Lewat Surat, Gianni Infantino Buka Pintu Dialog Reformasi FIFA

Gianni Infantino menyatakan terbuka untuk berdialog mengenai reformasi FIFA.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 22 September 2026, 15:40 WIB
Momen itu juga disaksikan Presiden FIFA Gianni Infantino yang turut hadir di pertandingan Iran vs Kosta Rika. (AP Photo/Riza Ozel)

Bola.com, Jakarta - Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyatakan terbuka untuk berdialog mengenai kemungkinan reformasi di tubuh organisasi sepak bola dunia tersebut.

Sikap itu disampaikan melalui surat kepada anggota Dewan FIFA dan presiden 211 asosiasi anggota pada Senin.

Advertisement

Surat tersebut membahas proposal FIFA Forward Enterprise (FFE) yang akhirnya dibatalkan.

Menjelang rapat Dewan FIFA pada 15 Oktober, Infantino juga mengajukan dua gagasan reformasi yang dapat menjadi bahan pembahasan.

Pertama, Infantino akan meminta Dewan FIFA mempertimbangkan penunjukan pihak eksternal independen untuk meninjau kerangka tata kelola FIFA dalam menjalankan berbagai inisiatif strategis.

Peninjauan tersebut nantinya dapat menghasilkan rekomendasi mengenai perbaikan yang diperlukan.

"Saya akan meminta Dewan, apakah mereka ingin menugaskan peninjauan eksternal independen terhadap kerangka tata kelola FIFA saat ini untuk inisiatif strategis utama dan memberikan rekomendasi perbaikan yang mungkin dilakukan," tulis Infantino, dilansir The Athletic.


Dua Gagasan Reformasi

Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara di KTT Semafor World Economy 2026 pada 15 April 2026 di Washington, DC. KTT ini mempertemukan para pemimpin bisnis dan CEO teknologi untuk membahas ekonomi, kecerdasan buatan, dan tren bisnis. (Alex Wong/Getty Images via AFP)

Usulan kedua adalah membentuk konsultasi langsung, terstruktur, dan memiliki batas waktu bersama konfederasi, asosiasi anggota, serta pihak-pihak terkait.

Forum tersebut akan membahas cara memperkuat proses pengambilan keputusan FIFA.

Infantino menyebut konsultasi itu dapat menghasilkan usulan mengenai keterlibatan institusi sejak tahap awal, pembagian kewenangan Presiden, Biro, Dewan, dan Kongres FIFA, serta langkah untuk meningkatkan transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas dalam inisiatif strategis.

Infantino juga menegaskan proses demokrasi, independensi, dan kewenangan FIFA dalam urusan olahraga tidak pernah diperjualbelikan.

"Semua itu tidak untuk dijual dan tidak akan pernah dijual," tegasnya dalam surat tersebut.

Terkait dua gagasan reformasi itu, keputusan untuk melanjutkannya berada di tangan Dewan FIFA. Badan pengambil keputusan utama FIFA tersebut terdiri dari 37 anggota.


Awal Mula karena FFE

Logo FIFA terlihat di dalam stadion setelah pertandingan Final Piala Dunia Antarklub 2025 antara Chelsea dan Paris Saint-Germain di Stadion MetLife pada 13 Juli 2025 di East Rutherford, New Jersey. (Luke Hales/Getty Images via AFP)

Infantino berada dalam sorotan sejak proposal FFE bocor ke media.

Jika mendapat persetujuan mayoritas dari 211 asosiasi anggota, rencana itu akan memungkinkan Thrive Eternal, dana investasi Amerika Serikat yang dikelola Joshua Kushner, membeli sebagian kepemilikan dalam operasional komersial dan penyelenggaraan acara FIFA, termasuk Piala Dunia putra dan putri.

Proposal tersebut kemudian dibatalkan sebelum memasuki tahap tersebut.

Sebelumnya, FFE harus mendapat persetujuan Dewan FIFA dan mayoritas asosiasi anggota untuk dapat diperkenalkan secara resmi. Rencana itu mencakup penjualan 20 persen kepemilikan senilai 4,2 miliar dolar AS.

Infantino juga menjadi subjek proses hukum di Amerika Serikat. UEFA menuduhnya melakukan "criminal mismanagement".

Dalam perselisihan hukum yang masih berjalan, FIFA membalas dengan menuduh UEFA menjalankan "kampanye pencemaran nama baik" terhadap Infantino.


Pembelaan Infantino terkait FFE

Presiden FIFA Gianni Infantino berbicara dalam konferensi pers di Qatar National Convention Center, Doha, Sabtu, 19 November 2022, menjelang Piala Dunia Qatar 2022. Infantino membalas kritik terhadap catatan hak asasi manusia Qatar. (COFFRINI KAIN / AFP)

Dalam suratnya, Infantino turut memberikan penjelasan mengenai FFE. Ia menegaskan proposal tersebut tidak berkaitan dengan penyerahan kendali ataupun kewenangan FIFA atas keputusan olahraga.

"Proposal tersebut masuk ke ranah publik sebelum proses kelembagaan yang direncanakan FIFA selesai dan sebelum dapat disampaikan secara lengkap kepada Dewan serta asosiasi anggota," tulis Infantino.

Menurutnya, kemunculan proposal tanpa konteks lengkap menimbulkan kekhawatiran dan kesan bahwa keputusan sudah dibuat. Infantino menegaskan hal tersebut tidak terjadi.

Ia menjelaskan FFE tetap sebatas proposal dan bukan keputusan. Rencana itu juga masih harus melalui persetujuan Dewan FIFA dan asosiasi anggota. Kini proposal tersebut telah ditarik dan tidak akan dilanjutkan.

Infantino menyebut pengalaman tersebut memperkuat pentingnya proses yang dapat membangun kepercayaan. Menurutnya, gagasan besar harus dikembangkan, diuji, dan dikomunikasikan melalui institusi yang jelas serta dipercaya.

"Tanggung jawab tersebut saya anggap serius," tulisnya.


Ambisi FIFA

Ilustrasi FIFA. (AFP/Sebastien Bozon)

Kendati FFE dibatalkan, Infantino menegaskan FIFA tetap memiliki ambisi dan tanggung jawab untuk menginvestasikan lebih banyak hasil kesuksesan organisasi tersebut kembali ke sepak bola.

Ia menyatakan FIFA akan terus mencari cara berkelanjutan untuk mengembangkan sumber daya mereka.

"Yang berubah bukan ambisinya, melainkan kekuatan proses yang digunakan untuk mengembangkan, menguji, dan memutuskan gagasan-gagasan besar," tambah Infantino.

Awal bulan ini, Infantino juga menegaskan kembali keinginannya untuk maju dalam pemilihan Presiden FIFA, Maret 2027.

Hal tersebut tetap dilakukannya, meski Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, dan Presiden Concacaf, Victor Montagliani, menyerukan agar dirinya mundur.

Infantino masih menjadi satu-satunya kandidat dalam pemilihan tersebut. Kandidat lain memiliki batas waktu hingga 18 November 2027 untuk mengajukan pencalonan.

 

Sumber: The Athletic via NY Times

Berita Terkait