Baru 5 Bulan Juara Premier League, Moral Arsenal Dikabarkan Anjlok

Arsenal dilanda gejolak usai juara Premier League, 60 pekerjaan terancam dipangkas.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 22 Oktober 2026, 18:45 WIB
Gelandang Arsenal Inggris #10, Eberechi Eze (kanan), merayakan mencetak gol pembuka bersama rekan satu timnya selama pertandingan Liga Champions UEFA antara FC Bayern Munchen dan Arsenal FC di Munich, Jerman selatan pada 22 Oktober 2026. (Karl-Josef HILDENBRAND/AFP)

Bola.com, Jakarta - Arsenal semestinya sedang menikmati periode positif setelah menjuarai Premier League 2025/2026, gelar pertama mereka sejak 2004. Namun, situasi di balik layar klub London Utara itu justru dikabarkan sedang tidak baik-baik saja.

Laporan The Telegraph yang ditulis Sam Dean menyebut moral di lingkungan Arsenal merosot tajam hanya lima bulan setelah keberhasilan mereka mengangkat trofi liga.

Advertisement

Kondisi tersebut dikaitkan dengan rencana pemangkasan biaya operasional yang membuat 60 posisi pekerjaan terancam dihapus.

Kebijakan itu menjadi sorotan karena Arsenal baru saja melewati musim sukses, termasuk melaju ke final Liga Champions. Prestasi tersebut juga membawa klub mencatatkan pendapatan tertinggi dalam sejarahnya.

Meski demikian, The Telegraph Sport menyebut sejumlah sosok berpengalaman dan berpengaruh telah meninggalkan klub atau akan pergi dalam beberapa bulan mendatang.

Kepergian mereka menambah dampak dari restrukturisasi yang sedang berlangsung.


Pendapatan Besar, Arsenal Tetap Merugi

Arsenal merayakan gol Declan Rice ke gawang Bayern Munchen di laga Liga Champions (AFP)

Pemangkasan pekerjaan itu disebut bukan semata-mata akibat kondisi Arsenal setelah menjuarai liga. Menurut laporan Dean, rencana tersebut tetap akan dijalankan terlepas dari hasil tim pada musim lalu.

Richard Garlick mulai menjabat sebagai CEO Arsenal pada September 2025 dan langsung memulai peninjauan terhadap operasional klub. Konsultan manajemen Boston Consulting Group juga dilibatkan dalam proses perubahan tersebut.

Persoalan keuangan menjadi satu di antara alasan di balik kebijakan ini. Meski meraih kesuksesan di lapangan, Arsenal dilaporkan mengalami kerugian selama tujuh tahun berturut-turut.

Dean memperkirakan laporan keuangan musim lalu juga berpotensi menunjukkan kerugian dalam jumlah besar.

"Menjuarai Premier League meningkatkan citra klub dan potensi pendapatan dalam jangka panjang, tetapi tidak serta-merta memperbaiki kondisi keuangan. Dampak dari struktur bonus berbasis insentif bahkan bisa membuat Arsenal lebih untung dalam jangka pendek jika finis di posisi kedua," tulis Dean, dilansir Give Me Sport.


Perubahan di Balik Layar Jadi Sorotan

Gelandang Arsenal, Declan Rice, berbicara kepada rekan-rekan setimnya dalam pertandingan leg kedua perempat final UEFA Champions League antara Arsenal dan Sporting CP di Emirates Stadium, London utara, pada 15 April 2026. (Adrian Dennis / AFP)

Situasi internal Arsenal juga memperlihatkan perbedaan antara stabilitas tim utama dan perubahan di bagian lain klub.

Di lapangan, skuad asuhan Mikel Arteta dinilai solid. Sang manajer pun baru menandatangani kontrak baru berdurasi panjang dan akan memasuki tahun ketujuhnya menangani Arsenal.

Sebaliknya, sejumlah departemen di luar tim utama disebut akan menghadapi perubahan signifikan.

Kondisi ini mencakup bagian komersial dan ritel, yang memiliki tanggung jawab berbeda dari tim pelatih dan pemain di pusat latihan London Colney.

Arteta tidak memberikan penjelasan lebih jauh ketika ditanya mengenai rencana pemangkasan pekerjaan dalam konferensi pers pekan lalu.

'Pertanyaan ini bukan untuk saya. Jelas, saya bukan orang yang tepat untuk menjawabnya," ujar pelatih asal Spanyol tersebut.

Kini, perhatian tertuju kepada jajaran petinggi Arsenal, termasuk Josh Kroenke dan Richard Garlick, untuk merespons kekhawatiran terkait perubahan tersebut.

Sementara itu, rencana penghematan dan ancaman pengurangan pekerjaan masih menjadi persoalan di tengah keberhasilan klub meraih gelar Premier League.

 

Sumber: Give Me Sport


Persaingan Terkini

Berita Terkait