3 Bintang Real Madrid, Termasuk Mbappe, Terseret Polemik Politik di Spanyol Gara-Gara Kaus Solidaritas

Kylian Mbappe, Vinicius, dan Ibrahima Konate terseret polemik politik setelah menolak mengenakan kaus solidaritas sebelum pertadingan melawan Elche.

BolaCom | Arif Anggara MulyaDiterbitkan 17 September 2026, 22:30 WIB
Para pemain Real Madrid mengenakan T-shirt untuk mendukung masyarakat Ceuta sebelum pertandingan Liga Spanyol antara Elche CF dan Real Madrid CF di Stadion Martinez Valero di Elche pada 16 September 2026. (Jose Jordan/AFP)

Bola.com, Jakarta - Kylian Mbappe, Vinicius Jr, dan Ibrahima Konate menjadi sorotan setelah tidak mengenakan kaus solidaritas untuk masyarakat Ceuta sebelum pertandingan Real Madrid melawan Elche di La Liga, Rabu (16-9-2026) dini hari WIB.

Seluruh pemain yang tampil dalam pertandingan tersebut sebelumnya diminta mengenakan kaus bertuliskan "Todos somos caballas", yang berarti "kita semua adalah mackerel".

Advertisement

Mackerel merupakan julukan bagi penduduk Ceuta.

Ceuta merupakan wilayah enklave Spanyol di pesisir Afrika Utara. Kawasan tersebut menjadi pusat kekerasan setelah sekitar 80.000 migran melintasi perbatasan dari Maroko pada Juli lalu.

Kampanye mengenakan kaus solidaritas itu merupakan bagian dari inisiatif La Liga. Mayoritas klub ikut mengenakannya, tetapi Barcelona tidak berpartisipasi.


Kritik dari Politikus Spanyol

Pemain Real Madrid Vinicius Junior merayakan gol dalam laga La Liga Spanyol antara Real Madrid vs Real Sociedad di Madrid, Spanyol, Rabu, 26 Agustus 2026. (AP Photo/Manu Fernandez)

Di pertandingan Elche kontra Real Madrid, seluruh pemain Elche serta delapan starter Madrid terlihat mengenakan kaus tersebut sebelum laga dimulai. Namun, Mbappe, Vinicius, dan Konate memilih mengenakannya dengan cara berbeda.

Ketiganya menggulung bagian bawah kaus hingga hanya menutupi separuh badan. Akibatnya, tulisan solidaritas yang tertera pada pakaian tersebut tidak terlihat.

Sikap tersebut kemudian memunculkan kritik dari sejumlah politikus Spanyol. Mereka menilai tindakan para pemain Real Madrid tersebut menunjukkan sikap tidak menghormati Spanyol.

Juru bicara partai populis Vox, Jose Maria Figaredo, mengatakan ketiga pemain tersebut bebas menentukan isu yang ingin mereka dukung. Namun, menurutnya, masyarakat Spanyol juga berhak merasa tersinggung.

"Ketiga pemain ini sepenuhnya bebas melakukan dan membela tujuan apa pun yang mereka inginkan. Namun, rakyat Spanyol juga sepenuhnya bebas merasa marah terhadap tiga jutawan yang tinggal di Spanyol, tetapi kemudian tidak mendukung rakyat Spanyol," ujar Figaredo. 


Tanggapan Pemerintahan Sosialis

Pemain Real Madrid Kylian Mbappe beraksi dalam laga La Liga Spanyol antara Elche vs Madrid di Elche, Spanyol, Selasa, 15 September 2026. (AP Photo/Alberto Saiz)

Ester Munoz dari Partai Rakyat, yang saat ini memimpin jajak pendapat pemilu, juga mengkritik ketiga pemain tersebut.

Ia menilai mereka gagal menunjukkan dukungan terhadap Spanyol.

"Saya percaya ini merupakan persoalan kemanusiaan dan mereka harus menjelaskan alasannya. Sejujurnya, saya merasa cukup malu melihat mereka," kata Munoz.

Polemik tersebut turut mendapat tanggapan dari anggota pemerintahan sosialis.

Mereka menyebut keputusan mengenakan atau tidak mengenakan kaus sebagai "keputusan pribadi" serta menegaskan bahwa olahraga dan nilai-nilai di dalamnya tidak boleh diabaikan.

Pemerintah juga menuduh pihak oposisi telah memelintir persoalan tersebut.

Sementara itu, partai sayap kiri, Sumar, mengingatkan dukungan terhadap Ceuta tidak semestinya digunakan untuk memecah masyarakat berdasarkan sensitivitas identitas nasional ataupun memicu rasisme.


Dukung Kebebasan Pemain

Pemain Real Madrid Ibrahima Konate dan Vinicius Junior merayakan gol dalam laga La Liga Spanyol antara Real Madrid vs Real Sociedad di Madrid, Spanyol, Rabu, 26 Agustus 2026. (AP Photo/Manu Fernandez)

Di sisi lain, Real Madrid tetap memberikan dukungan kepada para pemainnya di tengah polemik tersebut.

Sumber internal klub menyatakan Madrid sebelumnya menyetujui permintaan Elche untuk mengenakan kaus sebagai bentuk solidaritas.

Namun, klub juga disebut menghormati pendapat individu dan memberikan kebebasan kepada setiap pemain untuk memutuskan apakah mereka ingin ikut mengenakan kaus tersebut.

Di pertandingan itu, Real Madrid berhasil mengalahkan Elche dengan skor 3-2. Carlos Espi menjadi penentu kemenangan lewat gol pada masa tambahan waktu.

 

Sumber: The Sun

Berita Terkait