Sumaya ke Final Teqball Asian Games 2026, Pastikan Medali untuk Indonesia

Atlet teqball putri Indonesia, Sumaya, mencetak sejarah di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 19 September 2026, 14:30 WIB
Atlet teqball putri Tim Indonesia, Sumaya, saat bertanding di Asian Games 2026 di Nagoya City Higashi Sports Center, Kamis (18/9/2026). (NOC Indonesia)

Bola.com, Jakarta - Atlet teqball putri Indonesia, Sumaya, mencetak sejarah di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Ia berhasil melaju ke final nomor Women’s Singles Teqball sekaligus memastikan medali perak untuk Merah Putih.

Tampil di Nagoya City Higashi Sports Center, Sumaya menunjukkan mental juara saat menghadapi wakil India, Quimcy Joaquim Dsouza, pada semifinal, Sabtu (19/9/2026). Sempat tertinggal, Sumaya mampu bangkit dan mengamankan kemenangan dalam pertandingan yang berlangsung tiga gim.

Advertisement

Sumaya kehilangan gim pertama setelah takluk 7-12. Namun, atlet Indonesia tersebut tidak kehilangan ketenangan. Ia perlahan membalikkan momentum dan merebut gim kedua dengan skor 12-9.

Memasuki gim penentuan, Sumaya kembali tampil solid. Ia mampu menjaga fokus hingga akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 12-7.

"Joaquim Dsouza memiliki permainan yang bagus. Sejak awal saya bermain tenang dan fokus pada setiap poin. Jadi saya yakin akan menang," ujar Sumaya setelah pertandingan, melalui rilis dari NOC Indonesia. 

Kemenangan tersebut mengantarkan Sumaya ke partai final sekaligus memastikan medali perak bagi Indonesia. Torehan ini menjadi pencapaian bersejarah karena teqball baru pertama kali dipertandingkan di Asian Games.

 


Perjalanan Panjang Sumaya Menuju Final

Atlet teqball putri Tim Indonesia, Sumaya, saat bertanding di Asian Games 2026 di Nagoya City Higashi Sports Center, Kamis (18/9/2026). (NOC Indonesia)

Langkah Sumaya menuju partai puncak tidak didapat dengan mudah. Ia mengawali persaingan di Grup B dengan kemenangan atas wakil Lebanon, Dandal Kamar, dengan skor 12-9, 12-11.

Namun, Sumaya kemudian harus mengakui keunggulan wakil Myanmar, Wai Khin Hnin. Ia kalah dua gim langsung dengan skor 10-12, 8-12.

Kekalahan tersebut tidak membuat Sumaya menyerah. Pada pertandingan terakhir fase grup, ia bangkit dengan mengalahkan wakil Kirgizstan, Aidana Otorbaeva, melalui pertarungan tiga gim, 6-12, 12-6, 12-6.

Hasil tersebut membuat Sumaya finis di posisi kedua Grup B dan harus melewati babak repechage untuk mendapatkan tiket semifinal.

Di babak tersebut, Sumaya tampil meyakinkan. Ia mengalahkan wakil Kamboja, DY Koemyean, dua gim langsung dengan skor 12-8, 12-7.

Tiket semifinal pun berhasil diamankan. Sumaya kemudian menuntaskan tantangan berikutnya dengan mengalahkan Quimcy Joaquim Dsouza untuk memastikan tempat di final.

 


Hadapi Lawan yang Pernah Mengalahkannya

Di partai puncak, Sumaya kembali akan berhadapan dengan Wai Khin Hnin dari Myanmar.

Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi Sumaya untuk membalas kekalahan yang dialaminya pada fase grup. Wai Khin Hnin sebelumnya tampil impresif dan keluar sebagai juara Grup B tanpa menelan kekalahan.

Kini, keduanya kembali bertemu dengan taruhan yang jauh lebih besar, yaitu medali emas Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Bagi Sumaya, final bukan sekadar pertandingan perebutan gelar. Laga tersebut menjadi kesempatan untuk menutup perjalanan panjangnya di Asian Games dengan pencapaian bersejarah bagi teqball Indonesia.

Kepercayaan diri Sumaya pun semakin besar setelah melewati berbagai pertandingan sulit. Ia mengaku keyakinan tersebut tidak datang secara instan, melainkan hasil dari proses latihan yang dijalani selama dua tahun terakhir.

"Ini sangat berarti bagi saya. Saya terus berlatih setiap hari, pagi, sore, malam. Kami datang untuk mencari medali emas," tegas Sumaya.

Berita Terkait