Bola.com, Jakarta - Marc Marquez mengungkap masalah rem depan yang membuatnya kesulitan dalam balapan MotoGP Austria 2026 di Red Bull Ring, Minggu (20/9/2026).
Gangguan tersebut bahkan sempat membuat pembalap Ducati itu berpikir untuk masuk pit dan mengakhiri balapan.
Marquez mengawali lomba dari baris terdepan, tetapi langsung turun dari posisi kedua ke urutan kelima.
Setelah sempat merebut kembali posisi keempat dari Ai Ogura, ia melebar di Tikungan 1 pada lap kesembilan dan kembali terlempar ke posisi ketujuh.
Pembalap asal Spanyol itu kemudian mampu bangkit pada fase akhir lomba. Ia melewati Brad Binder dan Fermin Aldeguer untuk finis kelima sekaligus menjadi pembalap Ducati terdepan.
Namun, Marquez masih tertinggal lebih dari tujuh detik dari Pedro Acosta yang keluar sebagai pemenang.
Tuas Rem Tak Konsisten
Usai balapan, Marquez menjelaskan persoalan rem depan yang dialaminya. Menurutnya, respons tuas rem tidak konsisten sehingga setiap titik pengereman terasa berbeda.
"Pada bagian awal balapan saya mengalami banyak masalah dengan rem depan. Tuas rem depan tidak konsisten dan setiap titik pengereman terasa berbeda. Ketika saya melakukan kesalahan di Tikungan 1, saya mengerem tetapi tuasnya kosong. Tidak ada apa-apa di sana. Karena itu saya melebar sangat jauh," ungkap Marquez.
Kondisi tersebut bahkan sempat membuatnya merasa tidak mampu melanjutkan balapan. Namun, rem kemudian kembali bekerja dan Marquez bisa meningkatkan kecepatannya.
"Hari ini kami sangat beruntung karena pada satu titik dalam balapan saya berpikir, 'Oke, saya tidak bisa melanjutkan'. Namun, kemudian rem mulai bekerja dari satu lap ke lap berikutnya. Saya kembali lebih cepat dan mendapatkan beberapa posisi, tetapi tentu saja sudah terlambat," katanya.
Perlu Dianalisis
Marquez menyebut masalah tersebut masih perlu dianalisis Ducati melalui data. Ia berharap tim bisa menemukan solusi untuk balapan berikutnya.
"Saya merasa sangat beruntung karena hari ini posisi maksimal kami mungkin kedua atau ketiga, dan pada akhirnya kami finis kelima," tutur Marquez.
Sehari sebelum balapan, Marquez juga menyoroti konstruksi khusus ban belakang Michelin yang lebih kaku sebagai satu di antara penyebab Ducati kesulitan di Red Bull Ring.
Butuh Peningkatan
Namun, ia tidak ingin menjadikan ban sebagai alasan. Marquez mengakui Ducati masih perlu bekerja lebih keras sebelum menghadapi MotoGP Mandalika di Indonesia.
"Memang benar kami perlu bekerja dengan baik di sana karena di Thailand kami sangat kesulitan. Di sini kami kembali mengalami banyak kesulitan, tetapi setidaknya kami masih kompetitif," ujarnya.
Marquez berharap Ducati dapat melakukan peningkatan di Mandalika, terutama karena mereka akan menggunakan konstruksi ban khusus yang berbeda dari yang dipakai di Austria.
Sumber: Motorsport