Bola.com, Jakarta - Manchester City berpotensi menghadapi sanksi pengurangan poin dalam jumlah besar serta tagihan lebih dari 1 miliar paun setelah dinyatakan bersalah dalam 115 pelanggaran finansial oleh Premier League.
Prediksi tersebut disampaikan pakar keuangan sepak bola, Kieran Maguire.
Komisi independen yang menangani kasus ini menyatakan Man City bersalah atas seluruh 115 dakwaan yang berkaitan dengan periode 2009 hingga 2018.
Dalam rentang waktu tersebut, The Citizens tiga kali menjuarai Premier League.
Man City telah mengajukan banding atas putusan itu. Kini, komunitas sepak bola Inggris dan Eropa menantikan hasil proses banding sekaligus keputusan mengenai hukuman yang akan dijatuhkan kepada klub tersebut.
Menurut Give Me Sport, sanksi dapat dijatuhkan ketika proses banding masih berlangsung. Bentuk hukumannya beragam, dari denda finansial hingga kemungkinan dikeluarkan dari kompetisi kasta tertinggi Inggris.
Kasus pelanggaran finansial bukan hanya menimpa Man City. Everton dan Nottingham Forest juga pernah menerima pengurangan poin dalam beberapa musim terakhir.
Skala Lebih Besar dari Everton dan Forest
Everton awalnya kehilangan 10 poin pada 2024, tetapi hukumannya dipangkas menjadi enam poin setelah mengajukan banding.
The Toffees kemudian kembali kehilangan dua poin akibat pelanggaran lain pada musim yang sama. Sementara itu, Nottingham Forest mendapat pengurangan empat poin.
Berbicara dalam podcast "Market Madness" milik Give Me Sport, Maguire menjelaskan besarnya dugaan pelanggaran Man City berbeda jauh dari kasus Everton dan Nottingham Forest.
Menurut Maguire, laporan yang telah disunting untuk menghapus sejumlah informasi sensitif memuat perincian tahunan mengenai kontribusi kontrak yang dianggap tidak mencerminkan keadaan sebenarnya terhadap pendapatan komersial Man City.
"Dalam periode bergulir tiga tahun, pada beberapa tahun kita bisa membicarakan selisih hingga 350 juta paun. Angka itu akan memecahkan seluruh rekor kepatuhan terhadap aturan Profitability and Sustainability Rules (PSR)," kata Maguire.
Pengurangan Poin Dua Digit
Maguire membandingkan angka tersebut dengan kasus Everton dan Nottingham Forest.
Dua klub itu menerima pengurangan poin akibat satu pelanggaran dalam satu tahun, dengan kelebihan pengeluaran tidak lebih dari 20 juta paun.
Maguire menilai besarnya kasus Man City dapat berujung pada hukuman pengurangan poin dalam jumlah dua digit yang jauh lebih besar.
Ia juga mengatakan proses sidang penentuan sanksi mungkin sudah berlangsung, meski hasilnya belum diketahui publik.
Lantaran Man City mengajukan banding dan pihak-pihak terkait terikat perjanjian kerahasiaan, pengumuman sanksi bisa saja baru diketahui setelah hasil banding keluar.
Dampak Finansial
Selain pengurangan poin, Maguire memperkirakan dampak finansial kasus ini dapat melampaui 1 miliar paun (sekitar23,7 triliun).
Perhitungannya mencakup potensi kehilangan pendapatan dari sembilan tahun tanpa partisipasi di Liga Champions, dengan rata-rata 50 juta paun per musim untuk setiap klub.
Ia juga memasukkan potensi kehilangan pendapatan dari Liga Europa yang diperkirakan mencapai 20 juta paun, klaim dari pemain yang kehilangan bonus, biaya hukum Premier League, serta denda.
"Jika sembilan tahun tanpa partisipasi di Liga Champions dihitung dengan rata-rata 50 juta paun setiap kali, ditambah sekitar 20 juta paun untuk Liga Europa, potensi klaim pemain yang kehilangan bonus, biaya hukum Premier League, dan denda, jumlahnya bisa melampaui 1 miliar paun, terlepas dari pengurangan poin yang dijatuhkan," ujar Maguire.
Sumber: Give Me Sport