Bola.com, Jakarta - MotoGP berpotensi melakukan perubahan besar pada format akhir pekan balapan mulai musim 2027. Salah satu usulan yang tengah dibahas adalah menghadirkan sesi kualifikasi khusus untuk menentukan posisi start Sprint Race.
Jika terealisasi, format tersebut akan membuat MotoGP semakin mirip dengan Formula 1. Saat ini, posisi start untuk Sprint Race dan balapan utama ditentukan melalui satu sesi kualifikasi yang sama.
Menurut laporan Motorsport, Sabtu (19/9/2026), proposal mengenai kualifikasi terpisah untuk Sprint Race telah diajukan MotoGP kepada para pabrikan dan tim.
MotoGP mulai menggelar Sprint Race pada 2023. Namun, format yang digunakan berbeda dengan Formula 1.
MotoGP menggelar Sprint Race pada setiap seri dalam kalender, sedangkan Formula 1 hanya menerapkannya pada sejumlah Grand Prix tertentu.
Mulai 2027, F1 juga dijadwalkan meningkatkan jumlah Sprint Race menjadi 10 seri dalam satu musim. Angka tersebut masih lebih sedikit dibandingkan MotoGP yang saat ini menggelar Sprint Race di seluruh seri.
Dengan proposal terbaru ini, MotoGP berpotensi memiliki dua sesi kualifikasi berbeda dalam satu akhir pekan.
Kualifikasi pertama akan menentukan posisi start Sprint Race, sedangkan kualifikasi lainnya digunakan untuk menentukan grid balapan utama pada Minggu.
Format MotoGP Saat Ini
Dalam format yang berlaku saat ini, rangkaian akhir pekan MotoGP dimulai pada Jumat.
Jumat:
- FP1: 45 menit.
- Practice: 60 menit, sekaligus menentukan 10 pembalap yang langsung lolos ke Q2.
Sabtu:
- FP2: 30 menit.
- Q1: 15 menit. Dua pembalap tercepat lolos ke Q2, sedangkan posisi start ke-13 hingga terakhir ditentukan.
- Q2: 15 menit untuk menentukan 12 posisi teratas di grid.
- Sprint Race: menempuh setengah jarak balapan utama.
Minggu:
- Warm-up: 10 menit.
- Grand Prix: balapan penuh.
Beban Pembalap Bisa Bertambah
Jika proposal kualifikasi khusus Sprint Race disetujui, beban pembalap dalam satu akhir pekan tentu berpotensi semakin berat.
Para pembalap MotoGP saat ini sudah menjalani jadwal padat yang tidak hanya berkaitan dengan aktivitas di lintasan, tetapi juga kewajiban sponsor dan agenda media.
Belum diketahui secara pasti seperti apa format baru tersebut jika benar-benar diterapkan. Proposal ini juga masih harus melewati proses ratifikasi resmi melalui Grand Prix Commission.
Artinya, rencana tersebut belum menjadi keputusan final.
MotoGP sebelumnya juga pernah mengalami perubahan rencana. Awal tahun ini, aturan penggunaan satu motor mulai musim depan sempat disebut bakal diterapkan, tetapi proposal tersebut akhirnya batal.
Satu hal yang masih menjadi tanda tanya adalah sejauh mana para pembalap telah dilibatkan dalam pembahasan mengenai rencana tersebut.
Sumber: Motosport