Mengapa Pele Tidak Pernah Bermain untuk Klub Eropa?

Pele tidak pernah membela klub Eropa sepanjang karier sepak bolanya.

BolaCom | Arif Anggara MulyaDiterbitkan 22 September 2026, 16:00 WIB
Pemain Brasil Pele diangkat rekan satu timnya setelah Brasil memenangkan final Piala Dunia melawan Italia di Estadio Azteca, Mexico City, 21 Juni 1970. Legenda sepak bola dunia itu mengembuskan nafas terakhir pada usia 82 tahun. (AP Photo, File)

Bola.com, Jakarta - Pada Oktober 1977, lebih dari 80.000 penonton menyaksikan laga New York Cosmos melawan Santos.

Pertandingan persahabatan itu bukan sekedar laga, melainkan laga terakhir Pele merumput di sepak bola.

Advertisement

Ia telah bermain selama 20 tahun dan sudah mencetak 1.000 gol dalam penampilan apiknya.

Pele pensiun pada usia 37 tahun dan tak pernah bermain di Eropa. Pada masa itu, sepak bola berkiblat pada klub besar seperti Real Madrid, AC Milan, Inter Milan, dan Manchester United.

Pele memilih setia pada tim asal pelabuhan di Brasil itu. Saat pergi pun ia lebih memilih ke New York. Banyak spekulasi alasan Pele tidak merantau ke Eropa.

Alasan yang sulit dijelaskan, di antaranya hadangan politik, ekonomi klub, penutupan perbatasan Eropa, bahkan pemain tidak ingin meninggalkan rumah.

 


Tidak Pernah Bermain di Eropa

Pele. Striker Timnas Brasil yang pensiun pada 1977 ini mengoleksi 7 hattrick dari total 77 gol dalam 91 laga internasional. Hattrick pertamanya dibuat saat ia mencetak 3 gol ke gawang Prancis pada laga semifinal Piala Dunia 1958, 24 Juni 1958 yang berkesudahan 5-2. (AFP/Gerard Malie)

Penjelasan yang paling sering diulang adalah bahwa presiden Brasil Janio Quadros menyatakan Pele sebagai harta nasional pada tahun 1961, dan sebuah undang-undang disahkan di pengadilan, yang menjadikan penjualan bintang tersebut ke luar negeri sebagai tindakan ilegal.

Hal itu tidak bisa menjadi kebenaran mutlak yang kini cenderung menjadi cerita rakyat.

Ada alasan lain bahwa pemain Brasil itu tidak pindah ke Eropa.

Pada sistem lama, klub-klub Brasil mempunyai hak penuh atas registrasi pemain mereka yang berarti Pele tidak memiliki kebebasan untuk pindah.

Terlebih, Santos menghasilkan banyak uang dari Pele, termasuk penonton yang selalu memenuhi stadion kala tur internasional.

Tahun 1960-an, pindah ke Eropa juga sulit karena Spanyol dan Italia memblokir perekrutan pemain asing.

 


Tim yang Tertarik Eropa

Logo dan ilustrasi Inter Milan. (AFP/Giuseppe Cacace)

Bakat Pele sudah tidak diragukan lagi yang membuat banyak klub yang berminat.

Tahun 1958, Inter Milan hampir mendapatkan jasanya. Namun, Santos membatalkan dipenghujung perekrutan karena penggemar lokal memberontak yang tidak mau berpisah dengan idolanya.

Selain itu, Real Madrid, AC Milan, dan Manchester United turut mengejar Pele. Valencia justru menyalip mereka dengan langsung mendapat kesepakatan dari Pele.

Lagi-lagi, Santos tidak mengizinkan pemain asal Negeri Samba itu keluar dengan menaikkan harga jual Pele dan Valencia tidak menyanggupinya.

Dilansir dari Metro, Pele mengatakan banyak tim yang hendak menghampirinya.

"Ada banyak momen ketika saya hampir menandatangani kontrak dengan Real Madrid, dan kemudian sekali lagi dengan Napoli di Italia. Itu bukan penyesalan. Saya pernah berada di Santos, dan pada saat itu mereka adalah tim yang sangat kuat.” kata Pele, seperti dikutip dari Give Me Sport pada Selasa, (22/9).

Meski begitu, Pele tetap merasa bahagia bermain di Santos.

“Saya tidak bermain di luar Brasil karena saya sangat, sangat bahagia di Santos, saya menjalani 15 hingga 20 tahun terbaik dalam hidup saya di sana. Saya mendapat banyak tawaran lain dan bukan hanya dari Real Madrid, tetapi saya baik-baik saja di tempat saya berada.” tambah Pele.

 


Kehidupan Pele Setelah dari Santos

Di level klub, Pele yang semasa aktif bermain tercatat hanya membela dua klub hingga ia pensiun pada 1977, yaitu Santos dan New York Cosmos, pernah mencetak total 127 gol selama setahun pada 1959, meski tak ada bukti konkret atas raihan tersebut. (AFP)

Pele pensiun di Santos tetapi hal itu tidak berlangsung lama karena ia memilih merumput kembali untuk membela New York Cosmos.

Hal itu diterimanya karena tim tersebut memberikan tawaran gaji fantastis.

Selain itu, kesepakatan ini juga dilakukan sebagai bentuk pemasaran sepak bola Amerika ke dunia.

Pele memenangkan Piala Dunia 1977 dengan mencetak 30 gol dari 70 penampilan.

Setelah karier bermainnya berakhir, ia menjadi duta di UNICEF, serta menjabat sebagai menteri Olahraga Brasil untuk periode singkat.

Pele meninggal dunia pada usia 82 tahun pada tanggal 29 Desember 2022, dengan status sebagai salah satu pemain sepak bola terhebat sepanjang masa.

Sumber: Metro

 

Berita Terkait