Bola.com, Jakarta - Kapten Timnas Belanda, Virgil van Dijk, membantah keras tudingan ikut campur dalam perubahan taktik yang diterapkan mantan pelatih Ronald Koeman saat De Oranje tersingkir dari Piala Dunia 2026.
Van Dijk bahkan menyebut tudingan tersebut sebagai omong kosong belaka. Bek Liverpool itu melontarkan pernyataan tegas dalam konferensi pers bersama media Belanda.
Salah satu wartawan menyinggung kabar bahwa Van Dijk menjadi sosok yang mengusulkan perubahan formasi menjadi tiga bek atau menggunakan lima pemain di lini belakang saat menghadapi Maroko.
"Itu benar-benar omong kosong. Faktanya, kami memang gagal di Piala Dunia. Itulah kenyataan pahitnya," kata Van Dijk, seperti dikutip dari ESPN, Kamis (24/9/2026).
Belanda tersingkir setelah kalah dari Maroko melalui adu penalti di babak 16 besar. Van Dijk mengakui performa timnya memang jauh dari harapan, tetapi ia menegaskan kegagalan tersebut merupakan tanggung jawab bersama.
"Kami tidak menjalani Piala Dunia yang bagus. Ini bukan tentang saya. Anda tampil bersama sebagai sebuah tim," tutur pemain berusia 35 tahun tersebut.
Bantah Tudingan
Van Dijk juga membantah tudingan bahwa dirinya menjadi sosok yang menghancurkan sepak bola Belanda setelah turnamen tersebut. "Tuduhan bahwa saya menghancurkan sepak bola Belanda benar-benar tidak berdasar," tegasnya.
"Rencana itu dibuat oleh staf pelatih. Omong kosong terus disebarkan sehingga saya terlihat semakin buruk. Hal seperti itu terlalu sering terjadi."
Van Dijk mengaku bahkan sempat diberi tahu bahwa dirinya dianggap bertanggung jawab atas keputusan menggunakan lima pemain belakang, sekaligus dituding ikut menyebabkan kerusakan sepak bola Belanda bersama Koeman.
"Saya diberi tahu bahwa itu kesalahan saya karena kami bermain dengan lima pemain belakang, bahwa Ronald Koeman dan saya telah menghancurkan sepak bola Belanda," ungkapnya.
Padahal, menurut Van Dijk, strategi tersebut sempat berjalan cukup baik dalam pertandingan meski secara keseluruhan Belanda tampil kurang meyakinkan.
"Rencana itu berhasil selama 89 menit, meskipun pertandingan tersebut memang buruk. Kami hampir berhasil menembus pertahanan mereka," katanya.
"Gagasan bahwa saya menghancurkan sepak bola Belanda sama sekali tidak masuk akal. Saya tidak membuat keputusan itu."
Sempat Pertimbangkan Masa Depan di Timnas Belanda
Van Dijk juga mengungkapkan sempat mempertimbangkan masa depannya bersama Timnas Belanda setelah kekalahan dari Maroko.
Namun, pertemuan dengan pelatih baru Belanda, Xavi, membuatnya mantap untuk terus memperkuat De Oranje.
"Saya membutuhkan liburan bersama keluarga dan kemudian pertemuan penting dengan pelatih tim nasional. Setelah 10 detik, sudah jelas bahwa saya akan terus bermain untuk Belanda," ujar Van Dijk.
Menurut Van Dijk, Xavi memberikan kepercayaan dan apresiasi yang membuatnya kembali yakin untuk melanjutkan karier internasional.
"Apa yang dia katakan? Bahwa saya adalah Virgil van Dijk. Ini tentang kepercayaan, penghargaan, dan seberapa penting Anda bagi tim," katanya.
"Secara fisik tidak ada keraguan, baik sekarang maupun sebelumnya. Namun, Anda juga ingin merasa dihargai dan menikmati semuanya."
Jika dimainkan dalam seluruh empat pertandingan Belanda pada jeda internasional kali ini, Van Dijk berpeluang mencatat 100 caps bersama negaranya. Belanda dijadwalkan menghadapi Jerman, Yunani, serta Serbia dua kali di ajang Nations League.
Sumber: ESPN