Bola.com, Jakarta - FIFA akan membawa hasil peninjauan terhadap proposal FIFA Forward Enterprise (FFE) yang telah ditarik, ke agenda Dewan FIFA.
Langkah tersebut diumumkan setelah Presiden Asosiasi Sepak Bola Denmark (DBU), Jesper Moller, mempertanyakan minimnya jawaban FIFA terkait proyek yang kini telah dibatalkan tersebut.
FIFA menyatakan kepada Reuters bahwa komite-komite tetap memiliki tugas memberikan masukan dan membantu Dewan FIFA sesuai bidang masing-masing, berdasarkan Statuta FIFA dan regulasi tata kelola organisasi.
"Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, peninjauan terhadap proposal FIFA Forward Enterprise yang telah ditarik akan dipresentasikan kepada Dewan FIFA,” demikian pernyataan FIFA.
Dewan FIFA saat ini terdiri dari 37 anggota. Komposisinya mencakup Presiden FIFA, Gianni Infantino, delapan wakil presiden, serta 28 anggota yang dipilih oleh asosiasi anggota FIFA.
Perdebatan Luas
Proposal FFE sebelumnya diperkenalkan Infantino dengan rencana menjual sebagian kepentingan komersial dalam Piala Dunia dan sejumlah turnamen FIFA kepada investor eksternal.
Proposal tersebut kemudian ditarik setelah mendapat penolakan luas dari berbagai pihak.
FIFA sebelumnya menyatakan proyek itu tidak akan dilanjutkan setelah memicu perpecahan di antara para pemangku kepentingan.
Moller menjadi satu di antara pihak yang mempertanyakan penanganan FIFA terhadap persoalan tersebut.
Pekan lalu, ia mengkritik keputusan badan sepak bola dunia itu yang tidak memberikan jawaban atas sejumlah pertanyaan yang disebutnya penting dalam pertemuan Komite Hukum FIFA mengenai proposal FFE yang telah dibatalkan.
Persoalan tersebut kemudian berkembang menjadi perdebatan lebih luas mengenai kepemimpinan FIFA.
UEFA, AFC, dan Concacaf sebelumnya termasuk konfederasi yang menyerukan perubahan dalam struktur kepemimpinan FIFA setelah muncul kontroversi terkait proposal FFE.
Pertimbangkan Strategi Lain
Sejumlah asosiasi sepak bola Eropa juga telah menarik dukungan terhadap rencana Infantino untuk kembali mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA.
Presiden Asosiasi Sepak Bola Yunani, Makis Gagatsis, dan mantan Direktur Timnas Jerman, Oliver Bierhoff, turut menyuarakan dukungan terhadap perubahan kepemimpinan FIFA.
Meski begitu, sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan tersebut mengatakan kepada Reuters, Infantino masih memiliki dukungan yang cukup untuk mendapatkan masa jabatan berikutnya.
Kondisi itu membuat pihak yang menentangnya disebut mulai mempertimbangkan strategi lain dengan fokus pada pembatasan kewenangan presiden FIFA.
Pemilihan Presiden FIFA dijadwalkan berlangsung pada 18 Maret 2027 di Rabat, Maroko. Infantino akan berupaya mendapatkan masa jabatan keempat.
Sumber: Reuters