Liverpool Tak Berkutik Lawan Manchester City, Alexis Mac Allister Jadi Sorotan

Mac Allister menjadi sorotan setelah kekalahan Liverpool melawan Manchester City.

BolaCom | Farrel Mido DestianoDiterbitkan 13 Oktober 2026, 19:45 WIB
Pemain Liverpool Alexis Mac Allister bereaksi setelah timnya kebobolan pada laga leg kedua perempat final Liga Champions antara Liverpool vs PSG di Liverpool, Inggris, Selasa, 14 April 2026. (AP Photo/Dave Shopland)

Bola.com, Jakarta - Liverpool harus menelan pil pahit setelah menderita kekalahan perdana di bawah asuhan manajer baru Andoni Iraola.

Bertanding di Stadion Anfield Minggu (11/10/2026), The Reds takluk di tangan Manchester City yang tampil begitu dominan hingga mengakhiri laga dengan skor meyakinkan.

Advertisement

Krisis cedera yang melanda skuad membuat Iraola terpaksa menurunkan formasi lini serang darurat dengan memasang para pemain muda seperti Victor Munoz dan Lewis Koumas.

Di tengah keterbatasan tersebut, Liverpool sempat mendominasi jalannya pertandingan sebelum petaka datang pada babak kedua.

Gelandang andalan Liverpool, Ryan Gravenberch, diganjar kartu merah kontroversial pada menit ke-62.

Kehilangan satu pemain membuat pertahanan Liverpool runtuh, hingga berujung pada gol kemenangan dari Erling Haaland, Jeremy Doku, dan Rayan Cherki.


Kartu Merah Mengubah Pertandingan

Pemain Liverpool, Alexis Mac Allister tertunduk setelah kalah 1-4 dari PSV dalam laga Liga Champions 2025/2026 di Anfield, Liverpool, Rabu (26/11/2025) waktu setempat. (AP Photo/Jon Super)

Sorotan publik setelah pertandingan banyak tertuju pada performa rekrutan anyar berharga mahal seperti Florian Wirtz dan Bradley Barcola.

Namun, analisis mendalam menunjukkan masalah terbesar Liverpool justru dari penampilan inkonsisten gelandang senior asal Argentina, Alexis Mac Allister.

Padahal, pada 60 menit pertama sebelum kartu merah terjadi, Mac Allister sempat menunjukkan kontribusi positif dalam mendistribusikan bola.

Ia tercatat mampu melepaskan umpan-umpan terobosan akurat yang membantu Liverpool keluar dari tekanan lini tengah Manchester City.

Namun, situasi berubah drastis ketika Liverpool harus bermain dengan 10 orang dan kehilangan kendali permainan.

Sebagai pemain yang lebih berpengalaman dan pemenang Piala Dunia, Mac Allister justru gagal mengambil alih kepemimpinan untuk membimbing pemain muda seperti Trey Nyoni di lapangan.


Kecewa Atas Hilangnya Intensitas Bermain Mac Allister

Manajer Liverpool, Andoni Iraola, memberikan instruksi dari pinggir lapangan saat laga Premier League antara Newcastle United dan Liverpool di St James' Park, Newcastle, 23 Agustus 2026. (Paul Ellis / AFP)

Alih-alih memperkuat lini tengah dan melindungi lini pertahanan dari gempuran lawan, gelandang berusia 27 tahun itu justru minim kontribusi defensif.

Tercatat statistik ia hanya melakukan satu tekel sukses dan kalah dalam sebagian besar duel perebutan bola di area tengah.

Pelatih Andoni Iraola tentu dibuat kecewa berat dengan hilangnya intensitas bermain Mac Allister di sepertiga akhir laga.

Manajer Liverpool tersebut kini dihadapkan pada evaluasi serius menjelang pertandingan penting berikutnya di Liga Inggris maupun Liga Champions.

Dengan absennya beberapa pemain kunci akibat cedera dan akumulasi kartu, posisi Mac Allister memang masih akan dibutuhkan dalam waktu dekat.

Namun demikian, tuntutan untuk tampil lebih disiplin dan bertenaga di luar penguasaan bola jika ia ingin mempertahankan tempat utamanya di skuad utama Liverpool musim ini.

Sumber: Give Me Sport

 

 

 

 

 

Berita Terkait