Bola.com, Jakarta - Raheem Sterling akhirnya buka suara setelah mengaku bersalah untuk kasus mengemudi secara berbahaya dan kepemilikan nitrous oxide atau gas tertawa.
Mantan pemain Timnas Inggris itu mengunggah pesan singkat di media sosial, mengisyaratkan keinginannya untuk berubah.
Sterling tampil di Basingstoke Magistrates' Court pada Selasa setelah terlibat kecelakaan tunggal pada 28 Mei 2026.
Pemain berusia 31 tahun itu mengaku bersalah atas dakwaan dangerous driving dan kepemilikan nitrous oxide untuk penggunaan yang tidak semestinya.
Setelah persidangan, Sterling belum memberikan pernyataan panjang mengenai kasus tersebut. Namun, ia kini membuat unggahan di Instagram yang langsung menjadi sorotan.
Sterling Unggah Pesan: "Perkembangan di Atas Kesempurnaan"
Sterling mengunggah sejumlah foto dan video yang memperlihatkan aktivitasnya, mulai dari pertemuan bisnis, pertandingan sepak bola indoor hingga latihan di pusat kebugaran.
Dalam unggahan tersebut, Sterling menuliskan pesan singkat: "Progress Over Perfection" atau yang bisa diterjemahkan menjadi perkembangan di atas kesempurnaan.
Salah satu foto yang dibagikan Sterling juga menampilkan grafiti bertuliskan, "The goal is simple. Be better than yesterday" atau tujuannya sederhana, menjadi lebih baik dari kemarin.
Unggahan itu menjadi pernyataan publik pertama Sterling setelah dirinya hadir di pengadilan dan mengaku bersalah.
Meski demikian, Sterling belum memberikan penjelasan secara langsung mengenai kasus kecelakaan maupun proses hukum yang sedang dihadapinya.
Sterling Akui Punya Masalah dengan Nitrous Oxide
Kasus itu bermula ketika Sterling mengalami kecelakaan tunggal menggunakan Lamborghini Urus miliknya pada 28 Mei pukul 08.45 waktu setempat.
Dalam proses penangkapan, Raheem Sterling dilaporkan mengatakan kepada polisi bahwa dirinya memiliki masalah dengan nitrous oxide.
Rekaman kamera tubuh polisi yang dirilis dalam kasus tersebut disebut memperlihatkan sejumlah tabung nitrous oxide dan balon yang berada di pangkuannya.
Sterling kemudian terlihat memindahkan benda-benda tersebut ke bagian belakang mobil.
Dalam persidangan, pengadilan juga diberi tahu Sterling dalam kondisi sangat terpengaruh oleh gas tertawa sehingga tidak mampu menjalani sejumlah tes dasar di kantor polisi.
Ia disebut kesulitan melakukan instruksi seperti menyentuh hidung dengan jari dan berjalan dengan satu kaki di depan kaki lainnya.
Sterling kemudian mengakui kesalahan atas dakwaan mengemudi secara berbahaya, kepemilikan nitrous oxide untuk penggunaan yang tidak semestinya, serta kegagalan memberikan spesimen.
Sterling Berisiko Dihukum Penjara
Kasus itu dapat membawa konsekuensi serius bagi karier Sterling. Ia berpotensi menghadapi hukuman maksimal dua tahun penjara, selain denda yang tidak memiliki batas maksimum.
Sterling juga dapat dijatuhi larangan mengemudi selama minimal 12 bulan yang kemudian disertai tes ulang dalam periode yang diperpanjang.
Kecelakaan tersebut menyebabkan kerusakan pada sebuah gerbang besi dan rambu di pinggir jalan.
Kondisi itu membuat kasusnya masuk kategori paling serius dalam pedoman hukuman, dengan titik awal hukuman berupa 18 bulan penjara.
Namun, hukuman maksimal dua tahun tidak otomatis berarti Sterling akan menjalani hukuman penjara.
Beberapa faktor dapat dipertimbangkan sebagai hal yang meringankan, antara lain pengakuan bersalah sejak awal, tidak adanya laporan mengenai orang lain yang mengalami cedera, catatan perilaku sebelumnya, serta kesediaannya menjalani penanganan terkait penyalahgunaan nitrous oxide.
Masih terdapat kemungkinan Sterling mendapatkan hukuman yang lebih singkat dan dapat ditangguhkan.
Nasib Sterling Ditentukan pada November 2026
Putusan terhadap Sterling dijadwalkan pada 25 November. Pada tanggal itu, magistrates akan menentukan hukuman atau mengirim kasus ke Crown Court apabila mereka menilai kewenangan hukuman yang dimiliki tidak mencukupi.
Kasus ini datang setelah perjalanan karier Sterling yang juga sedang berada dalam fase tidak pasti. Ia baru kembali ke Inggris setelah menjalani periode yang kurang berhasil bersama klub Belanda, Feyenoord.
Sterling hanya tampil delapan kali di semua kompetisi bersama Feyenoord sebelum kembali dan berstatus tanpa klub.
Kini, melalui unggahan "Progress Over Perfection", Sterling setidaknya menunjukkan pesan ingin memperbaiki keadaan.
Namun, masa depan kariernya akan turut dipengaruhi oleh perkembangan kasus hukum yang masih berjalan.
Sumber: SportBible