5 Putra Pesepak Bola Ikonik Era Barclays yang Mulai Bersinar pada 2026: Heskey, Eboue, hingga Samba

Putra para mantan bintang Liga Inggris mulai mencuri perhatian pada 2026 dan berusaha mengikuti jejak sang ayah di dunia sepak bola.

BolaCom | Fauzi Ananta DharmawanDiterbitkan 20 September 2026, 11:15 WIB
Emile Heskey (Dailystar)

Bola.com, Jakarta - Ketika masih bertarung di era Barclays, Emile Heskey dan Christopher Samba mungkin tidak pernah membayangkan bahwa suatu hari mereka akan berbagi ruang orang tua satu generasi kemudian.

Sudah cukup lama berlalu sejak era keemasan sepak bola kasta teratas Inggris tersebut. Para bintang yang dulu menghiasi lapangan kini sudah memiliki anak-anak yang tumbuh dewasa.

Advertisement

Sebuah kenyataan yang, terus terang saja, cukup membuat kita merasa tua.

Berikut lima putra pesepak bola Liga Inggris era Barclays yang namanya mulai menarik perhatian dan diprediksi akan semakin bersinar dalam beberapa bulan hingga tahun mendatang, seperti dikutip dari Planet Football, Sabtu (19/9/2026). 


Floyd Samba

Gelandang Manchester City, Floyd Samba, merayakan golnya pada pertandingan putaran ketiga English League Cup melawan Norwich City di Stadion Etihad, Manchester, Inggris, Kamis (17/9/2026). (Oli Scarff/AFP)

Kelahiran Floyd pada Januari 2009 mungkin turut mendorong Christopher Samba untuk mencapai performa terbaiknya. Sang bek tengah tampil luar biasa pada musim 2008/2009 hingga Blackburn Rovers memberinya kontrak baru berdurasi lima tahun.

Saat itu, Lancashire Telegraph menyebut pemain yang ketika itu berusia 25 tahun tersebut, yang didatangkan dari Hertha Berlin dengan biaya sekitar Rp10,7 miliar, sebagai salah satu pembelian paling menguntungkan dalam sejarah Liga Inggris.

Itulah Blackburn asuhan Sam Allardyce, tim yang mampu bermain di kompetisi Eropa, bukan Blackburn yang kemudian terpuruk hingga Championship di bawah kepemilikan Venky’s dan kepelatihan Steve Kean.

Christopher Samba akhirnya meninggalkan Blackburn dan bergabung dengan Anzhi Makhachkala ketika klub Rusia tersebut sedang menggelontorkan uang dalam jumlah besar untuk mendatangkan pemain.

Sebelum itu, Samba sempat menunjukkan bahwa naluri menyerang mungkin mengalir dalam darah keluarganya. Tak lama setelah Floyd lahir, ia pernah dimainkan sebagai penyerang darurat untuk Blackburn.

Kini, 17 tahun kemudian, Floyd Samba mulai mencuri perhatian bersama Manchester City. Ia mencetak dua gol dalam debutnya di Carabao Cup melawan Norwich.

Yang lebih mengesankan, ia bermain di posisi yang bukan posisi aslinya.

“Saya bertanya kepadanya dalam tiga atau empat hari terakhir, ketika saya memutuskan untuk memainkannya sebagai nomor sembilan. Dia bilang belum pernah bermain di sana. Dia jelas bukan pemain nomor sembilan, tetapi dia tampil bagus,” ujar Enzo Maresca.

Penggemar juga patut memperhatikan kakaknya, Tyrone Samba, yang juga sedang meniti karier di akademi Manchester City sebagai seorang penyerang.


Lewis Koumas

Pemain Liverpool, Lewis Koumas (kiri) berpelukan dengan pelatih Jurgen Klopp saat digantikan oleh Jayden Danns pada laga putaran kelima Piala FA 2023/2024 melawan Southampton di Anfield, Liverpool, Inggris, Kamis (29/02/2024) WIB. (AFP/Paul Ellis)

Ketika Christopher Samba menjadi salah satu pemain penting Blackburn pada akhir 2000-an, tidak jauh dari sana, Jason Koumas menjadi bagian dari lini tengah Wigan.

Keduanya kini sama-sama menjadi ayah yang bangga. Koumas menyaksikan putranya, Lewis, meraih penghargaan Man of the Match dalam penampilan keduanya sebagai starter bersama Liverpool.

Penampilan pertamanya terjadi lebih dari dua tahun sebelumnya ketika ia mencetak gol pada debutnya melawan Southampton di Piala FA.

Saat itu Liverpool masih dilatih Jurgen Klopp. Koumas kemudian tidak mendapat kesempatan tampil bersama tim utama ketika Arne Slot mengambil alih.

Namun, Andoni Iraola bersikeras pada pramusim bahwa sang penyerang sebaiknya bertahan di Anfield daripada kembali dipinjamkan setelah menjalani masa peminjaman di Stoke City dan Birmingham City.

Ada jarak 907 hari antara penampilan pertama dan keduanya bersama Liverpool. Namun, pemain berusia 20 tahun itu kini diperkirakan semakin sering berada di sekitar skuad utama The Reds musim ini, meski harus bersaing dengan deretan pemain depan yang nilai transfernya secara keseluruhan hampir mencapai Rp11,9 triliun.


Reggie Watson

Nama Watson sudah menjadi bagian dari sejarah sepak bola setelah sang ayah, Ben Watson, mencetak gol sundulan pada masa tambahan waktu untuk membawa Wigan mengalahkan Manchester City di final Piala FA 2013.

Perjalanan Ben Watson menuju sejarah tersebut berlangsung secara bertahap. Ia mengawali karier di Crystal Palace sebelum bergabung dengan Wigan, serta sempat menjalani masa peminjaman di QPR dan West Bromwich Albion.

Berbeda dengan sang ayah, Reggie menempuh jalur yang lebih cepat menuju level tertinggi. Ia mengawali karier di Crystal Palace sebelum pindah ke Chelsea saat masih bermain di level U-15.

Bahkan sebelum menyelesaikan musim U-16, gelandang tersebut sudah mendapat kesempatan menjadi starter untuk Chelsea dalam pertandingan pertama Xabi Alonso sebagai pelatih pada tur pramusim.

Itu bukan sekadar kesempatan bermain biasa bagi pemain berusia 16 tahun tersebut. Reggie kembali dipercaya menjadi starter dalam kemenangan 6-3 Chelsea atas Leeds United di Carabao Cup.


Mathis Eboue

Melihat bagaimana pernikahannya dengan Aurelie Bertrand berakhir dan kehidupannya kemudian mengalami berbagai masalah, Emmanuel Eboue mungkin akan menyesali banyak hal seandainya mereka tidak memiliki tiga anak bersama.

Mantan gelandang Arsenal tersebut pernah menghadapi cemoohan dari pendukung klubnya sendiri sebelum menjadi salah satu pemain yang memiliki tempat khusus di hati para penggemar. Namun, ia kehilangan sebagian besar kekayaan yang dikumpulkannya selama era Barclays pada periode yang sama ketika menjalani perceraian yang rumit.

Dalam proses tersebut, Eboue juga kalah dalam perebutan hak asuh atas dua putrinya dan putranya.

Putra Eboue, Mathis, lahir di Watford ketika sang ayah masih bermain untuk Arsenal. Ia kemudian menimba ilmu di akademi Watford sebelum bergabung dengan Chelsea pada 2025.

Pemain berusia 17 tahun tersebut pernah memperkuat Timnas Inggris U-16 dan U-17. Ia biasanya bermain sebagai winger kiri yang bergerak ke tengah dan sejauh ini sudah masuk daftar pemain cadangan Chelsea ketika menghadapi Liverpool di Anfield pada Mei lalu.

Namun, hubungan Mathis dengan ayahnya kini renggang. Eboue beberapa kali mengungkapkan rasa sakit karena tidak dapat menyaksikan berbagai momen penting dalam kehidupan putranya, termasuk ketika Mathis menandatangani kontrak profesional pertamanya pada awal tahun ini.


Reigan dan Jaden Heskey

Seperti Christopher Samba, mantan pemain Timnas Inggris, Emile Heskey juga memiliki dua putra yang menimba ilmu di Manchester City.

Namun, Reigan yang kini berusia 18 tahun meninggalkan klub tersebut setelah dijual ke Cologne pada musim panas dengan nilai transfer sekitar Rp189,8 miliar.

Reigan mengakhiri perjalanannya bersama Manchester City dengan cara yang sempurna. Ia mencetak gol kemenangan pada final FA Youth Cup melawan Manchester United pada Mei 2026 sebelum kemudian pindah ke Jerman.

Meski begitu, nama Heskey masih tetap berada di Manchester City melalui sang kakak, Jaden.

Jaden, 20 tahun, juga pernah mencetak gol dalam kemenangan Manchester City di final FA Youth Cup, tepatnya pada 2024 saat menghadapi Leeds United.

Setelah itu, ia menjalani debut senior bersama Manchester City. Menariknya, debut tersebut terjadi bersama sang adik dalam kemenangan Carabao Cup atas Huddersfield musim lalu.

Putra tertua Heskey juga sempat meninggalkan City, tetapi hanya untuk sementara dan menuju klub yang lokasinya lebih dekat dengan Manchester.

Jaden bergabung dengan Sheffield Wednesday pada paruh kedua musim lalu sebelum kembali ke Hillsborough pada musim panas untuk menjalani satu musim di Liga Satu Inggris.

Sumber: Planet Football

Berita Terkait