Marc Marquez Tanggapi Isu Team Orders di MotoGP: Kalau Cepat, Tak Perlu Perintah Tim

Marc Marquez bahas kemungkinan adanya perintah tim dalam perebutan gelar juara MotoGP.

BolaCom | Farrel Mido DestianoDiterbitkan 22 Oktober 2026, 19:45 WIB
Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, berselebrasi di podium setelah memenangi sprint race MotoGP Mandalika 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok, Sabtu (10/10/2026). (Sonny Tumbelaka/AFP)

Bola.com, Jakarta - Pembalap Ducati, Marc Marquez, menegaskan instruksi tim atau team orders tidak diperlukan jika pembalap memiliki kecepatan, dilansir dari Crash, Kamis (22/102026).

Pernyataan itu disampaikan di tengah ramainya pembahasan kemungkinan Ducati dan Aprilia menerapkan strategi tersebut dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP.

Advertisement

Juara dunia tujuh kali itu tiba di MotoGP Australia akhir pekan ini dengan tertinggal dua poin dari pembalap Aprilia, Jorge Martin, di klasemen. Persaingan kedua pembalap kini sangat ketat.

Topik team orders terus bergulir sejak GP Indonesia. Manajemen Ducati dan Aprilia sama-sama menyatakan masih terlalu dini untuk menerapkannya.

Meski begitu, Aprilia disebut menggelar pertemuan dengan seluruh pembalapnya pada Kamis (22/10/2026), yang salah satunya membahas isu tersebut. Para pembalap dikabarkan menepis gagasan itu.


Fokus Pada Diri Sendiri

Pembalap Aprilia Racing asal Spanyol, Jorge Martin, memimpin di depan pembalap Ducati Lenovo Team asal Spanyol, Marc Marquez, dalam balapan MotoGP Grand Prix Jepang di Mobility Resort Motegi, Motegi, Prefektur Tochigi, pada 4 Oktober 2026. (Toshifumi KITAMURA/AFP)

Marc Marquez tanggapi isu tersebut. Menurutnya, perintah tim hanya dibutuhkan ketika pembalap tidak punya kecepatan yang cukup untuk bersaing.

“Saya akan selalu bilang bahwa kami adalah satu tim. Saya bersama Ducati, bersama tim dan kru saya, dan kami berusaha memberikan yang maksimal,” kata Marquez.

Ia menambahkan “Soal team orders, kalau Anda punya kecepatan, Anda tidak membutuhkannya. Kalau tidak punya, barulah itu diperlukan.”

Marquez mengaku saat ini lebih fokus pada dirinya sendiri dan berupaya tampil 100 persen. Namun, ia mengakui Ducati harus melihat lebih dulu apakah mampu bersaing dengan kekuatan besar Aprilia.


Marquez Mewaspadai Aprilia

Pemenang GP Jepang Pembalap Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, dari Spanyol (tengah) berpose bersama pembalap Aprilia Racing peringkat kedua, Jorge Martin, dari Spanyol (kiri) dan pebalap Aprilia Racing peringkat ketiga, Marco Bezzecchi, dari Italia (kanan) di podium saat Grand Prix Jepang MotoGP di Mobility Resort Motegi di Motegi, prefektur Tochigi pada 4 Oktober 2026. (Toshifumi KITAMURA/AFP)

Posisi Marquez di klasemen sebelum tampil di Phillip Island ditopang hasil bagus di Sirkuit Mandalika, Lombok.

Ia memenangi balapan sprint dan finis keenam di balapan utama. Ia mengungkapkan sempat memiliki keraguan besar saat tiba di Indonesia, yang tidak ia ceritakan pada saat itu.

“Lombok adalah akhir pekan yang sangat bagus, bahkan bisa dibilang sempurna, karena kami sama-sama punya poin dengan Martin dan hanya kehilangan tiga poin dari Marco Bezzecchi,” ujar Marquez. Ia menyebut timnya mampu bekerja dengan sangat baik sehingga situasi itu bisa diatasi.

Untuk seri Australia, Marquez menyebut Phillip Island sebagai sirkuit favoritnya karena banyak tikungan kiri yang sesuai gaya balapnya.

Namun, ia mewaspadai Aprilia yang sangat cepat di lintasan itu tahun lalu dan memperkirakan mereka kembali tampil kuat. Ia juga menilai prakiraan cuaca yang kurang bersahabat pada Sabtu dan Minggu.

Sumber: Crash

 

Berita Terkait