8 Laga Jadi Penentu Nasib Michael Carrick di MU, Jadwal Berat Menanti Setan Merah

Rentetan pertandingan berat yang menanti MU dalam beberapa pekan ke depan berpotensi menjadi penentu nasib Michael Carrick di Old Trafford.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 13 Oktober 2026, 08:15 WIB
Pelatih kepala Manchester United asal Inggris, Michael Carrick, tampak memberi isyarat di pinggir lapangan saat pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Tottenham Hotspur di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 10 Oktober 2026. (Paul ELLIS/AFP)

Bola.com, Jakarta - Masa depan Michael Carrick sebagai pelatih Manchester United (MU) mulai berada dalam tekanan setelah Setan Merah mencatatkan start terburuk di liga dalam 40 tahun terakhir.

Rentetan pertandingan berat yang menanti MU dalam beberapa pekan ke depan berpotensi menjadi penentu nasib Michael Carrick di Old Trafford.

Advertisement

MU baru mengumpulkan enam poin dari enam laga awal Premier League. Mereka terdampar di posisi ke-13 klasemen, dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari zona degradasi maupun papan atas.

Hasil imbang dalam separuh pertandingan liga yang telah dijalani memperlihatkan kesulitan United menemukan konsistensi.

Kemenangan terakhir mereka di Premier League diraih enam pekan lalu ketika menghadapi Ipswich Town di Old Trafford.

Selain Ipswich, satu-satunya tim lain yang berhasil dikalahkan United sejauh ini adalah Sabah, juara Liga Azerbaijan.

Kini, Carrick harus menghadapi jadwal padat yang mencakup pertandingan Liga Champions dan sejumlah duel berat di Premier League.

 

Atletico Madrid dan Leeds United Jadi Ujian Awal

Pelatih Atletico Madrid asal Argentina Diego Simeone, penyerang Atletico Madrid asal Argentina #19, Julian Alvarez (kanan), dan rekan satu timnya berfoto saat istirahat hidrasi selama pertandingan Liga Spanyol antara Club Atletico de Madrid dan Villarreal CF di Stadion Metropolitano di Madrid pada 23 Agustus 2026. (Pierre-Philippe MARCOU/AFP)

Ujian berat bagi Carrick dimulai ketika MU bertandang ke markas Atletico Madrid pada Rabu (14/10/2026) dini hari WIB.

Klub Spanyol itu sedang berada dalam tren positif setelah bangkit dari kekalahan melawan Liverpool pada pertandingan pembuka fase liga Liga Champions.

Atletico berhasil memenangi empat pertandingan terakhir mereka di La Liga.

Salah satu hasil paling menonjol adalah kemenangan 2-1 atas rival sekota, Real Madrid, yang membuat mereka berada di atas Los Blancos dalam klasemen, hanya tertinggal dari Barcelona.

Tim asuhan Diego Simeone juga memiliki modal pengalaman setelah mencapai semifinal kompetisi ini pada musim sebelumnya.

Sebaliknya, MU sudah 15 tahun tidak menembus babak semifinal Liga Champions.

Setelah menghadapi Atletico, MU melanjutkan rangkaian pertandingan tandang dengan mengunjungi markas Leeds United.

Leeds sebelumnya tidak terkalahkan di Premier League hingga pekan lalu, sebelum akhirnya kalah dari Arsenal meski sempat unggul lebih dahulu di Emirates Stadium.

Dua pertandingan itu berpotensi menjadi ujian awal yang menentukan bagi Carrick. Kegagalan meraih hasil positif dapat semakin meningkatkan tekanan terhadap pelatih asal Inggris itu.


Como dan Bournemouth Menanti MU

Skuad Como jelang laga melawan Frosinone pada pekan kelima Liga Italia, Minggu (20-9-2026). (Dok. X @Como_1907)

Setelah menghadapi Atletico dan Leeds United, MU akan bertandang ke Italia untuk melawan Como.

Klub asuhan Cesc Fabregas tersebut mengawali kiprahnya di Liga Champions dengan kemenangan meyakinkan 4-1 atas RB Leipzig.

Como juga memiliki catatan kandang yang impresif karena tidak terkalahkan di markas sendiri sejak pertengahan April.

Meski saat ini menempati posisi ketujuh Serie A, Como tetap berpotensi memberikan kesulitan bagi MU, terutama jika mampu memanfaatkan keuntungan bermain di hadapan pendukung sendiri.

MU kemudian kembali ke Old Trafford untuk menghadapi Bournemouth. Tim berjulukan The Cherries itu juga memiliki agenda padat karena harus menjalani tiga pertandingan kandang secara beruntun, termasuk menghadapi AC Milan di Liga Europa.

Meski demikian, Bournemouth tidak bisa dipandang sebelah mata. MU membutuhkan performa yang lebih konsisten jika ingin memanfaatkan pertandingan kandang itu untuk mengumpulkan poin penting.


Chelsea, AS Roma, dan Aston Villa Siap Menguji Carrick

Pelatih Manchester United, Michael Carrick, memberi isyarat dari tepi lapangan saat pertandingan Liga Inggris melawan Arsenal di Emirates Stadium, Minggu (25/1/2026). (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Setelah melewati rangkaian pertandingan itu, MU dijadwalkan mendapatkan jeda tengah pekan yang relatif langka pada musim gugur ini.

Namun, waktu istirahat itu akan diikuti tantangan besar ketika mereka bertandang ke markas Chelsea di Stamford Bridge.

Chelsea tampil produktif di kandang pada awal musim. The Blues telah mencetak 19 gol dalam lima pertandingan kandang dan memenangi empat di antaranya, sehingga menjadi lawan yang berbahaya bagi pertahanan United yang masih mencari kestabilan.

Memasuki November, MU akan memainkan dua pertandingan kandang secara beruntun. AS Roma menjadi lawan pertama mereka.

Roma datang dengan catatan belum terkalahkan, sehingga pertandingan tersebut diperkirakan tidak akan mudah bagi tuan rumah.

Setelah itu, Aston Villa akan bertandang ke Old Trafford sebelum jeda internasional November. Villa sejauh ini juga menunjukkan performa yang lebih baik ketika bermain di luar kandang.

Carrick harus memanfaatkan pertandingan-pertandingan itu untuk memperbaiki hasil sekaligus membangun kembali kepercayaan terhadap timnya.


Liverpool di Anfield Jadi Penutup Jadwal Berat

Pemain Liverpool Dominik Szoboszlai merayakan gol dalam laga Liga Champions antara Liverpool vs Atletico Madrid di Liverpool, Inggris, Rabu, 9 September 2026. (AP Photo/Dave Thompson)

Ujian terakhir dalam rangkaian delapan pertandingan MU adalah lawatan ke Anfield untuk menghadapi Liverpool.

Pertandingan ini berpotensi menjadi salah satu tantangan terbesar Carrick mengingat Liverpool telah menunjukkan kemampuan bersaing melawan klub-klub kuat Eropa.

Mereka bahkan berhasil mengalahkan Atletico Madrid di kandang sendiri pada awal fase liga Liga Champions. Sebelum menjamu MU, Liverpool juga dijadwalkan menghadapi Arsenal dan Chelsea.

Hasil dari pertandingan-pertandingan itu akan memberikan gambaran lebih jauh mengenai kondisi mereka menjelang duel melawan rival klasiknya.

Bagi MU, lawatan ke Anfield bisa menjadi ujian berat sekaligus kesempatan untuk membuktikan bahwa mereka mampu bangkit dari periode sulit.

Dengan hanya enam poin dari enam pertandingan Premier League, Carrick butuh peningkatan performa yang signifikan.

Delapan laga berikutnya akan menjadi periode krusial bagi MU untuk memperbaiki posisi di klasemen sekaligus menjawab keraguan terhadap kepemimpinan sang pelatih.

Jika Setan Merah gagal menunjukkan perkembangan, tekanan terhadap Carrick berpotensi semakin besar.

Sebaliknya, serangkaian hasil positif dapat menjadi momentum penting untuk menyelamatkan musim dan memperkuat posisinya di Old Trafford.

Sumber: Manchester Evening News


Persaingan di Premier League

Berita Terkait