proposal Kontroversial Gianni Infantino Kembali Dikaji, Hasilnya Dibawa ke Dewan FIFA

Proposal Giani Infantino yang bikin geger kembali dikaji, hsilnya dibawa ke Dewan FIFA.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 17 September 2026, 09:45 WIB
Logo FIFA terlihat di kantor regional Afrika organisasi tersebut di Sale pada 5 Agustus 2026. Presiden Gianni Infantino mengadakan pembicaraan darurat dengan para direktur FIFA lainnya di Maroko pada 5 Agustus—menurut keterangan seorang sumber kepada AFP, di tengah gelombang kritik terkait rencananya yang kini telah dibatalkan untuk membuka Piala Dunia bagi investasi swasta. (Abdelmajid BZIOUAT AFP)

Bola.com, Jakarta - FIFA akan membawa hasil peninjauan terhadap proposal FIFA Forward Enterprise (FFE) yang telah ditarik, ke agenda Dewan FIFA.

Langkah tersebut diumumkan setelah Presiden Asosiasi Sepak Bola Denmark (DBU), Jesper Moller, mempertanyakan minimnya jawaban FIFA terkait proyek yang kini telah dibatalkan tersebut.

Advertisement

FIFA menyatakan kepada Reuters bahwa komite-komite tetap memiliki tugas memberikan masukan dan membantu Dewan FIFA sesuai bidang masing-masing, berdasarkan Statuta FIFA dan regulasi tata kelola organisasi.

"Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, peninjauan terhadap proposal FIFA Forward Enterprise yang telah ditarik akan dipresentasikan kepada Dewan FIFA,” demikian pernyataan FIFA.

Dewan FIFA saat ini terdiri dari 37 anggota. Komposisinya mencakup Presiden FIFA, Gianni Infantino, delapan wakil presiden, serta 28 anggota yang dipilih oleh asosiasi anggota FIFA.

 


Perdebatan Luas

AFC, CONCACAF dan UEFA menantang FIFA pimpinan Gianni Infantino.

Proposal FFE sebelumnya diperkenalkan Infantino dengan rencana menjual sebagian kepentingan komersial dalam Piala Dunia dan sejumlah turnamen FIFA kepada investor eksternal.

Proposal tersebut kemudian ditarik setelah mendapat penolakan luas dari berbagai pihak.

FIFA sebelumnya menyatakan proyek itu tidak akan dilanjutkan setelah memicu perpecahan di antara para pemangku kepentingan.

Moller menjadi satu di antara pihak yang mempertanyakan penanganan FIFA terhadap persoalan tersebut.

Pekan lalu, ia mengkritik keputusan badan sepak bola dunia itu yang tidak memberikan jawaban atas sejumlah pertanyaan yang disebutnya penting dalam pertemuan Komite Hukum FIFA mengenai proposal FFE yang telah dibatalkan.

Persoalan tersebut kemudian berkembang menjadi perdebatan lebih luas mengenai kepemimpinan FIFA.

UEFA, AFC, dan Concacaf sebelumnya termasuk konfederasi yang menyerukan perubahan dalam struktur kepemimpinan FIFA setelah muncul kontroversi terkait proposal FFE.


Pertimbangkan Strategi Lain

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyaksikan leg kedua final Piala AFF 2026 di Stadion My Dinh, Hanoi, Rabu (26/8/2026). (VFF)

Sejumlah asosiasi sepak bola Eropa juga telah menarik dukungan terhadap rencana Infantino untuk kembali mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA.

Presiden Asosiasi Sepak Bola Yunani, Makis Gagatsis, dan mantan Direktur Timnas Jerman, Oliver Bierhoff, turut menyuarakan dukungan terhadap perubahan kepemimpinan FIFA.

Meski begitu, sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan tersebut mengatakan kepada Reuters, Infantino masih memiliki dukungan yang cukup untuk mendapatkan masa jabatan berikutnya.

Kondisi itu membuat pihak yang menentangnya disebut mulai mempertimbangkan strategi lain dengan fokus pada pembatasan kewenangan presiden FIFA.

Pemilihan Presiden FIFA dijadwalkan berlangsung pada 18 Maret 2027 di Rabat, Maroko. Infantino akan berupaya mendapatkan masa jabatan keempat.

 

Sumber: Reuters

Berita Terkait