Manuver Gianni Infantino Jelang Pemilihan Presiden FIFA, Karibia Dipisahkan dari Concacaf

Jelang pemilihan Presiden FIFA, Gianni Infantino pisahkan Karibia dari Concacaf.

Bola.com, Jakarta - Persaingan menuju pemilihan Presiden FIFA mulai memanas. Gianni Infantino menghadapi penentangan dari Concacaf, UEFA, dan AFC.

Padahal, Infantino telah menegaskan keinginan untuk mempertahankan jabatan tersebut untuk periode keempat.

Di tengah situasi itu, The Guardian melaporkan, muncul perubahan dalam struktur pengelolaan FIFA untuk kawasan Karibia.

FIFA kini memisahkan pengelolaan 21 asosiasi anggota di Karibia dari wilayah Concacaf lainnya dan menunjuk Gelson Fernandes untuk menangani kawasan tersebut.

Langkah tersebut langsung memunculkan kecurigaan dari kubu yang berseberangan dengan Infantino.

Sejumlah sumber dari asosiasi anggota di Eropa dan Amerika Utara menilai perubahan itu dapat memecah suara Concacaf menjelang pemilihan Presiden FIFA, Maret 2027.

Concacaf sebelumnya menangani negara-negara di Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia dalam satu blok. Kini, Fernandes ditunjuk sebagai penghubung FIFA untuk 21 anggota di Karibia, menggantikan Jair Bertoni.

Perubahan tersebut disampaikan kepada asosiasi nasional dan Concacaf pekan lalu tanpa konsultasi terlebih dahulu.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Bantahan FIFA

Fernandes bukan sosok baru di lingkungan FIFA. Mantan pemain Manchester City dan Leicester City itu bergabung dengan FIFA pada 2022 untuk mengurusi asosiasi anggota di Afrika.

Dua tahun kemudian, ia mendapat promosi sebagai wakil kepala asosiasi anggota FIFA secara global, sementara tetap menangani kawasan Afrika.

Pria berusia 40 tahun tersebut juga bekerja dekat dengan Elkhan Mammadov, kepala asosiasi anggota FIFA sekaligus salah satu sekutu Infantino.

Sejumlah asosiasi nasional bahkan menggambarkan Mammadov sebagai sosok yang berperan penting dalam menjalankan kepentingan Presiden FIFA.

FIFA membantah perubahan tersebut memiliki tujuan politik. Dalam pernyataannya, badan sepak bola dunia itu mengatakan penunjukan Fernandes berkaitan dengan visi Infantino untuk menjadikan sepak bola benar-benar mendunia.

"FIFA dapat mengonfirmasi bahwa Gelson Fernandes telah mengambil tanggung jawab untuk kawasan Karibia, selain perannya saat ini sebagai direktur regional Afrika," demikian pernyataan FIFA.

FIFA juga menyebut pengalaman Fernandes serta pengetahuannya mengenai program pengembangan sepak bola menjadi alasan dirinya dipercaya memimpin tim regional dan bekerja bersama asosiasi anggota di Karibia.

Melobi Dukungan Suara

Di sisi lain, perubahan ini berlangsung ketika kubu penentang Infantino sedang berupaya membangun kekuatan untuk menghadapi pemilihan mendatang.

Presiden Concacaf, Victor Montagliani, dianggap sejumlah pihak di UEFA sebagai kandidat paling kredibel untuk menantang Infantino.

Namun, Montagliani belum memutuskan apakah akan mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA. Untuk saat ini, ia tetap berkomitmen maju dalam pemilihan kembali sebagai Presiden Concacaf.

Karibia menjadi kawasan yang tidak bisa diabaikan dalam persaingan tersebut. Meksiko telah menyatakan dukungan kepada Infantino setelah mengambil sikap berbeda dari Concacaf.

Kehilangan dukungan negara-negara Karibia akan menjadi pukulan bagi pihak yang berusaha menggulingkan Infantino.

Infantino sebelumnya telah meningkatkan aktivitasnya untuk mendapatkan dukungan.

Bulan lalu, ia tetap menghadiri pertemuan Caribbean Football Union (CFU) di Republik Dominika, meski Montagliani melalui surat memintanya untuk tidak datang.

Dalam pertemuan tersebut, Infantino mengumumkan persetujuan sejumlah proyek pengembangan sepak bola di kawasan Karibia yang didanai FIFA dengan nilai jutaan dolar.

Sejumlah pengamat menilai langkah tersebut sebagai upaya melobi dukungan suara.

Mengkritik UEFA

Perkembangan terbaru menunjukkan Infantino mulai mendapatkan dukungan dari sejumlah negara Karibia.

Presiden Federasi Sepak Bola Jamaika (JFF), Michael Ricketts, menyatakan dukungannya terhadap status quo dan justru mengkritik UEFA.

"Infantino mungkin telah melakukan kesalahan, tetapi niatnya adalah membantu negara-negara Karibia atau negara-negara kecil," kata Ricketts kepada Jamaica Observer.

Ricketts juga menilai dukungan finansial FIFA dapat memberikan manfaat besar bagi negara-negara kecil dalam mengembangkan sepak bola.

Ia menolak mendukung UEFA karena menilai badan sepak bola Eropa itu selalu mengambil posisi berseberangan dengan siapa pun yang menjabat sebagai Presiden FIFA.

Sementara itu, UEFA yang memiliki 55 anggota diyakini masih berada dalam satu barisan.

Kondisi berbeda terlihat di AFC karena Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab telah menyatakan dukungan kepada Infantino, meski sikap tersebut berseberangan dengan konfederasi.

Infantino pada akhir pekan lalu kembali memastikan dirinya akan maju dalam pemilihan Presiden FIFA untuk periode keempat. Kandidat lain yang ingin ikut bersaing harus mengajukan pencalonan paling lambat 18 November 2026.

 

Sumber: The Guardian

Video Populer

Foto Populer