Bola.com, Jakarta - Marcus Rashford kembali menjadi bahan pembicaraan setelah dinilai memperlihatkan ekspresi murung ketika bermain untuk Manchester United.
Legenda sepak bola Inggris, Michael Owen, bahkan menduga ada persoalan lain di balik layar yang membuat sang penyerang terlihat tidak menikmati permainannya.
Football365 pun mengangkat hal itu dalam ulasannya.
Rashford kembali ke Old Trafford setelah menjalani masa peminjaman bersama Aston Villa dan Barcelona.
Kepulangannya sempat dianggap sebagai satu di antara drama besar dalam bursa transfer, tetapi kedatangan kembali Rashford justru disambut biasa saja oleh para pendukung MU.
Rashford pernah dipandang sebagai salah satu harapan terbesar klub untuk masa depan. Namun, situasinya kemudian berubah. Ia bahkan sempat menjadi gambaran dari berbagai persoalan yang terjadi di MU.
Anggapan bahwa Rashford kurang menunjukkan usaha di lapangan membuat sebagian besar suporter justru berpihak kepada Ruben Amorim, yang disebut sebagai manajer terburuk dalam sejarah klub.
Pembelaan Carrick
Kini, Rashford berada di bawah arahan Michael Carrick, mantan rekan setimnya di MU.
Carrick disebut memiliki keterikatan kuat dengan Setan Merah dan diharapkan bisa membantu Rashford kembali menemukan permainan terbaiknya.
Namun, terlalu dini untuk membuat kesimpulan. Musim baru berjalan lima pertandingan. Penilaian Carrick mengenai penampilan Rashford pun terbilang masuk akal, yakni cukup baik tetapi masih belum mencapai level yang diharapkan.
"Kami harus menariknya keluar karena dia mengalami sedikit masalah," ujar Carrick kepada beIN Sports.
"Marcus memberikan ancaman. Dia sebenarnya bisa mencetak beberapa gol untuk kami. Dia juga mulai menempatkan dirinya di posisi yang bagus, hanya saja peluangnya belum berpihak kepadanya. Itu akan datang."
"Kami tahu Marcus. Kami tahu bagaimana mendapatkan kemampuan terbaiknya dan kami akan terus melakukannya," tambah Carrick, dilansir Football365.
Periode Buruk
Rashford memang belum tampil buruk. Kalaupun penampilannya sedang tidak bagus, kondisi tersebut juga tidak harus selalu dikaitkan dengan persoalan lain.
Pemain sepak bola pun bisa mengalami periode ketika performanya menurun.
Sebagian besar pemain Arsenal yang menjadi bagian dari tim juara Premier League juga tampil buruk ketika menghadapi Brighton, Sabtu lalu.
Florian Wirtz, yang didatangkan Liverpool dengan nilai 100 juta paun, juga disebut sudah tampil buruk hampir sepanjang lebih dari satu musim.
Anthony Gordon, yang menggantikan Rashford di Barcelona, sempat tampil impresif dalam empat pertandingan sebelum performanya menurun.
Komentar Owen
Namun, Michael Owen memiliki pandangan berbeda. Ia menduga ada sesuatu yang sedang terjadi pada Rashford.
"Marcus Rashford mungkin menjadi pemain yang paling tidak menonjol di antara para pemain menyerang Manchester United. Hari ini dia kembali terlihat murung dari bahasa tubuhnya," kata Owen dalam siaran "Premier League Productions".
"Dia sepertinya memang tidak menikmati bermain sepak bola, dan hal itu sudah lama menjadi sesuatu yang membuat frustrasi Marcus," kata Owen.
"Sepertinya beban dunia berada di pundaknya dan Anda hanya berpikir, bagaimana bisa? Mengapa? Dia sedang menjalani impian semua orang."
"Pastinya ada sesuatu yang terjadi di balik layar sehingga dia terlihat seperti tidak menikmati sepak bolanya saat ini," ucap Owen.
Namun, ada kemungkinan ekspresi Rashford tidak berkaitan dengan persoalan di luar lapangan. Bisa saja ia terlihat murung karena MU sedang tampil buruk. Bisa pula karena performanya sendiri belum maksimal.
Ada juga kemungkinan Rashford menyadari dirinya akan menjadi sasaran kritik dari para pengamat yang terus memperhatikan setiap hal yang ia lakukan maupun tidak lakukan.
Tidak Selalu Menikmati Momen
Bahkan, tidak ada kepastian bahwa Rashford benar-benar tidak menikmati sepak bolanya hanya karena ia tidak selalu tersenyum di lapangan.
Apalagi, akan terasa aneh jika seorang pemain terus memperlihatkan wajah ceria ketika klub masa kecilnya sedang berada dalam situasi sulit.
Matheus Cunha juga terlihat sangat terpukul dalam wawancara setelah pertandingan, Minggu lalu.
Para pemain MU pun meninggalkan lapangan dengan wajah kecewa setelah kembali menunjukkan penampilan buruk untuk kali ketiga secara beruntun.
Bagi Rashford, menunjukkan ekspresi selain murung dalam situasi seperti itu justru berpotensi mengundang kritik yang lebih besar dari media.
"Pada akhirnya, persoalannya mungkin terletak pada keputusan untuk terlalu serius membaca komentar Michael Owen," tulis Football365.
Rashford tidak harus selalu tersenyum untuk membuktikan dirinya menikmati sepak bola. Apalagi, MU sedang tampil buruk dan ia sendiri menjadi salah satu pemain yang mendapat sorotan.
Owen tentu tahu, menjadi pesepak bola tidak selalu berarti menikmati setiap momen.
Ia pernah meninggalkan lapangan Santiago Bernabeu setelah mendapat cemoohan dari suporter Real Madrid, dan juga melewati periode akhir karier yang diwarnai persoalan cedera.
"Jadi, Michael, kalau Rashford memang sedang menjalani 'impian semua orang', bukan berarti dia harus selalu terlihat bahagia di lapangan," tulis Football365.
Sumber: Football365