Bola.com, Jakarta - Penyerang Real Madrid, Endrick, melontarkan pembelaan keras terhadap rekan setimnya, Vinicius Junior, yang mendapat hukuman larangan bermain selama empat pertandingan setelah menerima kartu merah saat menghadapi Villarreal.
Endrick menilai hukuman terhadap winger asal Brasil itu berlebihan dan menyebut Vinicius seolah menjadi sasaran perlakuan tidak adil.
Endrick juga meyakini kompatriotnya itu mampu bangkit dan kembali menunjukkan performa terbaik setelah menjalani sanksi.
Pernyataan itu disampaikan Endrick kepada Movistar Plus+ setelah Real Madrid menang dramatis 4-3 atas AS Roma dalam pertandingan Liga Champions, Kamis (15/10/2026) dini hari WIB.
Dalam pertandingan itu, Los Blancos sempat tertinggal 1-3 sebelum membalikkan keadaan menjadi 4-3 pada menit-menit akhir.
Endrick menjadi salah satu sosok penting di balik kebangkitan itu setelah masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-59.
Ia menyumbangkan assist melalui sundulan untuk gol Carlos Espí sebelum mencetak gol yang membuat kedudukan kembali imbang. Antonio Rudiger kemudian memastikan kemenangan Real Madrid lewat gol penentu.
Simak jadwal Liga Spanyol di sini.
Vinicius Junior Menjadi Sasaran Perlakuan Tidak Adil
Endrick tidak menyembunyikan kekecewaannya terhadap hukuman empat pertandingan yang dijatuhkan kepada Vinicius.
Menurutnya, sanksi tersebut jauh lebih berat daripada yang diperkirakan setelah sang winger menerima kartu merah langsung saat melawan Villarreal.
Pemain muda Brasil itu bahkan menilai terdapat perlakuan yang tidak adil terhadap Vinicius, yang selama ini kerap menjadi sorotan di dalam maupun luar lapangan.
"Kami tahu seharusnya hukumannya dua pertandingan untuk kartu merah langsung. Namun, jauh di lubuk hati, kami tahu hukumannya tidak akan hanya dua pertandingan karena apa yang mereka lakukan terhadap Vini sungguh luar biasa, gila, dan sepertinya tidak akan berubah," ujar Endrick.
"Mereka mengubah hukuman dua pertandingan menjadi empat. Mereka ingin menjatuhkan Vini, tetapi dia sosok yang kuat. Dia selalu bekerja keras dan berjuang menghadapi segala hal," lanjutnya.
Endrick juga optimistis Vinicius tidak akan terpuruk akibat sanksi itu. Ia percaya winger berusia 26 tahun itu akan memanfaatkan masa absennya untuk mempersiapkan diri sebelum kembali memperkuat Los Blancos.
"Dia akan tetap kuat. Ketika kembali, dia akan kembali dalam performa yang luar biasa," tutur Endrick.
Masuk dari Bangku Cadangan, Endrick Jadi Kunci Comeback Real Madrid
Selain membela Vinicius, Endrick juga menjadi sorotan berkat kontribusinya dalam kemenangan Real Madrid atas AS Roma.
Masuk pada menit ke-59 ketika Madrid tertinggal 1-3, Endrick langsung memberikan energi baru bagi lini serang tuan rumah.
Ia membantu Carlos Espí mencetak gol melalui sundulan sebelum menyumbangkan gol penyama kedudukan yang menghidupkan peluang Los Blancos.
Real Madrid kemudian menyelesaikan comeback luar biasa tersebut melalui gol Antonio Rudiger untuk memastikan kemenangan 4-3.
Endrick mengaku tidak menyangka akan dimainkan secepat itu. Sebelum mendapat panggilan dari pelatih Jose Mourinho, ia masih berada di bangku cadangan dan berdoa agar timnya mampu membalikkan keadaan.
"Saya masih terbawa suasana setelah pertandingan. Situasinya sedikit rumit. Saya berada di bangku cadangan sambil berbicara kepada Tuhan, lalu ketika menoleh, Nuno memanggil saya," ungkapnya.
"Saya tidak menyangka akan masuk secepat itu. Saya masuk dan bisa melakukan hal yang paling saya sukai, yaitu bermain sepak bola. Saya merasa bisa membantu semua orang dan yang paling penting membantu Madrid menang," lanjutnya.
Kontribusi tersebut memperlihatkan kemampuan Endrick memberikan dampak meski tidak selalu mendapatkan kesempatan bermain sejak menit pertama.
Endrick Tegaskan Real Madrid Harus Berjuang di Semua Kompetisi
Endrick juga menceritakan betapa sulitnya situasi yang dihadapi Real Madrid ketika AS Roma kembali mencetak gol saat dirinya sedang bersiap masuk ke lapangan.
Ia mengaku sempat berbicara dengan Mourinho sebelum melihat lawan memperlebar keunggulan.
Situasi itu membuat tugas Madrid semakin berat, tetapi Endrick menegaskan mentalitas klub menjadi faktor penting dalam kebangkitan mereka.
"Situasinya sulit karena saya sedang berbicara dengan Mou sambil menundukkan kepala. Ketika kami melihat ke atas, Mallen mencetak gol lagi sehingga pertandingan menjadi semakin sulit. Namun, kami adalah Real Madrid," katanya.
Menurut Endrick, karakter Real Madrid menuntut setiap pemain untuk terus berjuang hingga pertandingan berakhir.
Semangat itu kembali terlihat ketika Los Blancos mampu mengubah ketertinggalan dua gol menjadi kemenangan.
Ia juga menegaskan Real Madrid masih memiliki banyak target yang harus diperjuangkan sepanjang musim.
"Kami akan berjuang di setiap pertandingan dan itulah yang kami lakukan. Kami bangkit dari ketertinggalan 1-3 menjadi 4-3 dan terus berjuang karena kami masih memiliki Liga Champions, Copa del Rey, La Liga, dan Piala Super. Kami ingin memenangi semuanya," tegasnya.
Pernyataan itu memperlihatkan ambisi Endrick untuk membantu Real Madrid meraih sebanyak mungkin gelar, terlepas dari seberapa besar kesempatan bermain yang diberikan kepadanya.
Endrick Tak Permasalahkan Minim Menit Bermain di Bawah Jose Mourinho
Endrick turut memberikan pandangan mengenai masa depannya di Real Madrid, terutama terkait kesempatan bermain yang belum selalu konsisten di bawah asuhan Mourinho.
Penyerang Brasil itu menyadari keputusan pelatih tidak selalu berdasarkan kepentingan individu pemain. Menurutnya, kebutuhan tim harus menjadi prioritas utama dalam menentukan susunan pemain maupun pergantian selama pertandingan.
"Kami tidak tahu. Pelatih tidak akan melakukan sesuatu demi kepentingan seorang pemain, melainkan demi kepentingan tim," ujar Endrick.
"Jika saya memang harus bermain, Mou akan memasukkan saya. Namun, itu belum tentu menjadi hal terbaik bagi saya secara pribadi," tambahnya.
Endrick menegaskan tidak akan berhenti bekerja keras untuk mendapatkan kesempatan sekaligus memberikan kontribusi bagi klub.
"Saya akan terus berjuang untuk membantu tim. Itulah yang akan saya lakukan sepanjang karier saya," pungkasnya.
Sikap itu menjadi pesan penting dari Endrick di tengah persaingan ketat untuk mendapatkan tempat di skuad Real Madrid.
Meski menit bermainnya terbatas, ia menunjukkan bahwa kesempatan singkat pun bisa menjadi momen penting untuk membuktikan kualitasnya.
Sementara di sisi lain, pembelaannya terhadap Vinicius memperlihatkan solidaritas di antara kedua pemain Brasil tersebut.
Bagi Endrick, tantangan dan tekanan merupakan bagian dari perjalanan di klub sebesar Real Madrid, tetapi keduanya harus tetap fokus untuk membantu tim meraih gelar.
Sumber: Madrid Universal