Roy Keane Kritik Cole Palmer setelah Mundur dari Timnas Inggris: Punya Terlalu Banyak Kebiasaan Buruk

Roy Keane menyoroti Cole Palmer setelah mundur dari Timnas Inggris, anggap bintang Chelsea itu punya terlalu banyak kebiasaan buruk.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 27 September 2026, 18:30 WIB
Cole Palmer, gelandang serang berusia 21 tahun milik Chelsea yang baru didatangkan pada awal musim 2023/2024 dari Manchester City ini total telah mencetak 8 gol dan 4 assist dari 17 laga di Premier League 2023/2024. Bersama Timnas Inggris, ia telah mengoleksi 2 caps. Keduanya terjadi pada kualifikasi Euro 2024, termasuk laga debutnya saat menang 2-0 atas Malta pada 17 November 2023. (AP Photo/Alastair Grant)

Bola.com, Jakarta - Roy Keane menilai Cole Palmer masih memiliki terlalu banyak kebiasaan buruk setelah bintang Chelsea itu kembali mundur dari Timnas Inggris.

Keane bahkan meragukan kemampuan Palmer untuk membawa The Three Lions meraih trofi.

Advertisement

"Saya suka Palmer, dia pemain berbakat, tetapi bagi saya dia punya terlalu banyak kebiasaan buruk," kata Keane kepada ITV.

Legenda Manchester United itu juga menilai pengaruh Palmer terhadap Timnas Inggris tidak sebesar yang mungkin diharapkan.

Pernyataan tersebut disampaikan menjelang pertandingan UEFA Nations League Inggris melawan Spanyol di Wembley, yang berakhir dengan kekalahan 2-3, Minggu (27-9-2026) dini hari WIB.

"Ya, apa pun cederanya, dan jika dia memang cedera... Saya menonton pertandingan terakhirnya melawan Brentford. Kalau Anda berpikir dia akan membawa Inggris ke level yang berbeda dan memenangkan trofi, lupakan saja," cetus Keane.


Paling Menarik Perhatian

Cole Palmer dan Mathys Tel berduel dalam laga Liga Inggris antara Chelsea vs Tottenham di Stamford Bridge, 20 Mei 2026. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, memasukkan nama pemain berusia 24 tahun itu ke skuad Nations League setelah ia tidak mendapat tempat di Timnas Inggris pada Piala Dunia 2026.

Namun, Palmer kemudian menarik diri bersama Declan Rice, Kobbie Mainoo, Marcus Rashford, dan Tino Livramento.

Absennya Palmer menjadi yang paling banyak mendapat sorotan karena ia baru bermain selama 90 menit ketika Chelsea kalah 0-3 dari Brentford pekan lalu.

Ini merupakan kali kedua Palmer dipanggil ke Timnas Inggris lalu mundur sejak Tuchel mulai menangani Tiga Singa pada 2025. Sebelumnya, Palmer juga tiga kali melewatkan pemusatan latihan Inggris karena cedera.

Palmer disebut sedang mengatur beban kerja setelah mengalami persoalan kebugaran.

"Saya hanya punya satu kaki selama 10 bulan," ujar Palmer dalam siaran langsung di Twitch pekan lalu.


Situasi Berbeda

Gelandang Chelsea asal Inggris Cole Palmer (depan) berduel dengan gelandang Brighton asal Pantai Gading, Malick Yalcouye (belakang), dalam pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Chelsea dan Brighton and Hove Albion di Stamford Bridge, London, pada Minggu (30/8/2026). (Adrian Dennis / AFP)

Di sisi lain, Palmer sebenarnya selalu tampil dalam tujuh pertandingan kompetitif Chelsea musim ini. Ia enam kali menjadi starter dan lima kali bermain penuh selama 90 menit.

Kondisi tersebut berbeda dengan Mainoo dan Rashford yang tetap mendapat kepercayaan Tuchel. Keduanya, sebelumnya masuk skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026.

Livramento juga mundur dari skuad. Bek Newcastle itu sebelumnya melewatkan Piala Dunia 2026 karena cedera dan kembali tidak bermain ketika The Magpies menghadapi Hull, akhir pekan lalu.

Sementara itu, Rice tetap menunjukkan komitmennya kepada Timnas Inggris.

Setelah bermain dengan menahan rasa sakit di Piala Dunia 2026, bintang Arsenal tersebut datang ke Wembley sebagai penonton untuk mendukung Inggris menghadapi Spanyol.


Komentar Tuchel

Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, berdiri di pinggir lapangan sebelum pertandingan melawan Ghana Piala Dunia 2026 di Foxborough, Massachusetts, dekat Boston, Rabu (24/6/2026). (AP Photo/Petr David Josek)

Kritik Keane terhadap Palmer muncul beberapa hari setelah Tuchel juga menyoroti pemain Chelsea tersebut.

"Saya hanya bisa menilainya berdasarkan apa yang dia berikan untuk tim nasional, dan dia terlalu sering menyia-nyiakan peluang," kata Tuchel.

Meski begitu, Tuchel menegaskan tidak ingin terlalu jauh mempersoalkan keputusan para pemain yang mundur dari skuad. Ia mengatakan setiap kasus berbeda dan memilih tetap memberikan kepercayaan kepada para pemain.

"Saya tahu Marcus dan Kobbie bermain dengan rasa tidak nyaman untuk klub mereka. Saya tahu terlihat aneh ketika Kobbie dan Marcus menyelesaikan pertandingan bersama klub pada akhir pekan lalu, tiba-tiba tidak berada di sini, tetapi pertama-tama, jika ada keraguan, kami percaya kepada para pemain," ujar Tuchel.

"Tino Livramento juga mundur. Ini hal yang normal. Saya tidak mau terlalu memikirkan hal itu. Saya juga tidak mau menganggap ada sesuatu di baliknya," lanjut Tuchel.

 

Sumber: Talksport

Berita Terkait