Kemenangan Man City atas Liverpool Disebut Lelucon, Mengapa Premier League Tak Bisa Bertindak?

Mengapa Premier League belum bisa menghukum Manchester City, meski kemenangan atas Liverpool tuai kritik?

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 13 Oktober 2026, 10:45 WIB
Pendukung Liverpool berdiri sebelum pertandingan Liga Inggris antara Liverpool dan Manchester City di Liverpool, Inggris, Minggu, 11 Oktober 2026. (AP Photo/Jon Super)

Bola.com, Jakarta - Kemenangan Manchester City dengan skor 3-0 di markas Liverpool, Minggu (11-10-2026) justru memunculkan perdebatan di tengah ketidakpastian terkait kasus pelanggaran finansial.

Hasil pertandingan yang biasanya menjadi modal penting dalam persaingan gelar kini dipertanyakan maknanya karena Man City baru saja dinyatakan bersalah atas seluruh dakwaan pelanggaran serius aturan keuangan Premier League.

Advertisement

Man City telah mengajukan banding atas putusan tersebut. Namun, jika hasil banding tidak mengubah keputusan awal, The Citizens diperkirakan menghadapi sanksi berat, dari pengurangan poin dalam jumlah besar hingga kemungkinan degradasi.

Situasi ini membuat sejumlah pihak mempertanyakan arti kemenangan Man City atas Liverpool bagi perjalanan Premier League 2026/2027.

John Cross, Chief Football Writer (kepala penulis sepak bola) The Mirror, menilai ketidakpastian kasus tersebut membuat kompetisi kehilangan kredibilitas.

"Premier League telah menjadi lelucon di tengah ketidakpastian ini. Untuk sementara, hasil pertandingan Manchester City terasa tidak berarti," tulis Cross setelah laga, dilansir Give Me Sport.


Harus Menunggu Keputusan Komisi Independen

Erling Haaland dari Manchester City melakukan selebrasi setelah mencetak gol kelima dalam pertandingan Liga Inggris antara Manchester City dan Sunderland di Manchester, Inggris, Minggu, 20 September 2026. (Foto AP/Dave Thompson)

Desakan agar Premier League segera mengambil tindakan makin kuat setelah kemenangan Man City di Anfield tersebut.

Anggota parlemen Inggris dari Liverpool, Ian Byrne, meminta operator kompetisi tidak memperlakuan persoalan tersebut sebagai perkara biasa.

"Premier League berada di ambang kehancuran. Mereka harus berhenti berpura-pura bahwa ini hanyalah hari kerja biasa dan segera mengambil tindakan sebelum kehilangan seluruh kredibilitasnya serta merusak permainan yang kita cintai hingga tidak bisa diperbaiki lagi," kata Byrne, Senin (12-10-2026).

Meski demikian, Premier League tidak memiliki kewenangan penuh untuk menentukan hukuman maupun menetapkan sendiri kapan sanksi dijatuhkan.

Keputusan akhir berada di tangan komisi independen yang menangani kasus tersebut.


Tak Bisa Bertindak Sepihak

Striker Manchester City Erling Haaland merayakan gol ke gawang Liverpool pada laga Liga Inggris 2026/2027 di Anfield, Minggu (11/10/2026). (AFP/Paul Ellis)

Premier League dapat mengajukan rekomendasi mengenai bentuk hukuman yang dinilai sesuai. Namun, komisi independen tetap bertanggung jawab mempelajari perkara dan menentukan sanksi yang akan diberikan.

Jurnalis James Benge turut menanggapi desakan Byrne. Ia mengakui adanya kesan janggal dalam kompetisi di tengah ketidakpastian kasus Man City, tetapi menegaskan Premier League tidak dapat bertindak sepihak.

"Tanpa menyangkal kesan bahwa pertandingan kemarin terasa seperti lelucon, tidak ada yang bisa dilakukan Premier League saat ini selain menekankan pentingnya proses yang cepat ketika menyampaikan argumennya kepada panel independen. Mereka juga tidak seharusnya melakukan hal lain karena proses ini harus benar-benar kuat dan tidak menyisakan celah," ujar Benge.


Proses Banding

Manajer Manchester City asal Italia, Enzo Maresca (tengah), merayakan kemenangan di lapangan usai pertandingan Liga Inggris antara Liverpool dan Manchester City di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut, pada 11 Oktober 2026. Manchester City memenangkan pertandingan tersebut dengan skor 3-0. (Paul ELLIS/AFP)

Man City telah mengajukan banding terhadap putusan awal. Berdasarkan peraturan Premier League, proses banding harus diselesaikan dalam waktu maksimal 12 pekan.

Jika dihitung sejak 1 Oktober, batas waktu tersebut mengarah ke sekitar Natal. Meski begitu, prosesnya tidak harus berlangsung hingga batas maksimal apabila seluruh tahapan dapat diselesaikan lebih cepat.

Panel banding kemudian wajib mengeluarkan putusan dalam waktu 30 hari setelah hari terakhir sidang banding.

Dengan tahapan tersebut, pengumuman keputusan diperkirakan bisa berlangsung antara Januari dan Maret 2027.

Prosesnya juga masih berpotensi berlanjut ke arbitrase. Sementara itu, belum ada batas waktu resmi yang mengatur kapan sanksi harus dijatuhkan.

Namun, keputusan mengenai hukuman diperkirakan dapat menyusul dalam periode yang sama.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait