Indonesia Tumbang 0-4 dari Rumania di Piala Davis 2026, Skuad Muda Ambil Pelajaran

Indonesia kalah 0-4 dari Rumania di Piala Davis 2026 di GBK. Skuad muda bertarung, ambil pengalaman berharga. Pelti siapkan evaluasi dan tambah turnamen.

BolaCom | ThomasDiterbitkan 19 September 2026, 15:25 WIB
Ganda putra Indonesia Rafalentino Ali Da Costa dan Ethan Zapp berjuang melawan Rumania di Piala Davis 2026 di Jakarta

Bola.com, Jakarta - Indonesia menutup duel Grup II Dunia Piala Davis 2026 kontra Rumania dengan kekalahan 0-4 di Stadion Tenis GBK. Tuan rumah tampil dengan komposisi pemain muda sepanjang pertemuan.

Skuad merah-putih mengandalkan Gunawan Trismuwantara, Rafalentino Ali Da Costa, Lucky Candra Kurniawan, Ethan David Zapp, dan Claudio Renardi Lumanauw. Para pemain senior seperti Muhammad Rifqi Fitriadi, Christopher Rungkat, dan Anthony Susanto absen karena harus turun di Asian Games.

Advertisement

Pada partai ganda hari kedua, Sabtu (19/9/2026), Rafalentino berduet dengan Ethan menghadapi pasangan Rumania, Stefan Horia Haita/Radu David Trucanu. Ganda Indonesia menyerah dua set langsung 2-6, 1-6 usai bertarung selama satu jam enam menit.

Pasangan tuan rumah memulai laga dengan tertinggal 0-3, sempat merebut dua poin beruntun, namun Turcanu/Haita kembali melaju dan menutup set pembuka 2-6. Di set kedua, Indonesia mengambil poin pertama sebelum pasangan Rumania mengamankan enam poin beruntun untuk memastikan kemenangan yang mengantar mereka ke play-off Grup I Dunia Piala Davis. Indonesia dijadwalkan melakoni Play-off Grup II Dunia pada 2027.


Rafalentino Jadikan Pembelajaran dan Pengalaman Berharga

Ganda putra Indonesia Rafalentino Ali Da Costa dan Ethan Zapp berjuang melawan Rumania di Piala Davis 2026 di Jakarta

Indonesia sudah tertinggal 0-2 pada hari pertama. Gunawan Trismuwantara kalah dari Cezar Cretu, sementara Rafalentino takluk dari Radu Mihai Papoe.

Kesenjangan peringkat turut memengaruhi hasil. Para petenis Indonesia berada di kisaran ranking 1.000-an ATP, sedangkan sejumlah pemain Rumania menembus 300 besar dunia.

Meski hasil akhir kurang memuaskan, Rafalentino menegaskan kesempatan tampil di Stadion Tenis GBK pada Piala Davis 2026 menjadi modal penting untuk berkembang bersama Ethan.

"Kami senang banget pertama kalinya bisa membela Indonesia di ajang Piala Davis. Sayang hasilnya kurang memuaskan. Ini menjadi pengalaman berharga bagi kami. Dari segi pengalaman maupun usia sangat berbeda. Kami sudah mencoba yang terbaik," ujar Rafalentino kepada wartawan usai pertandingan.

Kedua tim sepakat tetap memainkan pertandingan keempat yang tidak lagi menentukan. Lucky Candra Kurniawan turun menghadapi Gabriel Ghetu dan pertandingan berlangsung ketat. Ghetu menang tie-break 7-6 (2) dan 7-6 (1).


Evaluasi Pelti

Para pemain Indonesia dan Rumania yang akan bertemu di Piala Davis 2026 (Liputan6.com/Thomas)

Hasil kontra Rumania menjadi bahan evaluasi bagi PP Pelti. Sekjen Pelti Andi Fajar Asti menyebut federasi akan menyiapkan lebih banyak turnamen agar para pemain muda Indonesia memperoleh jam tanding yang dibutuhkan untuk berkembang.

"Memang kelihatan bahwa dari sisi pengalaman pertandingan kita kalah dibandingkan dengan Rumania yang jam terbangnya jauh lebih banyak. Sehingga ini akan menjadi masukan bagi Pelti untuk terus mempersiapkan diri. Tentu dengan menyiapkan turnamen-turnamen untuk tim kita ya, biar mendapatkan banyak pengalaman juga," ujar Sekjen Pelti Andi Fajar Asti.

Melihat perlawanan yang mampu diberikan para pemain muda, Andi Fajar Asti menyatakan optimisme terhadap masa depan tenis Indonesia di ajang beregu putra tersebut.

"Pelti sangat optimis ya ke depannya, kalau kita persiapkan dengan baik, ya tentu Davis Cup yang rencananya akan dimulai tahun depan ya, Februari kira-kira, ya tentu kita akan lebih matang lagi," papar Andi Fajar Asti.

Berita Terkait