Bola.com, Jakarta - Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, menyadari MotoGP Mandalika 2026 tidak akan menjadi akhir pekan yang mudah bagi timnya.
Ia bahkan menilai kehilangan 10 hingga 12 poin masih bisa dianggap sebagai hasil yang tidak terlalu buruk.
Pernyataan itu terutama ditujukan kepada Marc Marquez yang sedang bersaing ketat dalam perebutan gelar juara dunia.
Seperti diketahui, Mandalika bukan sirkuit yang memiliki catatan bagus bagi pembalap Ducati itu
Tardozzi juga terbuka mengakui motor Ducati GP26 belum tentu cocok dengan karakter lintasan Mandalika.
Ia beberapa kali menyampaikan hal itu dalam wawancara pada akhir pekan MotoGP Jepang, termasuk mengakui ada motor lain yang kemungkinan lebih cepat, terutama Aprilia.
"Mandalika tidak terlalu cocok dengan motor kami," ujar Tardozzi kepada TNT Sports setelah MotoGP Jepang.
Marquez baru saja meraih kemenangan dan poin maksimal dalam balapan di Jepang.
Bukan Sinyal Menyerah
Ketika ditanya mengenai hasil yang bisa dianggap bagus bagi Ducati di Indonesia, Tardozzi memberikan jawaban yang cukup jelas.
"Saya pikir kehilangan 10 atau 12 poin bisa dianggap tidak buruk," katanya.
Namun, Tardozzi tidak ingin pernyataannya dianggap sebagai tanda Ducati sudah menyerah sebelum balapan. Ia menegaskan tim tetap akan berusaha meraih kemenangan di Mandalika.
"Saya ingin mengakhiri dengan satu hal. Ya, kami bisa menganggap kehilangan 10 atau 12 poin sebagai sesuatu yang normal di Mandalika, tetapi kami pergi ke sana untuk menang," tegas Tardozzi.
Tantangan bagi Marquez memang cukup besar. Ia belum pernah finis dalam balapan MotoGP di sirkuit yang berada tepi laut itu.
Mandalika menjadi lokasi kecelakaan serius yang melibatkan Marquez dan Marco Bezzecchi pada 2025 hingga memengaruhi perjalanan musimnya.
Catatan Ducati
Ducati juga mengalami kesulitan mencari kecepatan terbaik pada musim lalu. Padahal, Francesco Bagnaia datang setelah menjalani akhir pekan yang dominan di Jepang.
Marquez bahkan hanya mampu menempati posisi kesembilan dalam kualifikasi.
Meski begitu, Ducati memiliki catatan bagus di Mandalika. Fermin Aldeguer yang saat itu membela Gresini dengan motor Ducati versi lebih lama, berhasil memenangi balapan tahun lalu.
Sebelumnya, Bagnaia menang pada 2023, sedangkan Jorge Martin menjadi pemenang pada 2024 saat membela Pramac. Ducati pun telah meraih tiga kemenangan beruntun di Mandalika.
Namun, catatan itu tidak banyak membantu Marquez secara pribadi. Apalagi, Martin kini menjadi rival langsungnya dalam perebutan gelar.
Yakin Hasil Terbaik
Martin, yang sekarang membela Aprilia, hanya unggul dua poin atas Marquez menjelang akhir pekan di Mandalika.
Tardozzi tetap percaya Marquez mampu mendapatkan hasil terbaik, meski Ducati menghadapi tantangan besar.
Menurutnya, Marquez memiliki kemampuan memimpin di dalam garasi, mendorong anggota tim, serta memanfaatkan dukungan dari orang-orang di sekitarnya.
"Dia tahu bagaimana mendorong orang-orang dan tahu bagaimana mendapatkan bantuan dari mereka. Cara dia berhubungan dengan orang-orang di tim, bagaimana dia menjelaskan masalah dan menekankan hal-hal positif dari motor yang bisa lebih membantunya daripada memikirkan masalah," ungkap Tardozzi.
"Karena terkadang lebih baik fokus pada hal-hal baik daripada memikirkan masalah," lanjutnya.
Sumber: Motorsport