Thomas Tuchel Harus Putar Otak, Timnas Inggris Punya Masalah Besar di Lini Pertahanan

Manajer tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, memperingatkan bahwa pertahanan rapuh Three Lions menjadi ancaman bagi timnya.

BolaCom | Juventus FiladelfiaDiterbitkan 29 September 2026, 14:15 WIB
Ekspresi Thomas Tuchel pada laga Inggris vs Kroasia di Piala Dunia 2026 - AP Photo/Julio Cortez

Bola.com, Jakarta - Manajer Timnas Inggris, Thomas Tuchel, mengakui lini pertahanan The Three Lions masih menjadi persoalan setelah kekalahan 2-3 dari Spanyol pada laga UEFA Nations League.

Timnas Inggris dijadwalkan menghadapi Republik Ceko di Praha, Rabu (30/9/2026) dini hari WIB, setelah kekalahan dari juara dunia itu. Hasil itu membuat Inggris sudah kebobolan 13 gol dalam enam pertandingan terakhir.

Advertisement

Sementara di sisi lain, mantan pelatih Chelsea itu meminta para pemainnya agar lebih tenang dan klinis ketika membangun serangan dari lini belakang.

"Kami perlu meningkatkan performa karena ketika kami menguasai bola, justru menjadi ancaman terbesar bagi diri kami sendiri di sekitar kotak penalti.

"Kami terlalu banyak melakukan kesalahan individu saat menguasai bola, terutama dalam membangun serangan dari lini belakang," ujar Tuchel via The Sun.


Minta Anak Asuhnya Tak Ulangi Kesalahan

Thomas Tuchel, manajer Inggris, bereaksi selama pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Stadion Atlanta pada 16 Juli 2026 di Atlanta, Georgia. (Justin Setterfield/Getty Images melalui AFP)

Tuchel menilai kesalahan teknis seperti yang terjadi saat menghadapi Spanyol tidak boleh kembali terulang, terutama ketika Inggris mendapat tekanan tinggi dari lawan.

"Itu adalah sesuatu yang tidak boleh kita ulangi di level ini. Kami harus benar-benar klinis secara teknis di bawah tekanan," ujarnya.

Pelatih berumur 53 tahun itu juga ingin mempertahankan komposisi empat bek yang sama.

Laporan dari The Sun juga menyebutkan bahwa kondisi kebugaran Ezri Konsa dan O'Reilly masih diragukan setelah keduanya melewatkan sesi latihan.

"Mereka absen latihan karena masalah kecil, yang masih menjadi masalah. Mereka perlu dievaluasi dan kami akan mengambil keputusan," kata Tuchel.


Tuchel Percaya dengan Lini Belakang Inggris

Pelatih kepala Timnas Inggris, Thomas Tuchel, memberikan instruksi kepada para pemainnya saat pertandingan Grup L Piala Dunia antara Inggris dan Kroasia di Arlington, Texas, dekat Dallas, Kamis 18 Juni 2026. (AP Photo/Jessica Tobias)

Inggris memang hanya mencatatkan empat clean sheet dalam 13 pertandingan. Namun, Tuchel tidak sepenuhnya mengkhawatirkan lini pertahanan timnya.

Menurutnya, The Three Lions justru menunjukkan peningkatan dalam hal disiplin dan struktur permainan saat menghadapi Spanyol.

"Dalam hal bertahan, saya tidak khawatir dan yakin kami bisa melakukannya. Beberapa pemain yang bisa membantu mengatur blok pertahanan tidak hadir," ujar Tuchel.

"Pertahanan kami lebih disiplin, kohesif, dan terorganisir dibandingkan beberapa pertandingan Piala Dunia lainnya."

"Kami tidak pernah kehilangan struktur permainan kami. Hasilnya sangat dipengaruhi oleh beberapa kesalahan individu, tetapi hal itu bisa terjadi." sambungnya.


Bellingham Dapat Pujian

Pelatih Inggris Thomas Tuchel berbicara dengan pemain Inggris Jude Bellingham dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris vs Argentina di Atlanta, Rabu, 15 Juli 2026. (AP Photo/Rebecca Blackwell)

Di tengah sorotan terhadap lini belakang, penampilan Jude Bellingham menjadi salah satu hal positif yang dilihat Tuchel.

Gelandang Real Madrid itu memberikan assist untuk gol penyama kedudukan Anthony Gordon. Musim ini, Bellingham telah mengoleksi tiga gol dan tiga assist bersama klubnya.

Menurut laporan The Sun, Tuchel juga menilai Bellingham menunjukkan kontribusi besar, baik di dalam maupun di luar lapangan.

"Dia terlihat seperti anggota skuad sejati baik di dalam maupun di luar lapangan. Saya sangat menyukai penampilannya," kata Tuchel.

"Itu adalah posisi yang agak baru baginya di mana dia bisa menekan kedua sisi. Itu sangat cocok untuknya." tambahnya.

Sumber: The Sun

Berita Terkait