Bola.com, Jakarta - Perayaan gol Anthony Gordon saat membela Timnas Inggris kontra Spanyol ikut dibandingkan dengan kartu merah yang diterima pemain Israel, Saied Abu Farchi.
Perbandingan tersebut muncul di media sosial setelah sejumlah penggemar menilai gestur keduanya terlihat serupa.
Gordon mencetak gol penyama kedudukan ketika Inggris menghadapi Spanyol dalam laga Nations League di Wembley, Minggu (27-9-2026) dini hari WIB.
Namun, satu di antara unggahan yang ramai dibagikan di X menyoroti selebrasi pemain Barcelona tersebut yang dinilai seperti menirukan gerakan menembakkan senapan.
Unggahan itu kemudian mempertanyakan mengapa Gordon tidak mendapat kartu, sementara Abu Farchi diusir wasit setelah melakukan selebrasi yang disebut dalam unggahan tersebut sebagai gerakan menggunakan stik biliar.
Lantas, apa yang membedakan kedua kejadian itu?
Kronologi Kartu Merah
Abu Farchi mendapat kartu merah ketika Israel menghadapi Austria di Linz, Jumat (25-9-2026) dini hari WIB.
Penyerang Colorado Rapids tersebut mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-55 melalui sundulan setelah Romano Schmid membawa Austria unggul lewat penalti.
Usai mencetak gol, Abu Farchi mencabut bendera sudut lapangan, kemudian berlutut dan melakukan gerakan yang tampak seperti menembak menggunakan benda tersebut.
Masalahnya, ia sudah menerima kartu kuning empat menit sebelumnya.
Wasit pun kembali mengeluarkan kartu kuning untuk Abu Farchi. Kartu tersebut menjadi yang kedua sehingga pemain berusia 20 tahun itu harus meninggalkan lapangan. Austria akhirnya memenangi pertandingan dengan skor 3-1.
Penjelasan Aturan
Aturan permainan dari International Football Association Board (IFAB) tidak secara khusus menyebut tindakan mencabut bendera sudut sebagai sebuah pelanggaran.
Namun, wasit dapat memberikan kartu kuning apabila tindakan pemain dianggap sebagai perilaku tidak sportif, termasuk tindakan yang dinilai tidak menghormati pertandingan.
Selebrasi yang dianggap provokatif, mengejek, atau menghasut juga dapat dihukum kartu kuning.
Dengan demikian, jika wasit menilai tindakan dalam sebuah selebrasi memenuhi kategori tersebut, hukuman yang diberikan masuk pelanggaran perilaku tidak sportif atau tindakan provokatif dan menghasut.
Reaksi Netizen
Perdebatan mengenai dua selebrasi itu kemudian berkembang di X. Sejumlah pengguna menolak anggapan terdapat perlakuan berbeda terhadap Gordon dan Abu Farchi.
GMS merangkum beberapa di antaranya unggahan tersebut.
Salah satu pengguna menilai kartu merah Abu Farchi berkaitan dengan kartu kuning sebelumnya. Menurutnya, ia sudah mengantongi kartu kuning sebelum gol, kemudian menerima kartu kuning kedua setelah mengambil bendera sudut.
Pengguna lain berpendapat, bendera sudut tidak boleh digunakan sebagai properti dalam selebrasi. Ia membandingkannya dengan tindakan melepas jersey setelah mencetak gol yang juga dapat berujung kartu kuning.
Ada pula yang menegaskan kedua kejadian tersebut tidak bisa dianggap sebagai standar ganda karena salah satunya dinilai melanggar aturan, sedangkan yang lain tidak.
Komentar lain menyebut Abu Farchi mendapat kartu kuning karena mengambil bendera sudut, bukan semata-mata akibat gestur yang ia lakukan dalam selebrasi.
Pengguna tersebut juga meminta orang-orang melihat aturan sebelum membandingkan kedua insiden.
Komentar Kubu Israel
Pihak Israel membantah keputusan wasit terhadap Abu Farchi. Kepala komunikasi Federasi Sepak Bola Israel, Shlomi Barzel, mempertanyakan kedua kartu kuning yang diterima sang pemain.
Barzel menilai kartu kuning pertama tidak tepat. Untuk kartu kedua, ia menyebut wasit dan VAR keliru memahami gestur Abu Farchi.
Menurutnya, Abu Farchi sebenarnya sedang menirukan gaya seorang pemain snooker dan ia menyebut mantan juara dunia Ken Doherty sebagai contoh.
Pelatih Timnas Israel, Ran Ben-Shimon, juga mengatakan Abu Farchi memang biasa melakukan selebrasi tersebut setiap kali mencetak gol.
Ia menyebut sang pemain tidak pernah mendapat kartu kuning karena selebrasi itu, meski tetap mengakui Abu Farchi melakukan kesalahan dalam pertandingan tersebut.
Abu Farchi kemudian mengunggah ulang video selebrasinya di Instagram. Ia menyertakan emoji bola delapan dalam unggahan tersebut sebelum akhirnya mengubah akun Instagram-nya menjadi privat.
Sumber: Give Me Sport