Eks Pemain Manchester City Raup Cuan Besar dari Tren Pisang Tiup yang Kembali Viral

Demam pisang yang melanda suporter Manchester City membawa berkah tersendiri bagi salah satu mantan pemain mereka, Imre Varadi.

Bola.com, Jakarta - Demam pisang yang melanda suporter Manchester City membawa berkah tersendiri bagi salah satu mantan pemain mereka, Imre Varadi.

Tren membawa pisang tiup berwarna kuning ke stadion itu membuat bisnis yang dirintis eks striker The Citizens tersebut kebanjiran pesanan.

Fenomena unik ini kembali mencuri perhatian setelah Manchester City dinyatakan bersalah oleh komisi independen dalam kasus 115 dakwaan pelanggaran aturan Premier League. Sebagai bentuk ekspresi dan perlawanan, suporter City membawa pisang tiup ke tribun tandang saat tim kesayangan mereka menang 3-0 atas Liverpool di Anfield akhir pekan lalu.

Tradisi tersebut berlanjut ketika ribuan pisang tiup terlihat di Etihad Stadium dalam pertandingan melawan Paris Saint-Germain dan Ipswich Town.

Namun, tren yang mengundang perhatian itu bukan sekadar aksi lucu-lucuan di tribune. Kebangkitan tradisi pisang turut mendongkrak bisnis milik Varadi, mantan penyerang City yang pernah memperkuat Newcastle United, Everton, dan Sheffield Wednesday.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Berawal dari Tradisi Suporter pada 1987

Tradisi membawa pisang tiup di kalangan pendukung Manchester City bermula pada 1987. Seorang suporter bernama Frank Newton memulainya saat City menghadapi Plymouth Argyle.

Aksi tersebut kemudian identik dengan Varadi, yang mendapat julukan unik "Imre Banana". Pada masa itu, City tengah berjuang di Divisi Dua, sementara sepak bola Inggris juga diwarnai maraknya aksi hooliganisme.

Kehadiran pisang tiup menjadi cara jenaka bagi suporter untuk menunjukkan dukungan kepada tim kesayangan mereka. Bahkan, sekitar 10.000 pendukung City pernah membawa pisang tiup saat tim menghadapi Stoke City pada laga Boxing Day.

Kini, tradisi tersebut kembali hidup dan menjadi simbol kebersamaan serta solidaritas suporter di tengah situasi sulit yang dihadapi klub.

 

Bisnis Imre Varadi Kebanjiran Pesanan

Melihat tradisi pisang kembali populer, Varadi mengembangkan peluang bisnis dengan mendirikan perusahaan yang menjual pisang tiup. Ia bahkan menyebut bidang usaha tersebut sebagai industri bernilai miliaran dolar.

Menurut laporan Sportbible yang mengutip The Sun, Minggu (18/10/2026), bisnis Varadi menjual pisang tiup bermerek dengan harga 10 poundsterling atau sekitar Rp200 ribu per buah. Selain itu, tersedia pula beragam suvenir, seperti pin dan kaus.

Varadi mengungkapkan bahwa permintaan terhadap produknya meningkat drastis seiring kebangkitan tradisi tersebut.

"Pesanan yang datang mencapai ribuan dari seluruh dunia. Permintaannya benar-benar melonjak tajam," ujar Varadi.

Pria berusia 67 tahun itu juga mendapat undangan khusus untuk menyaksikan pertandingan Manchester City melawan Ipswich Town di Etihad Stadium. Ia bahkan memperoleh perlakuan VIP dalam kesempatan tersebut.

Dalam wawancara dengan vlog Forever Blue milik Ian Cheeseman, Varadi mengaku takjub melihat ribuan pisang tiup memenuhi tribun, terutama saat City bertandang ke markas Liverpool.

"Ini sungguh luar biasa, bukan? Terutama saat melihat Anfield pada Minggu lalu, ketika mereka datang dan stadion dipenuhi lautan pisang kuning," katanya.

Menurut Varadi, fenomena tersebut turut mempererat hubungan antara suporter, pemain, dan klub.

"Apa yang terjadi telah menyatukan para suporter dengan pemain dan klub. Saat ini, dukungan yang diberikan sangat besar," lanjutnya.

Sumber: Sportbible

 

Video Populer

Foto Populer