Dicap Pengkhianat oleh Fans Newcastle, Alexander Isak Justru Tegaskan Tak Pernah Menyesal

Alexander Isak berpotensi kembali membuat fans Newcastle United geram.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 19 September 2026, 16:30 WIB
Alexander Isak menjalani debut sebagai pemain Liverpool dalam duel versus Atletico Madrid pada fase liga Liga Champions 2025/2026 di Anfield, Kamis (18/9/2025) dini hari WIB. (AFP/Oli Scraff)

Bola.com, Jakarta - Alexander Isak berpotensi kembali membuat fans Newcastle United geram. Ia  mengungkapkan keputusannya meninggalkan The Magpies dan bergabung dengan Liverpool merupakan pilihan yang mudah.

Isak pindah dari Newcastle ke Liverpool pada hari terakhir bursa transfer 2025 dengan nilai transfer mencapai 125 juta poundstersling (sekitar Rp2,7 triliun), yang sekaligus menjadi rekor transfer Inggris. Namun, kepindahan tersebut berlangsung di tengah situasi yang cukup panas.

Advertisement

Penyerang Timnas Swedia itu sebelumnya membantu Newcastle menjuarai Carabao Cup sekaligus memastikan tiket ke Liga Champions. Namun, Isak kemudian menolak tampil dalam pertandingan pramusim Newcastle.

Ia bahkan berlatih terpisah dari tim utama selama sebagian musim panas demi memaksakan kepindahan dari St James' Park. Newcastle sempat menolak beberapa tawaran Liverpool sebelum transfer tersebut terealisasi.

 


Isak Tak Menyesal Tinggalkan Newcastle

Striker Liverpool, Alexander Isak (kiri), merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Ipswich Town kala kedua tim bermain di Portman Road, Ipswich, pada laga pekan ketiga Premier League 2026/2027, Sabtu (5/9/2026) dini hari WIB. (Henry NICHOLLS / AFP)

Isak kemudian menyampaikan pernyataan yang membuat situasi berpotensi kembali memanas. Dalam wawancara dengan BBC, seperti dilansir dari Teamtalk, Sabtu (19/9/2026), striker berusia 26 tahun itu menegaskan tidak menyesali keputusannya bergabung dengan Liverpool.

"Liverpool adalah klub besar, dan segala sesuatu tentang klub ini membuat keputusan menjadi mudah. Ambisi klub dan keinginan mereka untuk mendapatkan saya juga menjadi bagian besar dari keputusan tersebut," ujar Isak.

Ketika ditanya apakah dirinya menyesal meninggalkan Newcastle, Isak memberikan jawaban tegas.

"Tidak, tidak pernah. Saya tidak akan pernah berpikir seperti itu," katanya.

Isak memang harus menjalani proses panjang untuk kembali ke kondisi terbaik setelah melewatkan seluruh pramusim Newcastle demi memuluskan transfernya ke Anfield.

Ia baru menjalani start pertamanya di Premier League bersama Liverpool pada akhir September 2025. Gol pertamanya di kompetisi kasta tertinggi Inggris baru tercipta pada akhir November 2025 ketika menghadapi West Ham.

Cedera kemudian kembali menghantam Isak. Ia mengalami patah kaki saat mencetak gol melawan Tottenham setelah mendapat tekel dari Micky van de Ven.

Isak mengakui cedera tersebut menjadi periode sulit dalam kariernya.

"Patah kaki itu berat. Siapa pun yang pernah mengalami cedera panjang pasti tahu rasanya. Namun, ketika berada di tempat yang baik dan merasa nyaman, Anda tidak perlu terus melihat ke belakang karena itu tidak memberikan manfaat. Saya hanya ingin menatap ke depan dan merasa sangat optimistis serta bersemangat menghadapi musim ini," tutur Isak.

 


Sempat Jadi Sasaran Cemoohan Fans Newcastle

Striker Liverpool Alexander Isak rayakan gol ke gawang Nottingham Forest pada laga Liga Inggris 2026/2027. (AFP/Oli Scarff)

Pertemuan Isak dengan Newcastle pada awal musim menjadi salah satu momen paling emosional. Ia kembali ke St James' Park untuk pertama kalinya sejak meninggalkan klub.

Sambutan yang diterimanya jauh dari kata hangat. Isak mendapat cemoohan sepanjang pertandingan dan bahkan disebut "tikus" oleh fans Newcastle.

Dalam laga yang berakhir 2-2 tersebut, Isak juga gagal memanfaatkan peluang pada babak kedua.

Namun, Isak kemudian menunjukkan respons positif. Ia mencetak gol saat Liverpool menghadapi Nottingham Forest sebelum memborong dua gol dalam kemenangan 2-0 atas Ipswich Town.

Performa tersebut membuat Isak terlihat kembali mendekati versi terbaiknya. Namun, setelah itu ia gagal mencetak gol saat Liverpool menghadapi Atletico Madrid dan Fulham.

Meski mengawali musim dengan performa yang naik-turun, Isak tetap optimistis Liverpool mampu menjalani musim yang sukses.

Baginya, ukuran keberhasilan Liverpool tetap sederhana yaitu trofi.

"Semua orang tahu bahwa kesuksesan bagi klub ini adalah memenangkan trofi. Saya ingin mencetak gol di setiap pertandingan. Setiap orang berbeda. Ada yang suka menetapkan target dan ada yang tidak. Saya termasuk yang tidak menetapkan target," ujar Isak.

Sumber: Teamtalk


Yuk Tengok Posisi Tim Favoritmu

Berita Terkait