UEFA Kebut Cari Penantang Gianni Infantino Jelang Batas Nominasi Pilpres FIFA 2027

UEFA mempercepat pencarian penantang Gianni Infantino untuk Pilpres FIFA 2027. Tenggat nominasi 18 November, pemilihan 18 Maret 2027 di Rabat.

BolaCom | ThomasDiterbitkan 17 September 2026, 18:15 WIB
Foto ini menunjukkan logo UEFA yang ditampilkan pada UEFA Conference League menjelang pengundian babak 16 besar, perempat final, dan semifinal UEFA Conference League 2025/2026 di Gedung Sepak Bola Eropa di Nyon, Swiss bagian barat pada 27 Februari 2026. (Harold CUNNINGHAM/AFP)

Bola.com, Jakarta - UEFA tengah mempercepat pencarian sosok penantang kredibel bagi Gianni Infantino jelang Pemilihan Presiden FIFA 2027. Tenggat pengajuan nominasi jatuh pada 18 November mendatang, sementara Infantino sudah menyatakan akan kembali maju.

Kongres pemilihan dijadwalkan 18 Maret 2027 di Rabat, Maroko. Wakil Presiden UEFA, Laura McAllister, menegaskan negara-negara anggota konfederasi itu tetap bersatu dan sangat terkoordinasi untuk mengubah cara FIFA diatur.

Advertisement

Anggapan bahwa momentum oposisi terhadap Infantino meredup dibantah McAllister. Ia menyebut UEFA tetap di jalur menemukan kandidat yang mampu membawa reformasi, di tengah ketegangan berkepanjangan antara UEFA dan FIFA.


Gejolak Tata Kelola di Era Gianni Infantino

Dorongan UEFA lahir dari serangkaian masalah tata kelola. Pemicu utamanya adalah gagalnya proposal Gianni Infantino menjual hingga 20% saham dalam kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, kepada investor swasta melalui skema bernama FIFA Forward Enterprise (FFE). Rencana ini mendapat penolakan keras dari UEFA, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), dan CONCACAF.

UEFA menilai kepemimpinan baru dibutuhkan setelah FFE runtuh, yang dipandang sebagai puncak gejolak tata kelola selama berbulan-bulan. Kepercayaan terhadap arah FIFA kian memburuk; sejumlah asosiasi nasional Eropa, termasuk Yunani, menarik dukungan bagi upaya pemilihan kembali Infantino.

Selain itu, UEFA mengajukan permohonan ke Pengadilan Distrik Amerika Serikat di New York untuk memperoleh kesaksian dan dokumen terkait kasus pidana potensial terhadap Infantino di Swiss, yang berkaitan dengan rencana hak komersial Piala Dunia yang dibatalkan.


Kandidat Ideal dan Respons FIFA

Logo UEFA. (AFP/Fabrice Coffrini)

Target UEFA adalah kandidat yang bukan sekadar mampu mengalahkan Gianni Infantino, melainkan juga bisa menyatukan konfederasi global dan menghadirkan reformasi tata kelola yang berkelanjutan. Kriteria utama menuntut program reformasi yang jelas dengan prioritas pada akuntabilitas, transparansi, dan keragaman—bukan soal kebangsaan.

Nama Aleksander Ceferin sempat disebut, namun Presiden UEFA itu menolak maju sebagai Presiden FIFA. Ia menegaskan komitmennya pada UEFA dan menyatakan kredibilitasnya justru jauh lebih tinggi jika tidak mengejar jabatan tersebut.

Di sisi lain, FIFA menuduh UEFA melancarkan "kampanye pencemaran nama baik" dan "berupaya mencari-cari kesalahan" terhadap Infantino. Badan dunia itu berargumen UEFA berusaha menggagalkan pembentukan FFE demi mempertahankan dominasi sepak bola Eropa yang telah lama berlangsung.

Berita Terkait