Bola.com, Jakarta - Kelompok Suporter Muslim Manchester United (MUMSC) kembali menyuarakan ketidakpuasan terhadap co-owner klub, Sir Jim Ratcliffe.
Mereka bahkan mendesak miliarder Inggris tersebut untuk meninggalkan MU setelah kembali menyampaikan komentar mengenai imigrasi dan kondisi Inggris.
Ratcliffe membahas persoalan tersebut dalam wawancara dengan BBC pada Sabtu.
Pendiri perusahaan petrokimia, Ineos, itu mengatakan Inggris mengalami kemunduran yang dikaitkannya dengan tingginya pajak dan tingkat imigrasi.
Pernyataan tersebut bukan kali pertama Ratcliffe mendapat sorotan terkait isu imigrasi. Pada Februari lalu, ia meminta maaf karena dianggap menyinggung sejumlah pihak setelah mengatakan Inggris telah "dijajah oleh imigran".
Saat itu, MU menegaskan klub bangga dengan sikapnya yang inklusif.
BBC Sport juga mengutip sumber yang memahami posisi keluarga Glazer, yang menyebut pemegang saham mayoritas klub ketika itu merasa sangat kecewa dengan pernyataan awal Ratcliffe dan memandangnya sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap kepemilikan mereka.
MUMSC Kecewa
MUMSC kemudian kembali mengangkat persoalan tersebut melalui pernyataan ketidakpercayaan terhadap struktur kepemilikan MU.
"Kami mengecam komentar tersebut ketika itu. Dia kemudian meminta maaf atas pilihan bahasanya. Kami berharap sebuah pelajaran telah dipetik. Jelas, hal itu belum terjadi," tulis MUMSC.
MUMSC menilai Ratcliffe kembali menempatkan persoalan imigrasi dan penerima tunjangan sebagai bagian dari masalah yang dihadapi Inggris.
Dalam pernyataannya, Ratcliffe juga mengatakan tidak ada pihak yang cukup tegas untuk menangani kedua persoalan tersebut.
"Kami merasa komentar terbaru ini sangat mengecewakan dan sepenuhnya tidak dapat diterima," lanjut MUMSC.
Ratcliffe merupakan satu di antara orang terkaya di Inggris. Ia juga pernah berkampanye untuk pilihan keluar dari Uni Eropa dalam referendum 2016 dan sejak 2020 tercatat sebagai wajib pajak di Monako.
Keberagaman di MU
Pada 2024, Ratcliffe mengakuisisi 27,7 persen saham MU.
Setelah itu, ia melakukan restrukturisasi di tubuh organisasi klub, termasuk sekitar 450 pemutusan hubungan kerja, perubahan jajaran manajemen senior, serta pemecatan dua pelatih.
MUMSC turut menyoroti keberagaman yang ada di MU. Menurut mereka, pemain, staf, petugas stadion, tim keamanan, hingga suporter klub berasal dari berbagai negara, budaya, etnis, agama, dan latar belakang.
"Manchester United tidak akan menjadi Manchester United tanpa mereka. Keberagaman itu bukan kelemahan Manchester United. Itu adalah bagian dari Manchester United," kata MUMSC.
Dalam pernyataan yang sama, MUMSC menyerukan agar keluarga Glazer meninggalkan MU.
Mereka mengatakan para anggotanya termasuk suporter yang sempat berharap kedatangan Ratcliffe dapat membawa perubahan berarti setelah keluarga Glazer disebut telah memimpin klub dalam periode kemunduran.
Kehilangan Kepercayaan
Namun, MUMSC kemudian menyoroti sejumlah persoalan yang mereka anggap menjadi perhatian, dari kenaikan harga tiket hingga kondisi stadion yang disebut mengalami penurunan.
Mereka juga menyinggung performa tim yang dinilai makin tertinggal dari posisi yang seharusnya ditempati MU.
Menurut MUMSC, persoalan tersebut kini tidak hanya berkaitan dengan apa yang terjadi di lapangan.
MU memasuki akhir pekan dengan menempati posisi ke-13 Premier League setelah mengoleksi empat poin dari empat pertandingan.
Setan Merah juga tersingkir dari Carabao Cup setelah kalah 2-3 dari Brighton di Old Trafford, Kamis dini hari WIB lalu.
"Setelah bertahun-tahun mengalami kemunduran, janji yang tidak terpenuhi, dan kegagalan berulang, Manchester United Muslim Supporters Club telah kehilangan kepercayaan terhadap struktur kepemilikan Manchester United Football Club," tulis MUMSC.
"Cukup sudah. Sudah waktunya untuk perubahan. Keluarga Glazer dan Sir Jim Ratcliffe harus pergi," tegas mereka.
Sumber: BBC