Declan Rice Tendang Pemain Brighton, Eks Wasit PGMOL: Dia Beruntung Tak Diusir!

Tendang pemain Brighton, Declan Rice beruntung tak diganjar kartu merah.

Bola.com, Jakarta - Arsenal harus menerima hasil mengecewakan ketika bertandang ke markas Brighton and Hove Albion pada laga kelima Premier League. Sang juara bertahan takluk tiga gol tanpa balas di Amex Stadium, Sabtu (19-9-2026).

Brighton membuka keunggulan melalui Pascal Gross pada menit ke-30. Charalampos Kostoulas kemudian menggandakan keunggulan tuan rumah menjelang turun minum lewat tembakan mendatar ke sudut bawah gawang David Raya.

Memasuki babak kedua, Chema Andres melengkapi kemenangan Brighton. Ia mencetak gol ketiga setelah menyambut situasi sepak pojok dengan sundulan.

Di tengah kekalahan telak tersebut, Arsenal sempat berada dalam situasi yang berpotensi membuat mereka kehilangan satu pemain. Declan Rice terlibat insiden dengan gelandang Brighton, Malick Yalcouye, pada penghujung pertandingan.

Peristiwa itu bermula ketika Rice bergerak naik ke area depan. Yalcouye kemudian terlihat bersenggolan dengannya. Rice tampaknya tidak menerima kontak tersebut dan mengejar pemain Brighton itu.

Rice kemudian terlihat menendang bagian tulang kering Yalcouye hingga pemain Brighton tersebut terjatuh. Wasit hanya memberikan kartu kuning kepada gelandang Arsenal itu.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Beruntung Tak Diusir Wasit

Keputusan tersebut tetap memicu protes dari sejumlah pemain dan suporter yang menilai Rice layak mendapatkan kartu merah, meski pertandingan ketika itu sudah memasuki menit-menit akhir.

Mantan wasit Premier League sekaligus eks kepala PGMOL, Keith Hackett, turut memberikan penilaiannya terhadap insiden tersebut. Menurutnya, Rice beruntung tidak diusir dari lapangan.

Hackett menilai tindakan Rice merupakan bentuk pembalasan yang dilakukan ketika bola tidak berada di antara kedua pemain. Ia juga menyebut tindakan tersebut dilakukan secara sengaja.

"Declan Rice jelas menendang lawannya sebagai tindakan pembalasan. Insiden itu terjadi ketika bola tidak berada di antara mereka dan Rice beruntung wasit menilai tindakannya sebagai tindakan sembrono sehingga hanya memberikan kartu kuning," ujar Hackett kepada Football Insider.

Tindakan Kekerasan

Hackett menambahkan, tendangan sebagai bentuk pembalasan tersebut menurut aturan dapat dikategorikan sebagai tindakan kekerasan.

"Tendangan sebagai bentuk pembalasan ini, menurut aturan, merupakan tindakan kekerasan dan Rice beruntung wasit tidak menunjukkan kartu merah. Tindakan pemain lawan seharusnya berujung kartu kuning," lanjutnya.

Hackett kemudian mengaitkan kejadian tersebut dengan insiden Phil Foden pada pekan sebelumnya. Saat itu, Foden terlibat perselisihan dengan kapten Manchester United, Bruno Fernandes.

Menurut Hackett, keputusan dalam sejumlah insiden serupa menunjukkan standar yang terlalu tinggi ketika pemain menendang lawan tetapi tidak mendapatkan hukuman kartu merah.

"Mengingat insiden pekan lalu yang melibatkan kapten Manchester United, Bruno Fernandes, ketika dia menendang Phil Foden dan juga tidak mendapat sanksi, Pro Ref jelas telah menetapkan standar yang terlalu tinggi ketika seorang pemain menendang lawannya," kata Hackett.

 

Sumber: Give Me Sport

Persaingan Terkini

Video Populer

Foto Populer