Marc Marquez Sebut Pedro Acosta Ancaman Serius dalam Perebutan Gelar MotoGP 2026

Performa KTM yang kembali kompetitif membuat pembalap asal Spanyol itu berpeluang memangkas ketertinggalan poin pada tujuh seri tersisa.

BolaCom | Fauzi Ananta DharmawanDiterbitkan 23 September 2026, 06:15 WIB
Pedro Acosta, pembalap KTM di ajang MotoGP. (ERWIN SCHERIAU / APA / AFP)

Bola.com, Jakarta - Pedro Acosta akhirnya mengakhiri penantian panjangnya di kelas premier dengan memenangkan GP Austria 2026. Setelah 56 balapan MotoGP, pembalap KTM tersebut berhasil meraih kemenangan perdana dalam penampilan terakhirnya di Red Bull Ring bersama pabrikan asal Austria itu sebelum pindah ke Ducati musim depan.

Hasil tersebut menjadi penutup yang manis bagi perjalanan Acosta bersama KTM. Ia sudah memperkuat pabrikan tersebut sejak memasuki paddock Grand Prix pada 2021 dan menjadi salah satu produk terbaik dari program pembinaan mereka. Namun, keputusan untuk pindah ke Ducati diambil karena Acosta ingin mendapatkan kesempatan bersaing dengan Marc Marquez menggunakan motor yang sama.

Advertisement

Kemenangan di Austria juga tidak diraih dengan mudah. Acosta sempat gagal finis dalam sprint setelah terjatuh di Tikungan 2 ketika balapan menyisakan tiga lap. Ia kemudian kembali mengalami kecelakaan pada akhir sesi pemanasan sehingga KTM harus membangun ulang motornya hanya beberapa jam sebelum balapan utama.

Situasi tersebut tidak mengganggu fokus Acosta. Ia mengambil alih posisi pertama pada lap kesembilan setelah melewati Jorge Martin di Tikungan 1 dan mampu mempertahankan keunggulan hingga garis finis.

Usai balapan, Martin memberikan komentarnya mengenai penampilan Acosta.

 

"Saya pikir hari ini Pedro bertarung untuk sesuatu yang lebih dari sekadar kemenangan," ujar Martin.


Akui Peluang Acosta

Duel Pedro Acosta dan Marc Marquez pada Sprint Race MotoGP Thailand 2026 di Sirkuit Buriram,hari Sabtu (28/02/2026). (Lillian SUWANRUMPHA / AFP)

Kemenangan di Austria membuat Acosta tetap berada dalam perhitungan perebutan gelar. Ia kini berjarak 72 poin dari Martin, sementara masih tersedia 259 poin dari tujuh seri yang tersisa.

Marquez sebelumnya juga pernah berada dalam situasi serupa. Pembalap Ducati tersebut mengingat pengalamannya saat tertinggal 102 poin dengan tujuh balapan tersisa, sehingga ia melihat selisih yang dimiliki Acosta saat ini masih memungkinkan untuk dikejar.

"Dia masih dalam perebutan gelar. Saya pernah tertinggal 102 poin tujuh balapan lalu. Jadi, dia masih dalam perebutan gelar," kata Marquez.

Penilaian tersebut kembali ditegaskan Marquez setelah balapan. Menurutnya, KTM kini memiliki performa mesin yang lebih baik setelah mendapat izin memperbaiki unit yang mengalami sejumlah masalah pada pertengahan musim.

"Empat pembalap teratas siap bertarung untuk kejuaraan. Seperti yang kita lihat dari Pedro, misalnya, sejak Silverstone KTM sudah membuka kembali mesinnya dan mendapatkan tenaga yang bagus. Mereka siap bertarung untuk kejuaraan," tutur Marquez.

KTM memang mendapat izin membuka segel mesin yang telah dihomologasi untuk mengatasi masalah yang menyebabkan sejumlah kerusakan. Perubahan tersebut terlihat di Austria ketika RC16 mampu menunjukkan performa tenaga yang kompetitif.

Acosta juga mendapatkan keuntungan dari karakter Red Bull Ring. Kemampuan pengeremannya terlihat sangat menonjol di sektor pertama yang memiliki pengereman keras menuju Tikungan 1 dan chicane Tikungan 2.


Hadapi Tantangan Motegi

Pembalap dari tim Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia memimpin saat re-start MotoGP Jepang 2023 di Sirkuit Motegi, Minggu (1/10/2023) siang WIB, setelah balapan sempat dihentikan pada lap ke-13 akibat guyuran hujan deras. (AFP/Toshifumi Kitamura)

Seri berikutnya akan berlangsung di Motegi, Jepang. Lintasan tersebut sama-sama menuntut pengereman keras seperti Red Bull Ring dan menggunakan cakram rem Brembo berukuran terbesar.

Acosta memiliki rekam jejak yang cukup kuat di sana. Ia meraih pole position pada 2024 dan sempat memiliki peluang memenangkan kedua balapan sebelum terjatuh. Musim lalu, ia finis ketiga dalam sprint.

Marquez bahkan sudah menyebut Acosta sebagai "favorit" untuk GP Jepang. Hasil di Austria memberikan pengalaman baru bagi pembalap KTM tersebut karena untuk pertama kalinya ia memasuki seri berikutnya setelah memenangkan balapan MotoGP.

Ducati diperkirakan akan menghadirkan tantangan berbeda karena konstruksi ban standar akan kembali digunakan di Motegi. Kondisi tersebut dapat mengubah keseimbangan performa yang terlihat di Austria.

Setelah Jepang, MotoGP akan berlanjut ke Mandalika. Michelin akan kembali menggunakan konstruksi ban belakang yang lebih kaku, karakter yang sebelumnya memberikan keuntungan bagi KTM.

Acosta juga memiliki catatan bagus di Indonesia. Ia finis sebagai runner-up dalam dua edisi terakhir. Bahkan, kemenangan terakhirnya sebelum Austria terjadi di Mandalika pada 2023 ketika masih membalap di Moto2.


Martin Pertahankan Posisi Teratas

Pembalap Aprilia Racing asal Spanyol, Jorge Martin, merayakan kemenangannya di podium setelah memenangkan balapan Sprint Grand Prix MotoGP Prancis di Le Mans, Prancis barat laut, pada 9 Mei 2026. (Loic VENANCE/AFP)

Martin berhasil memanfaatkan GP Austria untuk kembali memimpin klasemen. Pembalap Aprilia itu memenangkan sprint setelah Acosta terjatuh dan kemudian mengamankan posisi kedua dalam balapan utama.

Hasil tersebut membuat Martin unggul 12 poin atas pesaing terdekatnya dan 42 poin atas rekan setimnya, Marco Bezzecchi. Ia juga melihat Marquez sebagai salah satu pembalap yang harus diperhitungkan dalam persaingan hingga akhir musim.

"Saya merasa cukup kompetitif, tetapi ada beberapa momen ketika saya kesulitan. Jadi, pada akhirnya, saya melihat Marc sebagai favorit. Dia sangat kuat. Anda bisa melihat bukan hanya kecepatannya, tetapi juga rasa laparnya. Ini selalu penting. Mari kita lihat potensi kami di balapan-balapan sulit, tetapi kami akan berusaha hingga akhir. Menurut saya, itulah situasinya," ungkap Martin.

Bagi Marquez, Austria justru menjadi akhir pekan yang kurang menguntungkan. Ia finis kedua dalam sprint, tetapi hanya menempati posisi kelima pada balapan utama setelah mengalami masalah rem depan pada Ducati.

Persaingan kemudian berlanjut ke Motegi dan Mandalika dengan kondisi yang berbeda dari Austria. Acosta membawa momentum kemenangan pertamanya, Martin mempertahankan keunggulan di klasemen, sedangkan Marquez berusaha kembali ke posisi kompetitif setelah hasil kurang maksimal di Red Bull Ring.

Sumber: Crash

Berita Terkait