Xavi Akui Salah Taktik saat Belanda Kandas 0-2 dari Yunani

Pelatih Timnas Belanda, Xavi Hernandez, mengakui kesalahan teknik setelah timnya tampik buruk pada babak pertama kontra Yunani.

Bola.com, Jakarta - Xavi Hernandez mengakui dirinya menjadi penyebab buruknya penampilan Timnas Belanda pada babak pertama saat menghadapi Yunani dalam UEFA Nations League, Kamis (1/10/2026).

Belanda tertinggal dua gol pada babak pertama melalui Fotis Ioannidis dan Georgios Masouras. Situasi tersebut membuat Xavi melakukan tiga pergantian pemain saat memasuki babak kedua.

Perubahan tersebut membuat permainan Belanda membaik. Virgil van Dijk memperkecil ketertinggalan sebelum Tijjani Reijnders mencetak gol penyama kedudukan pada menit-menit akhir.

Hasil imbang 2-2 tersebut membuat Belanda mempertahankan catatan tidak terkalahkan sejak Xavi menangani tim nasional. Namun, pelatih asal Spanyol itu tetap mengakui penampilan babak pertama berada di bawah standar.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Xavi Akui Kesalahan pada Babak Pertama

Xavi tidak berusaha menghindari tanggung jawab atas permainan buruk Belanda sebelum turun minum. Ia menilai perubahan yang terlalu banyak justru membuat para pemain kesulitan menjalankan rencana permainan.

“Saya tidak pernah senang dengan hasil imbang. Namun, babak pertama sangat buruk. Itu kesalahan saya sebagai pelatih. Mungkin saya membuat para pemain bingung karena melakukan terlalu banyak perubahan,” ujar Xavi seperti dikutip Reuters.

Belanda memang kesulitan mengembangkan permainan sejak awal pertandingan. Yunani memanfaatkan situasi tersebut untuk mencetak dua gol dan mengontrol perbandingan hingga turun minum.

Xavi kemudian memutuskan melakukan tiga pergantian pemain pada awal babak kedua. Ryan Gravenberch, Noa Lang, Tijjani Reijnders masuk untuk mengubah permainan Belanda.

Xavi Minta Maaf kepada Pemain

Xavi mengungkapkan dirinya juga langsung meminta maaf kepada para pemain Belanda saat berada di ruang ganti.

Pelatih berusia 46 tahun itu memilih melakukan evaluasi ketimbang menyalahkan pemain atas penampilan buruk pada babak pertama.

“Saya hanya berusaha jujur karena memang seperti itulah saya. Saat jeda, saya mengatakan hal yang sama kepada para pemain, maaf karena saya pikir ini kesalahan saya,” kata Xavi.

Ia kemudian meminta para pemain melupakan penampilan pada 45 menit pertama dan fokus memperbaiki permainan setelah jeda.

“Lupakan babak pertama, sekarang kami akan menyusun kembali semuanya pada babak kedua,” ujar mantan pemain Barcelona tersebut.

Perubahan Formasi Bikin Belanda Bangkit

Belanda tampil lebih agresif setelah Xavi mengubah pendekatan permainan. Tim orange mulai lebih sering menguasai bola dan menciptakan peluang di area pertahanan Yunani.

Xavi menjelaskan perubahan sistem menjadi salah satu faktor penting di balik kebangkitan timnya. Belanda menggunakan formasi berlian di lini tengah setelah jeda.

“Menurut saya, yang paling penting adalah sistemnya berbeda. Kami bermain dengan berlian di lini tengah dan itu menciptakan lebih banyak peluang,” jelas Xavi.

Menurutnya, perubahan tersebut membuat permainan menjadi lebih terbuka dan memberikan ruang bagi para pemain Belanda untuk bergerak lebih cepat ketika menguasai bola.

Virgil van Dijk membuka peluang Belanda untuk menyamakan kedudukan setelah mencetak gol sebelum satu jam pertandingan berjalan.

Belanda kemudian terus memberikan tekanan kepada Yunani hingga akhirnya Reijnders mencetak gol penyeimbang satu menit sebelum pertandingan berakhir.

Hasil 2-2 membuat Belanda terhindar dari kekalahan setelah sebelumnya tertinggal dua gol. Reijnders menjadi penyelamat setelah memanfaatkan momentum serangan Belanda pada akhir pertandingan.

Selanjutnya, Belanda akan menghadapi Serbia di Eindhoven pada Minggu (4/10/2026) dalam pertandingan terakhir mereka pada jeda internasional kali ini.

Sumber: Reuters, https://www.sportbible.com/football/la-liga/real-madrid/real-madrid-has-requested-that-barcelona-be-stripped-of-nine-titles-113482-20261001

Video Populer

Foto Populer