Situasi Timur Tengah Masih Panas, Alex Marquez Minta Keputusan GP Qatar Tidak Terburu-buru

Alex Marquez, menyuarakan kekhawatirannya terkait rencana penyelenggaraan Seri MotoGP Qatar 2026.

BolaCom | Farrel Mido DestianoDiterbitkan 22 Oktober 2026, 22:15 WIB
Alex Marquez saat memenangkan Sprint Race MotoGP Catalunya 2026. (Lluis GENE / AFP)

Bola.com, Jakarta - Pembalap tim Gresini Racing, Alex Marquez, menyuarakan kekhawatirannya terkait rencana penyelenggaraan Seri MotoGP Qatar yang dijadwalkan berlangsung dua pekan mendatang.

Ia menilai pihak penyelenggara tidak boleh tergesa-gesa mengambil keputusan di tengah situasi konflik bersenjata yang masih belum stabil di wilayah Timur Tengah.

Advertisement

Menjelang GP Australia akhir pekan ini, pihak penyelenggara MotoGP telah melangsungkan pertemuan khusus dengan para pembalap pada Kamis (22/10/2026).

Pertemuan itu bertujuan untuk memberikan kepastian bahwa balapan di Qatar akan tetap berjalan sesuai jadwal dengan jaminan keamanan penuh.

Namun, Alex Marquez menganggap langkah cepat yang diambil oleh pihak manajemen kejuaraan terkesan sangat cepat.

Menurutnya, dinamika konflik politik dan keamanan di kawasan tersebut bergulir sangat cepat dan berisiko tinggi.

"Setiap hari situasinya berubah dan dampaknya tampak semakin memprihatinkan, itu kenyataan yang terjadi di sana," ujar Alex Marquez dikutip dari motorsport, Kamis (21/10/2026).


Situasi Timur Tengah yang Kian Memanas

Bertempat di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, MotoGP Thailand 2026 menjadi seri pembuka musim yang sudah dinantikan para penggemar balap motor dunia. Tampak dalam foto, (dari kiri ke kanan) Pembalap Spanyol dari Red Bull KTM Factory Racing, Pedro Acosta; pembalap Spanyol dari BK8 Gresini Racing, Alex Marquez; dan pembalap Spanyol dari Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, berdiri di atas motor saat sesi foto grup di Sirkuit Internasional Buriram, Thailand pada Kamis 26 Februari 2026. (Lillian SUWANRUMPHA/AFP)

Alex Marquez menekankan jaminan keamanan yang ditawarkan pihak kejuaraan belum sepenuhnya bisa diandalkan.

Menurutnya, tidak ada satu pihak pun yang benar-benar bisa mengendalikan situasi konflik sekompleks itu dalam waktu singkat.

"Pihak kejuaraan memberi tahu kami bahwa semuanya terkendali, tetapi saya pikir tidak ada yang bisa mengendalikan situasi seperti itu," ujar Alex.

"Dari satu hari ke hari berikutnya, segalanya bisa berubah drastis, jadi ini bukan keputusan yang harus mereka ambil saat ini," lanjutnya.

Ia menambahkan keputusan final seharusnya tidak diambil terburu-buru dan disarankan untuk menunggu perkembangan kondisi dalam beberapa hari ke depan.

Pihak penyelenggara diminta lebih realistis dalam mempertimbangkan keselamatan seluruh kru dan pembalap.


Pro dan Kontra

Pembalap Aprilia Racing Team, Jorge Martin, berhasil meraih podium juara di MotoGP Prancis musim ini yang berlangsung di Sirkuit Bugatti, Le Mans, Minggu (10/05/2026) malam WIB. (AFP/Loic VENANCE)

Meski memahami ada aspek finansial serta kontrak besar yang dipertaruhkan, ia mengingatkan keselamatan jiwa personel MotoGP harus tetap menjadi prioritas utama di atas kepentingan bisnis semata.

"Saya paham ada banyak uang yang dipertaruhkan dan logis jika MotoGP menginginkan hal itu. Namun, kita juga harus memikirkan kesehatan dan keselamatan semua orang. Mereka harus sangat berhati-hati karena ada banyak orang yang akan terbang ke sana," tegasnya.

Pandangan Alex Marquez berbanding terbalik dengan pimpinan klasemen sementara, Jorge Martin.

Pembalap tim Aprilia tersebut memilih bersikap diplomatis dan memercayakan penuh keputusan akhir kepada pihak pengelola kejuaraan.

"Saya tetap ingin membalap di Qatar karena treknya luar biasa, dan saya percaya penuh pada pihak penyelenggara. Jika mereka memutuskan kami bisa berangkat, itu berarti keselamatan kami sudah benar-benar terjamin," ujar Martin.

Pro dan kontra di antara para pembalap ini menempatkan penyelenggara MotoGP dalam posisi dilematis.

Keputusan akhir mengenai kepastian gelaran GP Qatar diprediksi akan terus menuai sorotan hingga mendekati jadwal pelaksanaan balapan.

Sumber: Motorsport

Berita Terkait