Xabi Alonso Catat Rekor Buruk Usai Chelsea Kalah dari Brentford

Xabi Alonso mencatat rekor buruk setelah Chelsea kebobolan 12 gol dalam lima laga Liga Inggris. Masalah pertahanan The Blues sudah muncul sejak awal 2026.

BolaCom | Aga Deta AndityaDiterbitkan 19 September 2026, 18:41 WIB
Manajer Chelsea, Xabi Alonso, berteriak dari pinggir lapangan saat pertandingan melawan Brentford pada lanjutan Liga Inggris 2026/2027 di Gtech Community Stadium, pada Sabtu (18/9/2026). (Glyn Kirk/AFP)

Bola.com, Jakarta - Chelsea takluk 0-3 dari Brentford pada Sabtu (19/9/2026) dini hari WIB, hasil yang menempatkan Xabi Alonso dan timnya dalam sorotan besar pada awal musim Premier League.

Kekalahan tersebut menghadirkan catatan yang tidak diinginkan: Alonso menjadi manajer keenam dalam sejarah Liga Inggris yang timnya kebobolan setidaknya dua gol di masing-masing dari lima pertandingan pertamanya. Chelsea juga telah kemasukan 12 gol hanya dari lima laga liga musim ini.

Advertisement

Rangkaian kebobolan itu menjadi rekor pertahanan terburuk di kompetisi hingga memasuki jadwal pertandingan hari Sabtu. Daya serang yang sebelumnya sempat menutup celah kini tidak lagi mampu mengimbangi problem di lini belakang.

Alonso perlu segera menemukan solusi karena masalah bukan semata akibat absennya beberapa pemain, melainkan juga terkait organisasi saat menghadapi bola mati dan fase transisi permainan.


Rekor Kebobolan: Alonso Masuk Enam Terburuk Awal Laga

Pelatih kepala Chelsea Xabi Alonso, kiri, dan pemain Chelsea Reece James beraksi saat pertandingan Liga Inggris antara Arsenal dan Chelsea di London, Minggu, 6 September 2026. (AP Photo/Dave Shopland)

Alonso kini bergabung dengan lima manajer lain yang timnya kebobolan minimal dua gol di masing-masing dari lima pertandingan pertama mereka di Liga Inggris. Dalam daftar tersebut, Terry Connor mencatat jumlah kebobolan terbanyak, yakni 16 gol.

Di bawah Connor, Sammy Lee dan Scott Parker sama-sama kebobolan 13 gol pada lima laga awal. Sementara itu, Alonso dan Slavisa Jokanovic masing-masing telah kemasukan 12 gol, sedangkan Mick McCarthy berada di angka 10 gol.

Problem Chelsea makin mencolok pada situasi bola mati. Gol pembuka Jaidon Anthony ke gawang The Blues menjadi gol keenam yang bersarang melalui set-piece musim ini, sekaligus yang terbanyak di liga sejauh ini.


Lini Belakang Rapuh Sejak Awal 2026

Manajer Chelsea, Xabi Alonso, berbicara dalam konferensi pers di Sydney pada 31 Juli 2026. (DAVID GRAY / AFP)

Cedera memengaruhi opsi Xabi Alonso di lini belakang dan tengah. Moises Caicedo serta Marco Palestra absen, sementara Reece James juga tidak tampil saat Chelsea menghadapi Brentford.

Kendati demikian, kehilangan ketiganya tidak sepenuhnya menjelaskan buruknya pertahanan. Perubahan ke sistem tiga bek belum berjalan mulus karena masih menyisakan banyak ruang yang dimanfaatkan lawan.

Masalah pertahanan The Blues sejatinya sudah tampak sebelum Alonso datang. Sejak awal 2026, Chelsea kebobolan 43 gol dalam 24 pertandingan Premier League, tertinggi di liga, dengan 31 gol di antaranya terjadi dalam 19 laga sebelum Alonso menangani tim.

Jumlah Kebobolan di Liga Inggris pada 2026 hingga 18 September 2026:

  • Chelsea: 43 gol dari 24 pertandingan
  • Crystal Palace: 42 gol dari 24 pertandingan
  • Newcastle: 39 gol dari 23 pertandingan
  • Tottenham: 39 gol dari 24 pertandingan
  • Burnley: 38 gol dari 19 pertandingan

Chelsea sebelumnya mendatangkan Maxence Lacroix dari Crystal Palace untuk memperkuat barisan belakang. Meski begitu, kebutuhan akan sosok berpengalaman di pertahanan masih disebut perlu dibenahi dalam dua bursa transfer berikutnya.

Di musim panas, The Blues merekrut pemain senior seperti Emiliano Martinez (34 tahun), Danny Welbeck (35 tahun), dan Jordan Henderson (36 tahun). Kondisi ini membuka peluang lini belakang juga mendapatkan figur berpengalaman, namun untuk saat ini Alonso harus segera menghentikan laju kebobolan.

Sumber: FotMob


Persaingan Sengit di Liga Inggris

Berita Terkait