Barcelona Berpeluang Permalukan Real Madrid di El Clasico, Menuju Patahkan Rekor Berusia 58 Tahun

Barcelona berpeluang menciptakan momen bersejarah sekaligus mempermalukan Real Madrid dalam duel El Clasico pekan depan.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 19 Oktober 2026, 05:30 WIB
Para pemain Barcelona bersiap menjalani babak kedua dalam pertandingan Liga Spanyol antara Real Betis dan FC Barcelona di Stadion La Cartuja, Sevilla, pada Sabtu (17/10/2026). (Jorge Guerreo/AFP)

Bola.com, Jakarta - Barcelona berpeluang menciptakan momen bersejarah sekaligus mempermalukan Real Madrid dalam duel El Clasico pekan depan.

Pasukan Hansi Flick berkesempatan mematahkan rekor kemenangan beruntun yang telah bertahan selama 58 tahun jika mampu menaklukkan rival abadi mereka di La Liga.

Advertisement

Barcelona sedang menikmati awal musim yang luar biasa. Terbaru, Blaugrana melibas Real Betis dengan skor 5-2 pada Sabtu (17/10/2026), sekaligus memperpanjang catatan kemenangan beruntun menjadi sembilan pertandingan di La Liga.

Seperti dikutip dari Sport Illustrated, Minggu (18/10/2026), belum ada tim dalam sejarah kompetisi kasta tertinggi sepak bola Spanyol itu yang mampu memulai musim dengan 10 kemenangan beruntun. Sejauh ini, hanya Barcelona musim 2026/2027 dan Real Madrid pada musim 1968/1969 yang berhasil mencatatkan sembilan kemenangan beruntun pada awal musim.

Menariknya, Barcelona berpeluang melewati catatan tersebut saat menghadapi Real Madrid dalam laga El Clasico pada Senin (26/10/2026) dini hari WIB.

Jika berhasil menang, Blaugrana bukan hanya memperpanjang tren positif, tetapi juga melampaui rekor yang selama hampir enam dekade menjadi milik Los Blancos.

 


Barcelona Menggila, Produktivitas Gol Jadi Ancaman

Pemain Barcelona Lamine Yamal (kiri) merayakan gol bersama Jules Kounde dalam laga La Liga antara Real Betis vs Barcelona di Sevilla, Spanyol, Sabtu, 17 Oktober 2026. (AP Photo/Jose Breton)

Performa Barcelona musim ini tidak hanya mengesankan dari sisi hasil, tetapi juga produktivitas gol. Kemenangan 5-2 atas Real Betis menjadi kali keenam pasukan Flick mencetak setidaknya lima gol dalam satu pertandingan sepanjang musim ini.

Sebagai perbandingan, Real Madrid hanya tiga kali mencetak lima gol atau lebih sejak awal musim lalu.

Barcelona juga mencatatkan rata-rata 4,3 gol per pertandingan di semua kompetisi. Hebatnya, produktivitas tersebut melibatkan 13 pemain berbeda yang telah menyumbangkan gol.

Catatan itu menunjukkan ketajaman Barcelona tidak bergantung pada satu pemain saja. Bahkan, ketika penyerang andalan Raphinha absen, juara bertahan Spanyol tersebut tetap mampu membongkar pertahanan lawan.

Lamine Yamal dan rekan-rekannya pun memiliki modal besar untuk menghadapi Real Madrid. Produktivitas lini depan Blaugrana bisa menjadi ancaman serius bagi pertahanan Los Blancos dalam pertandingan yang selalu sarat gengsi tersebut.

 


Rodri Ingatkan Barcelona

Pemain Barcelona, Rodrigo, beraksi dalam pertandingan Liga Spanyol melawan Athletic Bilbao di Barcelona, Spanyol, Jumat (28/8/2026). (AP Photo/Joan Monfort)

Meski sedang berada dalam performa impresif, Barcelona masih memiliki pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan sebelum El Clasico. Salah satu persoalan utama mereka adalah rapuhnya lini pertahanan.

Gelandang Barcelona, Rodri, mengingatkan rekan-rekannya agar tidak terlena dengan rentetan kemenangan dan ketajaman lini serang.

"Tim secara konsisten menunjukkan potensi menyerang yang kami miliki, tetapi kami terlalu sering kebobolan. Ini adalah area yang masih bisa kami tingkatkan," ujar Rodri setelah Barcelona kemasukan dua gol saat menghadapi Real Betis.

Catatan pertahanan Blaugrana memang belum sepenuhnya meyakinkan. Barcelona hanya mencatatkan satu clean sheet dalam tujuh pertandingan terakhir dan sudah kebobolan sembilan gol dalam periode tersebut.

Masalah itu juga bukan hal baru. Barcelona belum mampu mencatatkan clean sheet saat menghadapi lawan di Liga Champions sejak April 2025.

Salah satu penyebabnya adalah pendekatan taktik Flick yang mengandalkan tekanan tinggi dan agresivitas dalam merebut bola. Strategi tersebut membuat Barcelona mampu menekan lawan di area pertahanan mereka sendiri, tetapi juga menyisakan ruang besar di belakang barisan pertahanan.

Sumber: Sport Illustrated

 

Berita Terkait